Tag: Malik bin Dinar

Kisah Hikmah, Mualaf & Dinnar dari Akhirat

Permalink to Kisah Hikmah, Mualaf & Dinnar dari Akhirat
Kisah Hikmah, Mualaf & Dinnar dari Akhirat Dua kakak beradik Majusi (penyembah api), kecewa dengan api yang mereka sembah. Pasalnya, waktu dites, api itu tidak jadi dingin, tapi malah membakar jemari si adik. Padahal sudah mereka sembah bertahun-tahun. Di tengah galau bimbang mereka, keduanya mendengar tentang Islam. Dan di daerah nun jauh di sana, katanya,

Kisah Malik bin Dinar Kakek Tua dan Ular Besar

Permalink to Kisah Malik bin Dinar Kakek Tua dan Ular Besar
Malik bin Dinar, yang meninggal pada 131 H. Ibn Khallikan menulis sebagai berikut:  “Malik bin Dinar adalah ilmuwan yang zuhud dan rendah hati. Dia adalah seorang yang suka merendah dan tidak mau makan kecuali dari hasil kerjanya sendiri. Dan kerjanya adalah menulis mushaf dengan upah.” Malik bin Dinar Ber kata :  ” Barang siapa menyertai

Tasawuf Menjernihkan Kembali Kalbu

Permalink to Tasawuf Menjernihkan Kembali Kalbu
Tasawuf merupakan jalan untuk menjernihkan kembali kalbu dari dosa-dosa dan hijab yang menutupinya, agar lebih dekat pada Allah swt. Tasawuf untuk meningkatkan jiwa seorang manusia, secara moral, melalui latihan-latihan praktis tertentu, kadang untuk menyatakan pemenuhan fana’ dalam Realitas Yang Tertinggi serta pengetahuan tentang-Nya secara intuitif, tidak secara rasional, yang buahnya adalah kebahagiaan rohaniah, yang hakekat

Ajaran Tasawuf: Mahabbah, Syauq

Permalink to Ajaran Tasawuf: Mahabbah, Syauq
* Ajaran Tasawuf:  Mahabbah: kecenderungan kepada Allah secara paripurna, mengutamakan urusan-Nya atas diri sendiri, jiwa dan hartanya, sepakat kepada-Nya lahir dan batin, dengan menyadari kekurangan diri sendiri (Syaikh alMuhasibiy). Rabi’ah berkata: “Orang yang mahabbah kepada Allah itu tidak habis rintihan kepada-Nya sampai ia dipanggil ke sisiNya.