Waliyullah yang pernah diajak berdialog langsung oleh Allah

Waliyullah yang pernah diajak berdialog langsung oleh Allah

Banyak Waliyullah yang pernah diajak berdialog langsung oleh Allah swt. Kali ini yang akan kita bahas hanya 3 orang Waliyullah yang pernah diajak berdialog langsung oleh Allah.

Wali Allah adalah hamba yang memilki kedudukan atau derajat tinggi di sisi Allah, seperti yang digambarkan oleh Alquran
” Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. yang demikian itu adalah kemenangan yang besar “. ( Q.S. Yunus : 62 – 64).

Para Wali Allah selalu ada di bumi sepanjang masa, mereka adalah orang-orang yang hati dan jiwanya telah bersih dari pengaruh ego dan hawa nafsunya, sehingga dengan kebersihan dan kebeningan hati mereka sangguplah ruh mereka berdekatan dengan Allah. Dinding tebal yang memisahkannya dengan Tuhannya telah roboh oleh keistiqomahan mereka dalam mendekatkan diri kepada Allah. Merekalah orang-orang yang telah di karuniai anugrah ” memandang ” Allah, “berdialog ” secara langsung dengan Allah, diajak ” berbicara ” oleh Allah. Seluruh rahasia Ilahi telah terkumpul dalam hati mereka, di karenakan kedekatannya dengan Tuhan, dan hidup mereka di penuhi dengan karomah ( kemuliaan )

Diantara para Waliyullah yang pernah diajak berdialog langsung oleh Allah, dan pembicaraan mereka dengan Tuhan itu ada yang bersifat rahasia dan juga ada yang bisa di beritahukan atau di komsumsi oleh umum terutama oleh murid-murid mereka. ”

Berbicara dengan Allah disini bermakna ilham. Ilham adalah suatu pengertian, pemahaman yang jatuh kedalam hati para Wali-Nya tanpa sebab belajar atau ikhtiar. Dan ilham tidaklah membawa sesuatu yang baru dalam syariat, tetapi membawa pengertian yang baru dalam memahami dan menafsirkan ajaran syariat yang di sesuaikan dengan zaman atau masa di saat ilham itu di turunkan. Seperti yang dikatakan oleh Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah; Bagaimanapun juga sebagus-bagus ” ungkapan ilham ” para Wali tersebut, tidaklah bisa untuk menandingi sebaris ayat dalam Al-Quran yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Percakapan dengan Allah adalah ilham atau karunia yang secara langsung di berikan oleh Allah di karenakan derajat mereka yang tinggi dan karena kasih sayang Allah yang melimpah kepada mereka.

Di kalangan para sufi ada beberapa orang Waliyullah yang mendapatkan karunia ilham yang berupa percakapan mereka dengan Allah. Percakapan tersebut di tulis dan dibukukan atau dibuatkan kitabnya sehingga bisa dipelajari oleh para pengikutnya.

Diantara Para sufi yang Waliyullah yang pernah diajak berdialog langsung oleh Allah:

1. Sulthonul Auliya Syaikh Abdul Qadir Jailani

Beliau adalah pemimpin para Wali, pendiri tarekat Qodiriyah yang merupakan tarekat yang paling besar di dunia. Mengenai biografi beliau baca di;

Ilham yang di terima oleh Syaikh Abdul Qadir Jailani telah termaktub dalam kitab beliau yang bernama RISALAH AL GHAUTSIYYAH

Diantara isnya adalah sebagai berikut :

Lalu Dia berkata kepadaku : “Wahai penolong agung! ( Panggilan kepada Syaikh Abdul Qadir Jailani ) Aku tidak pernah mewujudkan Diri-Ku dalam sesuatu sebagaimana perwujudanKu dalam diri manusia.”

Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau memiliki tempat ?”, Maka Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Akulah Pencipta tempat, dan Aku tidak memiliki tempat.”

Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau makan dan minum ?”, Maka Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, makanan dan minuman kaum fakir adalah makanan dan minuman-Ku.”

Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, dari apa Engkau ciptakan malaikat ?”. Dia Berkata kepadaku : “Aku Ciptakan malaikat dari cahaya manusia, dan Aku Ciptakan manusia dari cahaya-Ku.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Jadikan manusia sebagai kendaraan-Ku, dan Aku jadikan seluruh isi alam sebagai kendaraan baginya.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, betapa indahnya Aku sebagai Pencari ! Betapa indahnya manusia sebagai yang dicari ! Betapa indahnya manusia sebagai pengendara, dan betapa indahnya alam sebagai kendaraan baginya.”

Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, manusia adalah rahasia-Ku dan Aku adalah Rahasianya. Jika manusia menyadari kedudukannya di sisi-Ku, maka ia akan berucap pada setiap hembusan nafasnya, ‘milik siapakah kekuasaan pada hari ini ?’.”

2. Syaikh Abdul Jabbar An-Nifari

Kitab beliau yang berisi percakapan atau ilham yang diterimanya adalah Mawaqif Walmukhotobat

Kitab tersebut telah di bukukan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul ” Melihat Allah ” oleh Mustofa Mahmud.

Diantara isi kitab Mawaqif;

Allah berseru pada hamba-Nya;
“Hendaklah engkau bekerja tanpa melihat pekerjaan itu!. Hendaklah engkau bersedekah tanpa memandang sedekah itu!

Engkau melihat kepada amal perbuatanmu, walau baik sekalipun, tak layak bagi-KU untuk memandangnya. Maka janganlah engkau masuk kepada-KU besertanya!

Sesungguhnya, jika engkau mendatangi-KU berbekal amal perbuatanmu, maka akan AKU sambut dengan penagihan dan perhitungan. Jika engkau mendatangi-KU berbekal ilmu, maka akan AKU sambut dengan tuntutan! Dan jika engkau mendatangi-KU dengan ma’rifat, maka sambutan-KU adalah hujjah, padahal hujjah-KU pastilah tak terkalahkan.

Hendaklah engkau singkirkan ikhtiar (ikut mengatur dan menentukan kehendak-Nya untuk dirimu), pasti akan AKU singkirkan darimu tuntutan. Hendaklah engkau tanggalkan ilmumu, amalmu, ma’rifat-mu, sifatmu dan asma (nama) mu dan segala yang ada (ketika mendatangi-KU), supaya engkau bertemu dengan AKU seorang diri.

Bila engkau menemui-KU, dan masih ada diantara AKU dan engkau salah satu dari hal-hal itu, —padahal AKU-lah yang menciptakan semua itu, dan telah AKU singkirkan semua itu darimu karena cinta-KU untuk mendekat kepadamu, sehingga janganlah membawa semua itu ketika mendatangi-KU—, jika masih saja engkau demikian, maka tiada lagi kebaikanmu yang tersisa darimu.

Kalau saja engkau mengetahui, ketika engkau memasuki-KU, pastilah engkau bahkan akan memisahkan diri dari para malaikat, sekalipun mereka semua saling bahu-membahu untuk membantumu, karena keraguanmu itu (bahwa ada penolongmu dihadapan-Nya selain-Nya), maka hendaklah jangan ada lagi penolong selain AKU.

3. Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar-Rabbani

Beliau adalah guru dan ulama sufi zaman ini, pendiri ( Mursyid ) Tarekat Qodiriyah Hanafiah. Saat ini dakwah beliau berpusat di Pondok Pesantren Taruna Rabbani Solok Sumatera Barat..

Ilham-ilham yang di terima oleh Tuangku dikumpulkan dan diberi nama oleh murid-murid beliau dengan nama Ilham Sirr, Ilham Sirriyah atau Kalam Ilham. Ilham yang beliau terima yang berupa percakapan dan pengajaran langsung dari Allah. Ilham ini ada yang bersifat rahasia ( pribadi ) dan ada yang bersifat umum. Ilham Sirriyah inilah yang menjadi rujukan dalam pengajian tasawuf yang di adakan di Surau Suluk Rabbani di Lingkungan Pondok Pesantren Taruna Rabbani Kabupaten Solok Sumatera Barat yang beliau dirikan.

Ilham sirr telah di bukukan oleh Prof. DR. Ahmad Rahman, M.A dengan judul ” Sastra Ilahi”, ” Menyapa Rasa Para Pencari Tuhan ” dan ” Inilah Aku ” dan telah diterjemahkan dalam bahasa inggris dengan judul ” Here I am “.

Diantara bunyi Ilham Sirr:

Wahai hamba-Ku:
Tiada kemustahilan yang berlaku bagimu, apabila akal dan pikiranmu bergaul dengan segala apa-apa yang telah kuletakan di hatimu, dan tiadalah berdinding ( berhijab ) diantara Aku denganmu kecuali dari semua yang tercipta dari kemauan akal dan egomu sendiri.

Wahai hamba-Ku:
Seburuk buruk pendusta adalah egomu, yang menyatakan kepemilikan akan punya-Ku didalam dirimu, dan tiada penipu yang lebih pandai daripada akalmu sendiri, yang menjadikan engkau buta dari segala sesuatu yang Ku-datangkan dan yang Ku-ambil dari dirimu

Wahai hamba-Ku:
Sesungguhnya Akulah diri yang tiada membutuhkan tempat untuk bertahta ( arasy ) bagi-Ku, dan bahwasanya sifat-Ku awal dari semua kekuasaan dan daripadanya tercipta segala kerajaan, maka tiada secuilpun dari genggaman-Ku tak terkecuali dirimu yang telah merajai dirinya sendiri

Wahai hamba-Ku:
Keberadaan Aku terlampau jauh untuk dikenal oleh egomu, kenyataan Aku teramat jauh bila disentuh oleh akalmu, dan tanda-tanda-Ku terlalu samar bagi penglihatanmu, kecuali bila engkau himpun dalam penghabisan, dan engkau sentuh Aku di dalam ” rasa ” yang habis daripada ianya merasa. niscaya ” rasamu ” Ku-ganti dengan cahaya yang akan membawamu kepada Zat-Ku.

Sumber: Waliyullah yang pernah diajak berdialog langsung oleh Allah https://intiruh.blogspot.com/2015/10/wali-allah-yang-diajak-berdialog.html

Komentar Habib Abdurrahman, Hasan basri lihat di:
an-Nifary

Tags: #Dialog #wali

Jangan Meremehkan Wirid Sebab Belum Datangnya Warid
Ngaji Al-Hikam Pasal 77-79 Jangan Meremehkan Wirid Sebab Belum Datangnya Warid اِذاَ رَأيْتَ
Syeikh Ibnu Athaillah
Biografi Penuh Waliyullah Syeikh Ibnu Athaillah Syeikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari (w. 1309 M)
Kenapa Hati Tetap Gelisah, Meski Rajin Ibadah
“PENYEBAB HATI TETAP GELISAH MESKI RAJIN BERIBADAH” Berikut ini sebuah cerita dari Abu
Riwayat dan karomah Sultanul Aulia’ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani
Riwayat dan karomah Sultanul Aulia’ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani (Kisah para Aulia’ dan

Tinggalkan pesan "Waliyullah yang pernah diajak berdialog langsung oleh Allah"