Wali Paidi 37, Pantulan Arsy

Aku bergegas ke warungnya pak wi, guna mencari wali paidi, beliau biasanya berada diwarungnya pak wi jam segini, dan memang benar wali paidi sedang ngopi disitu.

Setelah bersalaman aku duduk agak jauh dari beliau, karena kulihat ada dua orang yg sedang minta pendapat kepada beliau, kedua orang ini rapi, berpeci dan bersarung, wajahnya bersih bercahaya, aku tidak tahu bersihnya ini karena pemutih atau seringnya berwudlu, Aku berniat menanyakan tentang warna langit yg biru kepada beliau, tapi pertanyaan itu aku tahan dulu, karena ada tamu yg membahas hal yg lebih penting.

Aku mendengar kedua orang ini sedang membicarakan apa langkah yg baik, yang harus dilakukan SF, rupanya kedua orang ini pengurus SF ( yayasan sebuah thoriqoh dijawa timur ), pengurus SF ini bercerita kepada wali paidi kendala-kendala yg dihadapi selama ini, dg tersenyum wali paidi ini menjawab

Baca juga:  Wali Paidi 31, Wali Paidi Ngopi Dengan Mas Kyai

” kalau tidak salah SF ini dibentuk guna menyampaikan dawuh mas kiai kepada murid2nya yg tersebar didaerah2 diseluruh indonesia, biar seragam dan tidak menimbulkan kesalah pahaman,”

Wali paidi menghisap rokoknya lalu berkata lagi ” tapi kenyataannya malah SF ini menimbulkan permasalahan baru, bukan karena SF nya tapi karena yg menjalankannya, ”

” lalu bagaimana menurut sampeyan ” kata salah satu dari mereka

” ini hanya pendapatku, bukan perintah, menurutku pengurus SF kalau pingin menyampaikan perintah dari mas kiai tinggal sowan saja kepada sesepuh yg berada didaerah yg dituju tersebut, sowan yg baik, ngomong yg enak, gak usah memakai acara resmi, kalau memakai acara resmi konsekwensinya membutuhkan biaya, dan ini bisa jadi fitnah yg macam-macam, biar nanti sesepuh didaerah yg menyampaikan perintah mas kiai tsb kepada para murid yg di bawah, para sesepuh lebih mengerti akan kondisi real para murid didaerahnya masing2….”

Baca juga:  Wali Paidi 16, Mengenal Sirr nya

” inggih..inggih…” jawab mereka

” sekali lagi ini hanya pendapat, dan kita sama2 murid mas kiai, jadi perintah tetap hak penuh mas kiai dan yg tidak kalah penting jadi pengurus itu gak perlu dikenal atau menampakkan diri karena ini bukan pengurus sebuah partai….” jelas wali paidi

Tidak lama kemudian kedua pengurus SF ini pamit, setelah bersalam-salaman mereka pergi. Aku lalu mendekati wali paidi, sebelum aku bertanya wali paidi ini sudah tertawa:

” opo…wernone langit tah…” kata beliau kepadaku

” iya mas….” jawabku sambil nyengir

” warnanya langit.itu macam- macam, ke tujuh langit punya warna sendiri2, dan terbuat dari bahan berbeda…” kata wali paidi

Baca juga:  KISAH MBAH SOLEH DARAT DITEMUI IMAM GHOZALI

” tapi kok terlihat biru mas…” tanyaku

” apa yg kamu lihat berwarna biru itu bukan langit, tapi hawa udara, warna birunya itu pantulan dari warna biru lautan…” jawab beliau

Sebelum aku bertanya lagi tentang warnanya laut beliau menjawab

” birunya laut itu karena pantulan dari salah satu batu diarsy, satu batu diarsy itu mengeluarkan warna yg bermacam-macam, ada warna hijau yg diserap tumbuh2an, aneka warna bunga itu juga menyerap pantulan batu yg berada diarsy, batu2 mulia yg berada dibumi ini juga menyerap pantulan cahaya batu arsy, Allah yg mengatur semuanya…..” jelas wali paidi

” oh…..matur suwun mas….” jawabku

Sebelum aku beranjak pergi aku berkata kepada beliau : ” mas kopiku sampeyan bayar yo….”

” hahahaha….iyo beres….” jawab beliau

Sumber: Facebook.com

Tags: #Kisah Wali Paidi #Wali Paidi 37

PENDOSA YANG MENJADI WALI ALLAH
PENDOSA YANG MENJADI WALI ALLAH Terdapat seorang lelaki pada zaman Nabi Musa ‘alaihissalam
10 Dukun Menguji Kesaktian Habib Luthfi bin Yahya
10 Dukun Menguji Kesaktian Habib Luthfi bin Yahya Kisah ini bermula ketika 10
Syaikh Abdul Qadir Al – Jilani, Saat Setan Mengaku Allah
Syaikh Abdul Qadir Al – Jilani Selamat dari ulah sesat Syaiton Syaikh Ibnu
HABIB UMAR: PERINTAH DARI WALI ALLAH MACAM APA YANG MEMBANGKITKAN KALIAN UNTUK TERSERET PADA GERAKAN PEMBERONTAKAN ?
HABIB UMAR: PERINTAH DARI WALI ALLAH MACAM APA YANG MEMBANGKITKAN KALIAN UNTUK TERSERET

Leave a reply "Wali Paidi 37, Pantulan Arsy"