karomah,Ibnu Atha'illah,Ibnu Attho'illah

WALI ALLAH DI JAKARTA

Diposting pada

Jakarta banyak menyimpan memori sejarah. Bukan hanya sejarah perjuangan politik, tapi juga sejarah dakwah. Selain memiliki beberapa masjid tua dan antik bernilai sejarah tinggi, dan masjid-masjid baru dengan arsitektur modern, Jakarta juga “menyimpan” banyak makam keramat para waliullah atau ulama-ulama besar.

Pada hari-hari tertentu, masjid maupun makam-makam keramat tersebut sering diziarahi ratusan kaum muslimin. Baik peziarah domestik maupun asing. Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat, misalnya, atau masjid tua seperti Masjid Kebon Jeruk di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, juga Masjid Jembatan Lima di Jakarta Barat. Begitu pula Masjid Luar Batang di Jakarta Utara dan Masjid Kwitang, Jakarta Pusat.

Baca juga:  Kisah Mas Bahar Sidogiri 'Meniduri' Istri Syaikhana Khalil Bangkalan

Pada bulan Maulud atau Rabiulawal, ribuan orang berziarah ke sana. Teristimewa di malam Jumat, masjid-masjid itu penuh oleh peziarah yang datang dan pergi sejak pagi hingga malam hari. Bahkan di bulan Ramadan, di antara mereka ada yang bermalam di sana. Terutama karena di kompleks Masjid Luar Batang terdapat makam seorang wali, yaitu makam Habib Husain bin Abubakar Alaydrus, sementara di kompleks Masjid Kwitang terdapat makam ulama besar, Habib Ali bin Abdurrahman bin Abdullah Alhabsyi.

Ziarah tardisional itu juga merupakan kesempatan bagi para pedagang untuk meraup rezeki Allah. Mereka berjualan berbagai macam dagangan, mulai dari buku-buku agama, mukena, sajadah, busana muslim dan muslimah, tasbih, minyak wangi, makanan dan minuman, sampai mainan anak-anak.

Baca juga:  Karomah Abuya Dimyati Cidahu Padeglang

Makam Luar Batang

Tidak terlalu sulit untuk mencapai makam Luar Batang, karena letaknya tak jauh dari kawasan Pasar Ikan, Jakarta Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *