Wali Paidi 35

Wali Paidi 35, Sehabis dari makam gurunya wali paidi lansung menuju warung kopi di daerah botoran, ” loodst coffee ” warung kopi yg tertua dari loodst yg lain, seperti biasa wali paidi pesen kopi clasik karena hanya menu itu yg masih terasa kopi hehehe….

Wali paidi duduk diteras depan menunggu temannya yg masih sowan ke mas kiai, wali paidi menyeruput kopi clasiknya sedikit, karena kopi clasik ini tersaji dg cangkir yg sangat kecil, biasanya kalau wali paidi lagi ngopi di loodst raden wijaya dia pesan kopi clasik yg gelas agak gedhe, di loodst botoran ini dia lupa minta gelas yg agak gedhe ketika pesan tadi

Wali paidi mengarahkan pandangannya ke kaca yg bertuliskan loodst coffee, bathinnya berkata,” semoga loodst coffee ini ada ditiap kota seluruh jawa, loodst coffe ini didirikan sejatinya untuk kesejahteraan umat bukan untuk memperkaya diri, siapapun yg ngopi disini ikut andil dalam mensejahterakan umat…”

Tak lama kemudian teman wali paidi datang, setelah temannya ini duduk wali paidi bertanya kepadanya

” dibilangin apa saja apa mas kiai…”

” disuruh membuat lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya…” jawab teman wali paidi

” hmm…disuruh lansung praktek ” khoirunnas anfa’uhum linnas…” kata wali paidi

” iya…kang…” kata teman wali paidi

” memang salah satu karomah para wali saat ini adalah bisa memberi pekerjaan kepada orang lain….” jelas wali paidi

” tapi ada yg mengganjal dihati tentang perkataan beliau…” kata teman wali paidi

” apa itu…” tanya wali paidi

” mas kiai sangat tidak suka kalau melihat anak muda yg kerjaannya mancing….” jelas temannya

” hahahahaha……” wali paidi tertawa

” kita kan tahu, mbah kiai dimojokerto juga sering mancing…” jelas teman wali paidi

Wali paidi menyedot rokoknya dalam-dalam, lalu dia bercerita :

Dulu ada santri yg bertanya kepada mbah kiai, waktu itu mbah kiai sedang dalam posisi mancing

” kiai apa nabi Khidir suka dg orang yg mancing…” tanya santri

Santri ini berasumsi dan sering mendengar cerita kalau nabi khidir itu suka menjumpai orang tertentu ketika mancing

” bukan begitu, nabi khidir itu suka dg orang yg mempunyai jiwa yg tenang, dan biasanya orang yg mancing itu mempunyai jiwa yg tenang…” jawab kiai

Setelah mendengar cerita wali paidi temannya ini bertanya kpd wali paidi

” trus tentang dawuh mas kiai tentang mancing ini gimana..”

” mas kiai benar, sekarang orang yg suka mancing itu rata-rata bertujuan melarikan diri dari masalah yg dihadapinya, beda sekali dg mancingnya mbah kiai…” jelas wali paidi

” maksudnya kang…” tanya teman wali paidi

” Mbah kiai adalah orang yg sudah mempunyai jiwa yg tenang….”

Wali paidi diam, suasana menjadi hening beberapa saat, lalu wali paidi berkata lagi

” mbah kiai adalah orang yg dipanggil oleh Allah dalam surat al fajr…..

Wahai jiwa yg tenang Duduklah kamu disisiKu dg riang gembira dan penuh ridloKu Masuklah kamu kepada barisan para kekasihKu ( aulia ) Masuklah ke tempat yg tidak ada kesedihan maupun kegelisahan Mbah kiai mancing itu hanya sebagai sarana untuk berdialog dg tuhan, bukan bertujuan melarikan diri dari masalah, atau bukan karena gak kerasan tinggal dirumah karena diomeli istri, ” jelas wali paidi

Teman wali paidi ini mengangguk-anggukkan kepalanya,

” oh…aku sekarang paham, mengapa mas kiai menyuruhku membuka lapangan pekerjaan ..” kata teman wali paidi

” biar teman2 kita kalau mancing bukan sebagai sarana untuk melarikan diri, tapi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah…” tambah temannya lagi

” tidak hanya mancing, tapi banyak teman-teman kita yg menggunakan kuburan para wali sebagai sarana melarikan diri dari masalah, bukan karena niat berziarah…..” kata wali paidi

” hahahaha……” wali paidi dan temannya lalu tertawa. —

Sumber Facebook.com

Next Wali Paidi 36

Tags: #Kisah Wali Paidi #Wali Paidi 35

Tinggalkan pesan "Wali Paidi 35"