imam Ghozali,al Ghazali

TINGKATAN IKHLAS

Diposting pada

Ikhlas terdiri atas tiga tingkatan :

‎فإخلاص العوام: هو إخراج الخلق من معاملة الحق مع طلب الحظوظ الدنيوية والأخروية كحفظ البدن والمال وسعة الرزق والقصور والحور

{1} IKHLAS AWAM

yaitu berbuat karena Allah semata, namun masih menginginkan bagian dunia dan akhirat, seperti kesehatan, kekayaan, rizki yang melimpah , dan juga kemegahan di surga serta bidadari;

‎وإخلاص الخواص: طلب الحظوظ الأخروية دون الدنيوية
.

{2} IKHLAS KHAWAS

yaitu hanya menginginkan bagian akhirat tanpa memperdulikan bagiannya di dunia;

‎وإخلاص خواص الخواص: إخراج الحظوظ بالكلية، فعبادتهم تحقيق العبودية والقيامُ بوظائف الربوبية محبة وشوقاً إلى رؤيته،
.

{3} IKHLAS KHAWASUL KHAWAS

yaitu melepaskan seluruh keinginan atau bagian kesenangan serta balasan dunia dan akherat, persembahan mereka semata-mata hanya untuk merealisasikan ubudiyah sekaligus melaksanakan hak dan perintah Ke-Tuhanan (Rububiyah), karena cinta dan rindu untuk melihat Allah SWT.

Dalam kitab minhajul abidin terdapat permasalahan yaitu : Banyak masyayikh yang mengamalkan surat waqiah sewaktu dilanda kesulitan, mereka membaca Al-Quran yang termasuk amalan akhirat tapi dengan menghendaki dunia, apakah tidak termasuk riya’?.

Baca juga:  41 PESAN HIKMAT IMAM GHAZALI

Imam ghazali menjawab bahwa tujuan mereka adalah dunia yang digunakan untuk kebaikan, mengajarkan ilmu, menolak ahli bid’ah, membela kebenaran, mengajak-ngajak manusia menuju ibadah, dan mempermudah ibadah.

‎فَهَذِهِ كُلُّهَا إرَادَاتٌ مَحْمُودَةٌ لَا يَدْخُلُ شَيْءٌ مِنْهَا فِي بَابِ الرِّيَاءِ ؛ إذْ الْمَقْصُودُ مِنْهَا أَمْرُ الْآخِرَةِ بِالْحَقِيقَة

Ini semua adalah keinginan / tujuan yang terpuji yang tidak masuk kedalamnya sesuatupun dari unsur riya’. Karena harta dunia (yang dicari dari surat waqiah) hakikatnya adalah berorientasi akhirat.
Hal ini berlandaskan pada hadits shohih; “innamal a’mal bin niyyaat ” yang dijabarkan dalam sebuah hadits :

‎كم من عمل يتصور بصورة الدنيا فيصير من أعمال الآخرة بحسن النية, وكم من عمل يتصور بصور الآخرة فيصير من أعمال الدنيا بسوء النية

Artinya ” Berapa banyak amal yang berbentuk amal dunia tetapi menjadi amal akhirat karena baiknya niat dan berapa banyak amal yang berbentuk amal akhirat tetapi jadi amal dunia belaka karena jeleknya niat”.