Wali Paidi 33, Dzikir Rokok

Wali Paidi 33, Dzikir Rokok, Wali Paidi Dengan bersandarkan tembok Wali Paidi menikmati kopinya, sesekali dia menyedot rokoknya,

“ Allah…Allah….Allah….” dzikir Wali Paidi mengiringi hembusan rokoknya.

Wali Paidi mendoakan seluruh masyarakat di kampungnya, seluruh teman-temanya, guru-gurunya dan semua yang berhubungan dengannya, Wali Paidi bersiap-siap mau mengunjungi saudaranya yang baru mempunyai anak.

Setelah merasa cukup ngopi dan merokoknya Wali Paidimengeluarkan motor dan mempersiapkan segala keperluan kalau hujan turun. Dan berangkatlah Wali Paidi ke rumah saudaranya

Wali Paidi sebulan ini diberi karomah oleh Allah berupa kilatan-kilatan kejadian kejadian yang akan terjadi di kemudian hari, orang Jawa mengistilahkan “ weruh sak durunge winarah “ , repot juga sekarang jadinya, karena Wali Paidi kadang kadang keceplosan omong, mengatakan sesuatu yang belum terjadi kepada orang orang disekitarnya.

Dan ketika ada istri dari saudaranya ( teman seperjuangan Wali Paidi ) ini hamil. Wali Paidi mendapat kilatan cahaya di hatinya kalau anak dari saudaranya ini laki laki, tapi saudaranya ini bilang kalau istrinya habis di USG dan hasilnya kalau calon anaknya ini perempuan. Wali Paidi sangat menghormati saudaranya ini, karena dialah yang memperingatkan Wali Paidi kalau dia mulai salah arah, Wali Paidi hanya diam setelah diberitahu oleh saudaranya ini. Saudaranya ini lalu berkata lagi,

Baca:  Wali Paidi 26, Kayu Bakar Neraka

“ kalau anakku lahir laki Di….kelak dia akan jadi wali besar…”

Wali Paidi tersenyum, dalam hati dia berkata : “ Saudaraku ini memang lucu dan aneh, katanya perempuan doanya seakan calon anaknya ini laki hehehe…”

“ Amin…amin…amin….” Wali Paidi dengan sepenuh hati mengamini.

“ Tapi calon anakku ini perempuan Di…. “ katanya kepada Wali Paidi.

“ Ha…ha…ha…..” Wali Paidi hanya bisa tertawa melihat semua ini.

Dan kemarin Wali Paidi mendengar kalau anak dari saudaranya ini telah lahir, dan anaknya ternyata laki. Wali Paidi ikut bergembira mendengar kabar ini.

Wali Paidi sampai di rumah saudaranya ini sehabis magrib. Dan ternyata ibunda dari saudaranya ini ada disana, dan yang membuat Wali Paidi terkejut ternyata Mas Kiai guru Wali Paidi juga berada disitu.

“ baru datang Di…” Tanya Mas Kiai.

“ Inggih mas….” Jawab Wali Paidi.

“ Saudaramu masih menemui para tamu dari surau dekat sekitar sini, kamu sama aku aja…” ucap Mas Kiai.

Lalu Mas Kiai berdiri menuju sebuah kamar, dan Wali Paidi mengikutinya, sesampai di kamar Mas Kiai menyalakan tivi, dan duduk bersila.

Baca:  Wali Paidi 31

“ duduk sini Di… sebentar lagi kopinya akan datang” ucap Mas Kiai.

Wali Paidi duduk di samping Mas Kiai, melihat tivi berdua, setelah memindah-mindah chanel akhirnya di temukan film action barat yang bagus.

“ Wah iki film apik Di…” ucap Mas Kiai dengan gembira.

Wali Paidi hanya diam, Wali Paidi sebenarnya suka dengan film itu, tapi Wali Paidi sudah pernah melihatnya dan tahu dengan akhir ceritanya.

“ Gak suka dengan film ini Di…” Tanya Mas Kiai.

“ Ndak mas…” jawab Wali Paidi berterus terang, karena percuma kalau ngomong ditutup-tutupi.

“ Mengapa…” Tanya Mas Kiai lagi.

“ Karena sudah tahu jalan ceritanya…” jawab Wali Paidi lagi.

Lalu dua cangkir kopi datang diantarkan kepada mereka, Mas Kiai membuka tutup cangkir kopinya dan menghirup aromanya, tampak wajah yang begitu bersyukur terlukis di wajah Mas Kiai, lalu Mas Kiai menaruh cangkirnya dan berkata :

“ Ya begitulah kalau sudah tahu akhir ceritanya Di…, walaupun film yang kau lihat itu bagus akan terlihat membosankan. Makanya ketika Allah memberiku kilatan cahaya kejadian kejadian yang akan terjadi dimasa mendatang, aku meminta kepada Allah untuk menutupnya kembali, karena hidup ini akan gak asyik dan membosankan…..”

Baca:  Wali Paidi 24, Ke Langit Naik Harley

“Ha….ha…ha…ha….” Wali Paidi dan Mas Kiai tertawa,

“ Ha…ha…ha…ha….” Mereka tertawa lagi, tahu sama tahu.

“ Begitu juga dengan saudara kita yang baru punya anak ini, dia sebenarnya bisa melihat jenis kelamin anaknya, tapi dia tidak mau, biar jadi kejutan begitu katanya ..” ucap Mas Kiai.

“ Inggih…..inggih….hahaha…” ucap Wali Paidi.

“ Kasihan orang orang yang di sekitarmu Di… kalau kamu tidak minta kepada Allah untuk menutupnya….” Kata Mas Kiai.

“ Inggih Mas…..” jawab Wali Paidi dan mulai berdoa kepada Allah untuk menutup kilatan cahaya karomah dihatinya. Sumber Facebook.com

next Wali Paidi 34

Tags: #Kisah Wali Paidi #Wali Paidi 33

Gus Ud Pagerwojo Sidoarjo, Wali Majdud Sejak Kecil
Gus Ud adalah wali majdub sejak kecil. Alkisah suatu hari jend. A.H Nasution
Wali Paidi 40, Pergi Ke Barat Diajak Nabi Khidir
Berminggu – minggu sudah wali Paidi pergi entah kemana, ada yg mengatakan beliau
Wali Paidi 39, Jasadnya Menjadi Dua
Wali paidi tertunduk haru setelah mendengar kabar kalau kiai sepuh sakit dan harus
Wali Paidi 38, Wali Kacangan
Wali paidi berdoa disamping makam seorang sesepuh yg bisa juga disebut sebagai kiai
  1. author

    sugiarto1 tahun ago

    pengen punya rumah seperti ini tp kira-kira kapan ya kesampaian

    Balas
  2. author

    Suryana Bandung1 tahun ago

    saya mau bikin rumah, sdg nyari² desain rumah minimalis yg cocok

    Balas

Tinggalkan pesan "Wali Paidi 33, Dzikir Rokok"