WALI YANG USIANYA RATUSAN TAHUN

Diposting pada

WALI YANG USIANYA RATUSAN TAHUN

Kisah ini nyata, karena memang benar adanya.  Karena setiap kejadian apapun di muka bumi ini pastilah mengandung pelajaran dan hikmah. Tinggal kitanya saja bisa gak mengambil nilai dari setiap kisah kejadian tersebut…?

Di Alquran pun banyak sekali cerita-cerita masa lalu, misalnya kisah kaum ‘Ad yang mendustakan agama Allah hingga akhirnya di adzab dan lain sebagainya.

Nama aslinya aku kurang tau, tapi guruku memanggilnya syaikh Ghozi (Semoga Allah merahmatinya), berasal dari timur tengah.

Sosok beliau ini sangat misterius dan tak banyak yang ku ketahui. Yang ku ketahui beliau sukanya tiba-tiba datang dan tiba-tiba menghilang begitu saja layaknya kisah dongeng sebelum tidur atau seperti kisah film-film Hollywood di tivi.

Beliau ini usianya ratusan tahun dan lintas generasi. Lahir pada masa sulthon auliya’ Syaikh Abdul Qadir Jaelani sekaligus menjadi murid sang Wali dan hidup hingga era abad 21 ini.

Bayangkan sendiri berapa usia beliau dan sudah melewati berapa generasi beliau hidup di dunia ini, subhanallah.

Pada era imprealisme dulu, di mana bangsa Eropa mulai menjelajah bumi dan berusaha menjajah bangsa lain, termasuk negara-negara yang mayoritas muslim, Syaikh Ghozi termasuk sosok yang menentang penjajahan dan ikut perang.

Pada masa itu Syaikh Ghozi suka mengembara ke berbagai negara dan tak jarang ikut perang melawan kedzaliman bangsa barat yang di lewatinya, termasuk ke Nusantara (Indonesia)

BACA JUGA:  SYEKH SUBAKIR BABAD TANAH JAWI

Pernah suatu ketika dalam sebuah peperangan antara kaum muslimin dengan para penjajah, Syaikh Ghozi tiba-tiba muncul dan ikut perang. Mungkin ketepatan beliau melewati daerah yang sedang berperang. Dan lucunya, jika Syaikh Ghozi ikut perang tak terlihat membawa sama sekali senjata . Tidak terlihat membawa pedang, tombak, perisai, baju perang ataupun senapan dengan segala perlengkapannya.

Dan pada saat perang pecah dengan hebatnya, di saat peluru berdesingan ke sana kemari mencari korban, bom-bom berjatuhan tanpa pernah tau di mana jatuh dan meledak, Syaikh Ghozi hanya meniupi para musuh dengan menggunakan mulutnya dari kejauhan.

“Huuuuhhhh…..!”,

Dan sekali tiupan dari beliau efeknya mengerikan sekali, beberapa serdadu jatuh dan mati

Pernah suatu kali Syaikh Ghozi berada satu kapal dengan para pejuang di lautan di Afrika. Saat kapal berlayar tiba-tiba kapal mereka di tembaki meriam oleh kapal-kapal Inggris dari radius jauh. Berkali-kali di tembaki meriam membuat kapal tersebut meledak dan hancur dan akhirnya tenggelam. Semua penumpang tewas kecuali satu saja, yaitu Syaikh Ghozi.

Di tengah lautan itu yang menyisakan hanya dirinya seorang. Akhirnya dirinya berenang sendiri sampai India di benua Asia.

Habis logikaku membayangkan bagaimana cara Syaikh Ghozi berenang dari Afrika hingga Asia di India.