Tag: Sunan Bonang

PESAN SUNANG BONANG : KEMBALI DALAM KEKOSONGAN

Permalink to PESAN SUNANG BONANG : KEMBALI DALAM KEKOSONGAN
PESAN SUNANG BONANG : KEMBALI DALAM KEKOSONGAN Manusia yg hakiki, berwujud hak yg memiliki kekuasaan ada dengan sendirinya, Suksma masuk ke dalam hamba, hamba masuk ke dalam Suksma, napas hilang masuk ke dalam kekosongan, badan hancur bercampur tanah. Inilah intisari dari Suluk Walisanga yg disampaikan Sunan Bonang. Atau yg merupakan penerjemahan berikut: Ya janma kang

Syekh Maulana Jumadil Kubro Penyebar Sebelum Wali Songo

Syekh Maulana Jumadil Kubro bernama lengkap Syeikh Jamaluddin al-Husain al-Akbar. Syekh Maulana Jumadil Kubro adalah moyangnya Sunan Bonang dan Sunan Drajad. Beliau ini adalah keturunan ke-18 Rasulullah Muhammad SAW dari pernikahan dengan Siti Chotijah dari jalur putri Nabi Muhammad SAW. Syekh Maulana Jumadil Kubro adalah salah seorang ulama besar yang merupakan cikal bakal dalam penyebaran Islam di

Sunan Bonang, Makamnya Di Dua Tempat

Permalink to Sunan Bonang, Makamnya Di Dua Tempat
Sunan Bonang dilahirkan pada tahun sekitar 1465, dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim. Dia adalah putra Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila. Bonang adalah sebuah desa di kabupaten Rembang. Sunan Bonang wafat pada tahun 1525 M, dan saat ini makam aslinya berada di Desa Bonang. Namun, yang sering diziarahi adalah makamnya di kota Tuban. Lokasi

Memaknai Tembang Ilir-ilir secara Tasawuf

Permalink to Memaknai Tembang Ilir-ilir secara Tasawuf
Tembang Ilir-ilir mengajak kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt, hendaknya di mulai ketika usia masih muda, selagi masih lebih banyak tenaga, waktu, dan kesempatan. Agar ketika umur kita tinggal sejengkal kita sudah siap untuk menghadapNya. Sebenarnya Ilir-ilir ditujukan untuk mengajak kita bermakrifat kepada Allah swt, untuk merintisnya haruslah dimulai ketika usia masih muda,

Rahasia Titik Ba

Permalink to Rahasia Titik Ba
Assalamualaikum Wr Wb .. mengenai Rahasia Titik Ba telah di wedar oleh Kanjeng Sunan Bonang kepada Kanjeng Sunan Kalijaga: Kanjeng Sunan Kalijaga berkata kepada Sunan Bonang, : “Yaa Syeikh, ajari aku tentang Islam, tidak perlu banyak banyak..cukup satu TITIK BA saja yang ada dalam Bismillah…” “Seluruh kandungan rahasia Al-Qur’an ada di dalam Al-Fatihah. Dan semua

Walisongo Ternyata Jumlahnya Tidak Sembilan,

Walisongo Ternyata jumlahnya tidak hanya sembilan. Bila ada seorang anggota majelis WaliSongo ada yang wafat, maka posisinya digantikan oleh tokoh lainnya. Mereka satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, baik dalam ikatan darah atau karena pernikahan, maupun dalam hubungan guru-murid. Pada tahun 808 Hijrah atau 1600-an Masehi para ulama itu berangkat ke Pulau Jawa. Mereka adalah:

Suluk Tasawuf Sunan Bonang

Permalink to Suluk Tasawuf Sunan Bonang
Sunan Bonang merupakan ulama’, beliau juga ahli dalam ilmu tasawuf, suluk, falaq, sastra, musik gamelan dan seni pertunjukan. Beliau menguasai beberapa bahasa, diantaranya, Arab Persia, Melayu dan Jawa Kuno.  Sebagai seorang penyair sufi, Sunan Bonang menulis Suluk-suluk yang mengungkapkan pengalamannya menempuh

Walisongo: Sunan Ampel

Sunan Ampel pada masa kecilnya bernama Raden Rahmat, dan diperkirakan lahir pada tahun 1401 di Champa. Menurut beberapa riwayat, orang tua Sunan Ampel adalah Ibrahim Asmarakandi yang berasal dari Champa dan menjadi raja di sana. Ibrahim Asmarakandi disebut juga sebagai Maulana Malik Ibrahim. Ia dan adiknya, Maulana Ishaq adalah anak dari Syekh Jumadil Qubro. Ketiganya