Tag: sunan kalijogo

Memaknai Tembang Ilir-ilir secara Tasawuf

Permalink to Memaknai Tembang Ilir-ilir secara Tasawuf
Tembang Ilir-ilir mengajak kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt, hendaknya di mulai ketika usia masih muda, selagi masih lebih banyak tenaga, waktu, dan kesempatan. Agar ketika umur kita tinggal sejengkal kita sudah siap untuk menghadapNya. Sebenarnya Ilir-ilir ditujukan untuk mengajak kita bermakrifat kepada Allah swt, untuk merintisnya haruslah dimulai ketika usia masih muda,

Rahasia Titik Ba

Permalink to Rahasia Titik Ba
Assalamualaikum Wr Wb .. mengenai Rahasia Titik Ba telah di wedar oleh Kanjeng Sunan Bonang kepada Kanjeng Sunan Kalijaga: Kanjeng Sunan Kalijaga berkata kepada Sunan Bonang, : “Yaa Syeikh, ajari aku tentang Islam, tidak perlu banyak banyak..cukup satu TITIK BA saja yang ada dalam Bismillah…” “Seluruh kandungan rahasia Al-Qur’an ada di dalam Al-Fatihah. Dan semua

Walisongo Ternyata Jumlahnya Tidak Sembilan,

Walisongo Ternyata jumlahnya tidak hanya sembilan. Bila ada seorang anggota majelis WaliSongo ada yang wafat, maka posisinya digantikan oleh tokoh lainnya. Mereka satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, baik dalam ikatan darah atau karena pernikahan, maupun dalam hubungan guru-murid. Pada tahun 808 Hijrah atau 1600-an Masehi para ulama itu berangkat ke Pulau Jawa. Mereka adalah:

Sunan Kalijaga, Dzikir

Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo adalah pemimpin para Wali di tanah Jawa. Sunan Kalijogo sangat melegenda di Masyarakat Jawa. Dalam mendekatan diri kepada Allah swt, Sunan Kalijogo menggunakan dzikir sebagai sarananya. Berbagai macam bacaan dzikir beliau ajarkan kepada muridnya , begitupun cara berdzikirnya, mulai dzikir lisan, dzikir nafas , dzikir kolbu, dzikir ruh, dzikir perbuatan

PERTEMUAN SUNAN KALIJAGA DENGAN NABI KHIDIR

Permalink to PERTEMUAN SUNAN KALIJAGA DENGAN NABI KHIDIR
Ini adalah uraian dari Suluk Linglung, yang berisi tentang Pertemuan Sunan Kalijaga dengan Nabi Khidir. Sebuah kitab klasik semacam kumpulan puisi yang berisi dialog pertemuan dan wejangan Nabi Khidir kepada Sunan Kalijaga. Suluk ini aslinya berbahasa Jawa. menurut penelitiah : penulis isi dari suluk ini hampir sama dengan Serat Dewa Ruci yang sebelumnya disinyalir oleh

Wali Joko Pendiri Kota Kendal

Permalink to Wali Joko Pendiri Kota Kendal
Wali Joko yang memiliki nama kecil Jaka Suwirya adalah kakak-beradik dengan Sunan Katong yang konon dimakamkan di Kaliwungu. Wali Joko yang di saat mudanya bernama Pangeran Panggung, merupakan putra bungsu Prabu Kertabumi atau Prabu Brawijaya V dengan Permaisuri Dewi Murdaningrum, seorang putri dari Kerajaan Campa (ada yang menyebutkan Kamboja atau Thailand saat ini). Berdasarkan penelusuran

Sunan Geseng Terbakar Hingga Gosong

Sunan Geseng Nama asli Sunan Geseng adalah : Raden Mas Cokro Joyo, Keturunan dari Prabu Brawijaya + Dewi Rengganis, Pangeran Sumono / Ki Ageng Pakotesan, Pangeran Kartosuro, Tumenggung Wirantoko, Tumenggung Wono Joyo, Raden Mas Cokro Joyo ( yang akhirnya setelah berguru Kepada Sunan Kalijaga bergelar SUNAN GESENG ) Dewi Rengganis : Putri dari P. Darmomoyo, Putra Nyai ageng Bagelen, Keturunan

Sunan Panggung Dibakar Hidup hidup

Sunan Panggung Sunan Kalijogo berputera Sunan Panggung dari hasil pernikahannya dengan Retna Siti Zaenab yang saudaranya Sunan Gunung Jati. Sunan Panggung muda, semula mempelajari Syari’ah sampai menguasai hal-hal syari’ah tersebut. Selanjutnya beliau juga mempelajari Thoriqoh, dan Sunan Panggung muda kemudian sangat-sangat tertarik dengan Hakikat dan Ma’rifat, dan diceritakan beliau juga sakti mandraguna disamping beliau adalah

Suluk Linglung Wejangan Nabi Khidir kepada Sunan Kalijaga

Permalink to Suluk Linglung Wejangan Nabi Khidir kepada Sunan Kalijaga
Menurut beberapa sumber, suluk Linglung adalah wejangan Nabi Khidir kepada Kanjeng Sunan Kalijogo. Ketika itu Sunan Kalijogo akan pergi ke Mekkah , tapi Sunan Kalijogo dicegah oleh Nabi Khidir, karena bila Sunan Kalijogo pergi maka penduduk Pulau Jawa akan kembali kafir. Akhirnya Sunan Kalijogo membatalkan kepergiannnya.   Inilah kutipan wejangannya: