karomah,Ibnu Atha'illah,Ibnu Attho'illah

WALI ALLAH DI JAKARTA

Diposting pada

Habib karismatik yang dimakamkan di sana, antara lain, Habib Zain bin Abdullah Alaydrus, Habib Salim bin Jindan, Habib Ali bin Husein Alatas, Habib Umar bin Hud Alatas, dan lain-lain.

Habib Zain bin Abdullah Alaydrus lahir di As-Suweiry, dekat Tarim, Hadramaut, pada 1289 H/1869 M. Ketika berusia 12 tahun, yakni pada 1301 H/1881 M, ia hijrah ke Indonesia disertai saudara-saudaranya, seperti Alwi, Ahmad, dan Ali. Di Batavia, ketika itu ia bertemu pamannya, Al-Allamah Al-Habib Muhammad bin Alwi Alaydrus, dan mengaji kepadanya. Selain itu, Habib Zain juga mengaji kepada Habib Utsman bin Yahya, yang ketika itu juga menjadi mufti Batavia.

Habib Zain adalah salah seorang di antara sejumlah ulama yang mendirikan madrasah yang pertama kali di Jakarta, yaitu Jamiat Khair, pada 1322 H/1902 M. Selang beberapa tahun kemudian, ia mendirikan sebuah madrasah kecil di Jakarta Kota, di kawasan yang kini disebut Jalan Gajah Mada. Tapi, ketika bala tentara Jepang menginvasi Indonesia, sekolah tersebut terpaksa ditutup. Empat tahun kemudian, 1326 H/1906 M, ia mendirikan sebuah majelis taklim di Masjid Al-Mubarak, Krukut, Jakarta Utara, yang kemudian ramai dihadiri jemaah.

Sepeninggal pamannya, Habib Muhammad, Habib Zain menjadi imam di Masjid Al-Mubarak, sekaligus mengajar ilmu tafsir, fikih, akidah selama 70 tahun sampai ia wafat dalam usia 110 tahun. Ia wafat pada hari Sabtu, 24 Rabiul Tsani 1399 H (24 Maret 1979 M), sekitar pukul 15.00.

Baca juga:  Kisah Mbah Maksum Lasem Uji Kewalian Mbah Hamid Pasuruan

Adapun Habib Salim bin Jindan lahir di Surabaya, 18 Rajab 1324 H (7 September 1906). Semula ia mengaji kepada Habib Abdullah bin Muhsin Alatas, Bogor (yang terkenal sebagai Habib Empang); Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdhar, Bondowoso; K.H. Cholil bin Abdul Muthalib, Bangkalan, Madura (Kiai Cholil Bangkalan); dan Habib Alwi bin Abdullah Shahab, Tarim, Hadramaut.

Pada 1940 ia pindah ke Jakarta, lalu membuka majelis taklim dan berdakwah ke berbagai daerah di Indonesia. Ia adalah seorang orator, dengan hafalan yang kuat dan pengetahuan agama yang luas. Di rumahnya terdapat sebuah perpustakaan yang diberi nama Al-Fakhriah. Ia wafat di Jakarta pada 10 Rabiulawal 1389 H (27 Juni 1969).

Makam Habib Kuncung Kalibata

Ada seorang ulama, yang juga habib karismatik, yang nama panggilannya unik: Habib Kuncung. Dialah Habib Ahmad bin Alwi Al-Hadad. Julukan itu konon karena semasa hidupnya ia selalu mengenakan peci tarbus Turki ala Abu Nawas yang berkuncir, berkuncung. Makam Habib Kuncung terletak di sebelah Masjid At-Taubah, Rawajati Barat, Kalibata, Jakarta Selatan.

Ulama, mubalig, dan waliullah ini masih keturunan ke-40 Rasulullah SAW. Semasa hidupnya ia juga dikenal sebagai pedagang keliling di beberapa daerah Nusantara, seperti Batavia, Makassar, bahkan juga sampai ke negara manca, Singapura. Ia wafat sekitar tahun 1922

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *