wali aimah

WALI AIMMAH, TUGAS DAN KEDUDUKANNYA

Diposting pada

Wali Aimmah / Wali Imaamani/ Wali Imaamain

Kedudukan wali Aimmah ini satu tingkat di bawah wali Quthub dan tugasnya adalah sebagai pembantu wali Quthub tersebut, serta menggantikan kedudukan wali Quthub jika sudah wafat.

Jumlah wali Aimmah ini hanya ada dua di muka bumi, sedangkan salah satunya harus menggantikan wali Quthub dengan petunjuk Allah Ta’ala melalui wali Quthub.

Wali Quthub diberi kemampuan oleh Allah Ta’ala untuk bisa melihat siapa di antara kedua wali Aimmah itu yang harus menggantikannya.

Kedua wali Aimmah ini memiliki julukan sendiri², yaitu Abdul Robbi dan Abdul Malik.

وأما الإمامان فهما شخصان أحدهما عن يمين القطب والآخر عن شماله فالذي عن يمينه ينظر فى الملكوت وهو أعلى من صاحبه ، والذى عن شماله ينظر فى الملك ، وصاحب اليمين هو الذي يخلف القطب ، ولهما أربعة أعمال باطنة وأربعة ظاهرة :

Adapun Wali Dua Imam (Imaamani), yaitu dua pribadi (2 orang), salah satu ada di sisi kanan Quthub dan sisi lain ada di sisi kirinya.

Yang ada di sisi kanan senantiasa memandang alam Malakut (alam batin) dan derajatnya lebih luhur ketimbang kawannya yang di sisi kiri, sedangkan yang di sisi kiri senantiasa memandang ke alam jagad semesta (muluk).

Sosok di kanan Quthub adalah Badal dari Quthub. Namun masing² memiliki empat amaliyah Batin, dan empat amaliyah Lahir.

BACA JUGA:  WALI INI TINGGI MARTABATNYA SAMPAI NABI KHIDIR TIDAK MENGENALINYA

فأما الظاهرة ، فالزهد والورع والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر

Yang bersifat Lahiriyah adalah: Zuhud, Wara’, Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar.

وأما الباطنة فالصدق والإخلاص والحياء والمراقبة

Sedangkan yang bersifat Batiniyah: Sidiq ( Kejujuran hati) , Ikhlas, Memelihara Malu dan Muroqobah.

وقال القاشاني فى اصطلاحات الصوفية :

Syekh Al Qosyani dalam istilah kitab kewaliannya Berkata :

الإمامان هما الشخصان اللذان أحدهما عن يمين القطب ونظره فى الملكوت

Wali Imami adalah dua orang, satu di sebelah kanan Qutub dan dan senantiasa memandang alam malakut (alam keajaiaban menyaksikan mukawwin)

والآخر عن يساره ونظره فى الملك،

, dan yang lainnya (satu lagi) di sisi kiri (wali Qutub), sedangkan yang di sisi kiri senantiasa memandang ke alam jagad semesta (muluk).

وهو أعلى من صاحبه وهو الذى يخلف القطب ،

dan derajatnya lebih luhur ketimbang kawannya yang di sisi kanan, Sosok di kiri Quthub adalah Badal dari Quthub.

قلت وبينه وبين ما قبله مغايرة فليتأمل

Syech Al Qosyani berkata, diantara dirinya (yang sebelah kiri) dan antara sesuatu yang sebelumnya (sebelah kanan) memiliki perbedaan dalam perenungan. (Di nukil dari mafahirul a’liyyah)