WALI YANG TERSEMBUNYI WAFAT DI DEPAN PARA WALI

“Kami hendak menziarahi rumah Abu Jahir”

“Aku juga dalam perjalanan ke sana”

“Kalau begitu eloklah kita pergi bersama”

Mereka meneruskan perjalanan dalam keadaan yang sungguh menggembirakan karena mereka semakin banyak. Setelah sampai di suatu tempat, tiba-tiba mereka berjumpa dengan Malik bin Dinar, seorang wali Allah yang masyhur. Mereka bersalaman.

“Hendak pergi ke manakah kamu ini?” tanya Malik bin Dinar.

“Kami hendak menziarahi rumah Abu Jahir”

“Subhanallah, aku juga sedang menuju ke sana.”

“Kalau begitu, kita pergi bersama.”

Sekarang mereka menjadi berempat dengan tujuan yang sama.

Dengan kuasa Allah SWT, di tengah perjalanan, mereka berjumpa seorang lagi rekan Wali Allah yang bernama Thabit Al-Bannani. Mereka pun bersamalam dan saling bertanyakan khabar.

“Kamu hendak ke mana?” tanya Thabit.

“Kami hendak menziarahi rumah Abu Jahir”

“Masya Allah, saya juga akan ke sana.”

“Kalau begitu, kita pergi bersama.”

“Segala puji-pujian bagi Allah sWT yang telah mengumpulkan kita dan pergi bersama-sama walaupun tanpa perjanjian” kata Thabit Al-Bannani

Berjalanlah kelima Wali Allah berkenaan menuju rumah Abu Jahir. Sepanjang perjalanan, mereka tidak putus-putus memuji dan bersyukur ke hadhirat Allah SWT justeru mengkaruniakan peluang berjalan bersama menuju ke rumah WaliNya. Tidak satu pun ucapan yang keluar dari mulut mereka melainkan perkataan yang mendatangkan manfaat.

Setelah berjalan beberapa lama, mereka singgah di suatu tempat untuk istirahat dan sholat.

“Marilah kita sholat dua rakaat di sini, agar tempat ini ikut menjadi saksi esok di hari Kiamat di hadapan Allah Azza Wajalla” kata Thabit Al-Bannani

“Satu niat yang baik” sahut yang lain.

Lalu mereka mengerjakan sholat bersama-sama dengan penuh khusyuk dan tawadduk.

Baca juga:  al Qusyairi, Hakekat Fana

Setelah menunaikan sholat, mereka berdoa untuk umat Islam sekaliannya untuk di dunia dan di akhirat. Kemudian mereka meneruskan perjalanan dan akhirnya tiba di rumah Abu Jahir.

Terasa kedamaian pada mereka apabila terpandang rumah dan masjid yang didirikan oleh Abu Jahir. Namun mereka tidak terburu-buru mengetuk pintu atau minta izin untuk masuk demi menjaga peradaban Wali Allah. Mereka pun duduk di masjid menunggu Abu Jahir keluar untuk sholat. Tidak berapa lama kemudian, waktu dhuhur pun tiba. Maka keluarlah Abu Jahir tanpa bercakap apa-apa langsung terus masuk ke masjid, berazan, iqamah dan sholat. Kelima tamunya yang mulia itu sholat berjamaah berimamkan Abu Jahir.

Selesa sholat, barulah mereka menemui Abu Jahir satu persatu. Mula-mula sekali Muhammad bin Wasi’.

“Assalaamuálaikum” kata Muhammad

“Waálaikumussalaam” jawab Abu Jahir disambung dengan pertanyaan

“Anda ini siapa?”

“Saya saudaramu Muhammad bin Wasi’ “

“O…Kalau begitu andalah orang Basrah yang terkenal paling bagus sholatnya itu kan?”

Muhammad diam tanpa berkata apa-apa.

Kemudian, Thabit Al-Bannani maju ke hadapan.

“Siapakah anda ini?” tanya Abu Jahir

“Saya saudaramu Thabit Al-Bannani”

“O…Kalau begitu kamu yang dikatakan sebagai orang Basrah yang paling banyak sholatnya itu kan?” Tanya Abu Zahir.

Thabit juga diam tanpa berkata apa-apa.

Tiba pula giliran Malik bin Dinar.

“Siapakah anda ini?” tanya Abu Jahir

“Saya saudaramu Malik bin Dinar” jawabnya.

“Masya Allah, jadi kamulah yang termasyhur sebagai orang yang paling zuhud di kalangan penduduk Basrah, bukan?”

Malik juga tidak berkata apa-apa. Kemudian Hubaib Al-Ajami menemui Abu Jahir.

“Anda ini siapa?” tanya Abu Jahir

“Saya adalah saudaramu Hubaib Al-Ajami”

“Masya Allah, kalau begitu andalah yang terkenal di kalangan penduduk Basrah sebagai orang yang mustajab doanya” kata Abu Jahir

Baca juga:  Wali Paidi 16, Mengenal Sirr nya

Seperti yang lain, Hubaib mendiamkan diri. Akhirnya tiba giliran Soleh Al-Mari maju ke hadapan untuk memperkenalkan dirinya.

“Anda pula siapa?” tanya Abu Jahir.

“Saya saudaramu Soleh Al-Mari” jawabnya.

“Subhanallah, kalau begitu andalah yang terkenal di kalangan penduduk Basrah sebagai qari yang fasih dan bagus suaranya.”

Soleh juga tidak mengeluarkan kata kata.

Abu Jahir bertafakur sebentar seperti mengenangkan sesuatu.

“Aku sebenarnya sangat rindu dan ingin mendengar suaramu wahai saudaraku” kata Abu Jahir. “Oleh karena itu, aku suka engkau membacakan empat atau lima ayat Al-Qurán karena aku ingin sangat mendengarnya.”

Soleh memenuhi permintaannya lalu dia membuka Al-Qurán dan membaca Surah Al-Furqan : Ayat 22 yang bermaksud :

“Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada khabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata “Hijraan mahjuuraa” Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan lalu kami jadikan amal itu debu yang berterbangan”

Ketika mendengar bacaan ‘debu yang berterbangan’, Abu Jahir berteriak kuat hingga pingsan disebabkan rasa ketakutan yang teramat sangat kepada Allah SWT. Ketika beliau sadar dari pingsannya, dia berkata “Sila ulangi pembacaan ayat tadi”

Soleh mengulangi bacannya dan apabila sampai kepada “Debu yang berterbangan”, sekali lagi Abu Jahir berteriak sehingga rebah di tempat sujud dan wafat ketika itu juga.

Soleh dan teman-teman Wali Allah nya sangat terharu menyaksikan kewafatan Abu Jahir yang mengagumkan itu. Beliau wafat dalam keadaan amat ketakutan mendengar Kalam Ilahi.

Tidak lama kemudian, isteri Abu Jahir muncul.

“Siapakah kalian ini?” tanya isteri Abu Jahir.

“Kami datang dari Basrah. Yang ini Malik bin Dinar, Hubaib Al-Ajami, Muhammad bin Wasi’, Thabit Al-Bannani dan saya adalah Soleh Al-Mari” jawab Soleh mewakili para aulia sahabatnya itu.

Tags: #Macam-Macam Wali #wali

Syekh Jangkung, Bertapa Mengambang Di Laut Selama 8 Tahun
Syekh Jangkung (atau Saridin ) di sebut-sebut sebagai putra Sunan Muria dengan istri
KISAH EMPAT WALI QUTUB
Kejadian itu dapat disaksikan oleh orang ramai yang juga berziarah ke Maqam Nabi
Maqam Kewalian Gus Dur
Maqam Kewalian Gus Dur diungkapkan oleh Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf, menurut beliau
Kisah Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani Bertarung Melawan Setan, Iblis
“Kisah Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani Bertarung Melawan Setan, Iblis, dan Hawa Nafsu” Bertarung

Tinggalkan pesan "WALI YANG TERSEMBUNYI WAFAT DI DEPAN PARA WALI"