TALBIS IBLIS TERHADAP ORANG ZUHUD

Diposting pada

Daftar Isi

Iblis senantiasa menggencarkan tipu dayanya terhadap manusia termasuk kepada orang yang zuhud, dan ahli ibadah.

Dikutip dari buku Talbis Iblis karya Ibnul Jauzi dengan pentahqiq Syaikh Ali Hasan al-Halabi, mungkin orang awam pernah mendengar celaan atas nikmat dunia, baik dalam Alquran ataupun hadits. Lalu, mereka menilai bahwa jalan selamat adalah dengan meninggalkan dunia. Penilaian tersebut keliru, sebab dunia seperti apa yang tercela itu tidak mereka pahami, sehingga Iblis mentalbis mereka dengan berkata: “Kamu tidak akan selamat di akhirat kecuali dengan meninggalkan kehidupan dunia.”

Sehingga, orang yang punya pemahaman demikian mengasingkan diri ke gunung. Maka dia menjauhi shalat Jumat, shalat berjamaah, juga menuntut ilmu. Mengubah diri menjadi seperti hewan liar. Terbayang olehnya bahwa itu adalah zuhud yang sesungguhnya. Keyakinan ini didukung oleh lingkungan saat mendengar fulan pergi entah ke mana, dan mendengar fulan beribadah di gunung. Padahal saat itu ia memiliki keluarga yang akan terlantar jika ditinggalkan. Atau terkadang ada yang masih mempunyai ibu yang pasti menangis karena berpisah dengannya.

BACA JUGA:  Anjing Hitam Bicara Ilmu Haqiqot

Di sisi lain, mungkin waktu itu orang ini masih belum mengetahui rukun-rukun shalat yang sesungguhnya, dan dimungkinkan juga dia punya tanggungan yang belum dia tunaikan kepada seseorang.

Iblis leluasa menipu orang seperti itu sebab minimnya ilmu yang dia miliki. Salah satu tanda kebodohannya ialah seseorang merasa puas diri dengan ilmu yang dikuasainya. Andaikan dia mau berteman dengan seorang faqih (ulama) yang memahami berbagai hakikat, tentulah dia menyadari bahwa dunia tidaklah tercela karena keberadaannya.

Bagaimana mungkin karunia yang Allah anugerahkan dikatakan sebagai sesuatu yang tercela? Padahal semua itu merupakan faktor terpenting bagi keberlangsungan hidup manusia, dan sarana yang dapat membantu mereka untuk meraih ilmu serta beribadah kepada-Nya, seperti makan, minum, pakaian, dan masjid untuk tempat shalat?