Tag: tasawuf

Kajian Tasawuf, Penyebab Kerasnya Hati

Permalink to Kajian Tasawuf, Penyebab Kerasnya Hati
Mengenai Kajian Tasawuf, Penyebab Kerasnya Hati, Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Bada’i al-Fawa’id , “Tatkala mata telah mengalami kekeringan disebabkan tidak pernah menangis karena takut kepada Allah ta’ala, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya keringnya mata itu adalah bersumber dari kerasnya hati. Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras.”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

al Hallaj, Ana al Haqq Akulah Kebenaran Tertinggi

Permalink to al Hallaj, Ana al Haqq Akulah Kebenaran Tertinggi
Al Hallaj atau Husain ibn Mansur al Hallaj atau biasa disebut dengan Al Hallaj, beliau lahir di Thur di kawasan Baidhah, Iran Tenggara, pada tanggal 26 Maret 866M . Ia merupakan seorang keturunan Persia. Kakeknya adalah seorang penganut Majusi dan ayahnya memeluk Islam. Al-Hallaj merupakan syekh sufi abad ke-9 dan ke-10 yang paling terkenal. Ia terkenal

Memaknai Tembang Ilir-ilir secara Tasawuf

Permalink to Memaknai Tembang Ilir-ilir secara Tasawuf
Tembang Ilir-ilir mengajak kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt, hendaknya di mulai ketika usia masih muda, selagi masih lebih banyak tenaga, waktu, dan kesempatan. Agar ketika umur kita tinggal sejengkal kita sudah siap untuk menghadapNya. Sebenarnya Ilir-ilir ditujukan untuk mengajak kita bermakrifat kepada Allah swt, untuk merintisnya haruslah dimulai ketika usia masih muda,

Abu Dzar al Ghiffari, Tak Ada Yang Mau Menguburkan Jazadnya

Permalink to Abu Dzar al Ghiffari, Tak Ada Yang Mau Menguburkan Jazadnya
Abu Dzar al Ghiffari , yang meninggal pada 22 Hijjri yah. Pada masanya terjadi pertikaian politik, pusat pemerintahan di pindah dari Medina ke Damascus  Syria. Abu Dzar al-Ghiffari tetap tinggal di Medina,  berpegang teguh pada al-Quran dan sunnah Nabi Muhammad dalam menempuh ke zuhud annya. Diriwayatkan dari al-Sya’rani, Abu Dzar al Ghiffari , ber kata:

Imam Ghozali, Latihan Rohaniah seorang Sufi

Menurut Imam Ghozali para sufilah pencari kebenaran yang paling hakiki, jalan sufi adalah paduan ilmu dengan amal, sebagai buahnya adalah moralitas. Keistimewaan para sufi tidak mungkin tercapai  hanya dengan belajar, harus dengan ketersingkapan batin, keadaan rohaniah, serta penggantian tabiat-tabiat.

al Qusyairi, Prinsip-Prinsip Tasawuf Ahlu Sunnah

Permalink to al Qusyairi, Prinsip-Prinsip Tasawuf  Ahlu Sunnah
al Qusyairi nama lengkapnya, Abdul Karim ibn Hawazin, Lahir pada tahun 376 Hijriyyah di Istiwa, Nishapur. Di Nishapur pula ia tumbuh besar dan bertemu guru nya Abu Ali al-Daqqaq, seorang sufi terkenal . Qusyairi mempelajari Fiqih kepada Abu Bakar Muhammad bin Abu Bakar al-Thusi (meninggal 405 H), serta belajar ilmu kalam dan usul fiqih kepada Abu

Rabiah al Adawiyyah : Kisah dan Jatidiri

Permalink to Rabiah al Adawiyyah : Kisah dan Jatidiri
Rabiah al Adawiyyah nama lengkapnya adalah Ummul Khair Rabiah binti Isma’il al-Adawiyah al-Qisiyyah. Dia lahir di Bashrah, lalu hidup sebagai hamba sahaya di keluarga ‘Atik , Muslim yang kaya dan banyak uang . dikisahkan dari beberapa riwayat yang menghubungkan Rabiah Adawiyyah dengan Hasan al-Bashri. Tapi masalahnya Rabiah meninggal pada tahun 185 H, Hasan al-Bashri meninggal

Abu Sulaiman Darani,Tangis Cinta Seorang Sufi

Abu Sulaiman al-Darani, berasal dari Daran, Damaskus, Syria.  Yang wafat pada tahun 215 H. Abu Sulaiman al-Darani ber kata , “Tidak seorang pun bersikap asketis ( zuhud) terhadap pesona dunia ini kecuali yang ada pada kalbunya, oleh Allah, diletakkan cahaya yang membuatnya selalu terpesona oleh hal akhirat.” Dalam hal ini Abu Sulaiman al-Darani, menjadi landasan pengetahuan

al Qusyairi Belajar Berbagai Ilmu Kepada Nabi Khidir

Permalink to al Qusyairi Belajar Berbagai Ilmu Kepada Nabi Khidir
Nabi Khidir memilih al Qusyairi untuk diajari berbagai ilmu. Kisah ini tentang Nabi Khidir yang mengajarkan berbagai macam ilmu kepada al-Qusyairi, dengan bekal ini al Qusyairi menulis ribuan kitab yang menjadi rujukan dan pedoman bagi ulama’ sesudahnya. Tatkala Abul Qosim al-Qusyairi, baru meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu ke Bukhara. sejenak ia teringat betapa pakaian

Kumpulan Puisi Sufi : Fana Hulul, Kabah Qolbu, Makrifat

Permalink to Kumpulan Puisi Sufi : Fana Hulul, Kabah Qolbu, Makrifat
Kumpulan Puisi Sufi  Abu al-Mughits al-Husain bin Manshur bin Muhammad al Baidhawi Al-Hallaj Fana’ dan Hulul Duh, penganugerah bagi si pemegang karunia, Terhadap diri-Mu dan diriku begitu aku terpada, Kau buat begitu dekat diriku dengan-Mu, sehingga, Kau adalah aku, begitu kukira, Kini dalam wujud diriku menjadi sirna, Dengan-Mu aku Kau buat menjadi fana Aku yang kucinta,

Puisi Cinta Ilahi Ibnu Faridh Yang Menyentuh Qolbu

Permalink to Puisi Cinta Ilahi Ibnu Faridh Yang Menyentuh Qolbu
Puisi Cinta Ilahi Ibnu Faridh, Puisi Cinta Ilahi adalah corak dari puisi puisi dari Sufi Ibnu Faridh, Diantara banyak puisi puisi Ibnu Faridh, salah satu yang mengungkapkan ketersingkapan Kolbunya adalah: O Samiri !  Roh Makkah adalah rohku; Pujilah andaikan kau ingin bahagiakan aku;  Di situ Akrabku dan mi’raj suciku; Maqom Ibrohim tempatku dan di situ

al-Harits bin As’ad al-Muhasibi, Tahapan-Tahapan Ma’rifat

al Harits bin As’ad al-Muhasibi, berasal dari Bashra yang meninggal di Baghdad tahun 243 H. Beliau di beri gelar al-Muhasibi karena  suka melangsungkan introspeksi. Harits bin As’ad al-Muhasibi mengarang berbagai kitab yang terkenal salah satu Kitab karyanya , al-Ri’ayah li Huquq al-Insan, salah satu karya Islam yang terindah tentang kehidupan batin.

Syekh Siti Jenar : Manunggaling Kawula Gusti

Permalink to Syekh Siti Jenar : Manunggaling Kawula Gusti
Syekh Siti Jenar (juga dikenal dalam banyak nama lain, antara lain Sitibrit, Lemahbang, dan Lemah Abang) adalah seorang tokoh yang dianggap Sufi dan juga salah satu penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal-usulnya. Di masyarakat terdapat banyak varian cerita mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar. Tidak terdapat cukup bukti bahwa

Jalan Pintas Menemui Allah Yang Masih Dirahasiakan

Jalan Pintas Menemui Allah Suatu ketika berkumpul berdua antara Nabi saw dan Shahabat Ali ra : “Ya Rasul, adakah jalan pintas untuk bertemu Allah?”. Padahal sebenarnya Shahabat Ali pasti mengetahui banyak cara untuk menemui Allah: Bekerja karena Allah, Shalat Sunnah dan shalat wajib karena Allah, sedekah wajib atau sunnah karena Allah dan lain-lain. Itu merupakan

Sunan Kalijaga, Dzikir

Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo adalah pemimpin para Wali di tanah Jawa. Sunan Kalijogo sangat melegenda di Masyarakat Jawa. Dalam mendekatan diri kepada Allah swt, Sunan Kalijogo menggunakan dzikir sebagai sarananya. Berbagai macam bacaan dzikir beliau ajarkan kepada muridnya , begitupun cara berdzikirnya, mulai dzikir lisan, dzikir nafas , dzikir kolbu, dzikir ruh, dzikir perbuatan

Imam Ghozali, Mengenal Allah

Imam Ghozali memiliki karya yang sangat terkenal, yaitu Ihya’ Ulumuddin, sel ain itu dia pula mempunyai karya yang lain: “Munqid min Dhalal, Maqashid Falasifah, Tahafut Falasifah, Iqtishad fi I’tiqad, Jam Awam’an ‘Ilm Kalam, Mi’yar ‘Ilm, Al-Mustashfa (ushul Fiqh), Minhaj “Abidin, Kimia’ Sa’adah, Risalah Laduniyyah, Misykat al-Anwar, Madhmun bih ‘ala Ghair Ahlil, Maqshid Asna fi Syarkh Asma’

Inilah Bacaan Dzikir Nafas Yang Sebenarnya

Permalink to Inilah Bacaan Dzikir Nafas Yang Sebenarnya
Dzikir Nafas Maksudnya adalah Dzikir yang beriringan dengan irama nafas, melaksanan dzikir ketika menghirup dan menghembuskan nafas tanpa melambatkan atau mempercepat irama nafas, sebab jika melambatkan atau mempercepat irama nafas maka akibatnya sangat berbahaya bagi tubuh. Sebelum melaksanakan Dzikir Nafas harus benar-benar menguasai Dzikir Lisan, jika Anda belum membaca Dzikir Lisan sebaiknya Anda Membacaya dahulu

Ibnu Arabi, Sufi Pemikir Besar dari Spanyol

Permalink to Ibnu Arabi, Sufi Pemikir Besar dari Spanyol
Ibnu Arabi, yang  nama lengkapnya Abu Bakr Muhammad ibn ‘Ali ibn Ahmad ibn ‘Abdullah al-Tha’i al-Hatimi, lahir di Murcia Andalusia Tenggara, Spanyol, yang pada tahun 560 H adalah wilayah Islam, meninggal di hijaz tahun 638 H. beliau digelari al-Syaikh al-akbar. Ibn Arabi adalah pemikir besar Islam, karyanya yang terkenal adalah al-Futuhat al-Makiyyah, Fushush al-Hikam, Turjuman

Alam Jabarut Malakut dan Alam Mulk

Permalink to Alam Jabarut Malakut dan Alam Mulk
Alam Jabarut Malakut dan Alam Mulk Di antaranya 3 buah alam yang diberi istilah Alam Jabarut, Alam Malakut, dan Alam Mulk.   Alam Jabarut Alam Jabarut, adalah alam yang “paling dekat” dengan aspek2 Ketuhanan, penghuni alam Jabarut adalah ‘sesuatu yang bukan Allah dalam aspek Ahadiyyah’, melainkan derivasi dari aspek Ahadiyyah yang tertinggi selain apa pun

Tasawuf Menjernihkan Kembali Kalbu

Permalink to Tasawuf Menjernihkan Kembali Kalbu
Tasawuf merupakan jalan untuk menjernihkan kembali kalbu dari dosa-dosa dan hijab yang menutupinya, agar lebih dekat pada Allah swt. Tasawuf untuk meningkatkan jiwa seorang manusia, secara moral, melalui latihan-latihan praktis tertentu, kadang untuk menyatakan pemenuhan fana’ dalam Realitas Yang Tertinggi serta pengetahuan tentang-Nya secara intuitif, tidak secara rasional, yang buahnya adalah kebahagiaan rohaniah, yang hakekat

Ajaran Tasawuf: Mahabbah, Syauq

Permalink to Ajaran Tasawuf: Mahabbah, Syauq
* Ajaran Tasawuf:  Mahabbah: kecenderungan kepada Allah secara paripurna, mengutamakan urusan-Nya atas diri sendiri, jiwa dan hartanya, sepakat kepada-Nya lahir dan batin, dengan menyadari kekurangan diri sendiri (Syaikh alMuhasibiy). Rabi’ah berkata: “Orang yang mahabbah kepada Allah itu tidak habis rintihan kepada-Nya sampai ia dipanggil ke sisiNya.

al Qusyairi, Hakekat Fana

Permalink to al Qusyairi, Hakekat Fana
al Qusyairi, Beliau wafat pada tahun 465 H,ijriyyah  Karya al-Qusyairi yang sangat Fenomenal adalah Risalah Qusyairiyyah. Dalam Kitabnya tersebut al-Qusyairi berpendapat tentang Fana’ , “Barangsiapa menyaksikan terjadinya kemampuan diluar berbagai kondisi hukum maka dikatakan bahwa dia fana’ dari apapun yang terjadi pada makhluk.”

Apa itu Dzikir Kolbu, Bagaimana Cara Melaksanakannya?

Setelah kita membahas  Proses Berdzikir, Dzikir Lisan, Dzikir Nafas Selanjutnya kita akan membahas tentang Dzikir Kolbu.  Pada tahap ini yang berdzikir adalah hati, atau kolbu.  Supaya kolbu lebih “hidup” dalam arti dapat merasakan Kehadiran Illah, Robb. Dalam menjalani Jalan yang Suci ini, kedudukan dzikir Kolbu adalah sangat  strategis karena pada tahap inilah kolbu benar-benar dilatih

Kisah Abu Ubaidah al Jarroh, Sahabat Nabi Yang Terpercaya

Permalink to Kisah Abu Ubaidah al Jarroh, Sahabat Nabi Yang Terpercaya
Abu Ubaidah al Jarroh, yang meninggal pada pada 18 H.  Abu Ubaidah al-Jarroh, berkata: “Betapa banyak orang yang mencuci bajunya, tapi mengotori agamanya. Dan betapa banyak orang yang memuliakan dirinya sendiri, tapi dia dalam pandangan dirinya tidak ada artinya. Maka bersegeralah kalian memperbaiki keburukan-keburukan lama dengan kebaikan-kebaikan baru. Sebab sekiranya diantara kalian ada yang berbuat

Abdul Wahid bin Zaid dan Calon Suami Bidadari Tercantik di Surga

Permalink to Abdul Wahid bin Zaid dan Calon Suami Bidadari Tercantik di Surga
Abdul Wahid bin Zaid, salah seorang teman Hasan al Basri, yang berasal dai Bashrah Iraq, Abdul Wahid bin Zaid meninggal pada 177 H. Abdul Wahid bin Zaid diliputi rasa takut kepada Allah, berpaling dari kelezatan duniawi, baik dalam makan maupun minum sekedarnya, ataupun dalam tindakan lain, yang tidak keluar dari batasan kezuhudan Nabi Muhammad dan