Tag: Kyai Hamid

GUS MIEK SHOLAT DI ATAS POHON MANGGA

Permalink to GUS MIEK SHOLAT DI ATAS POHON MANGGA
Saat diketahui Gus Miek Sholat diatas daun pohon mangga Subang, NU Online Semasa hidupnya, KH Hamim Jazuli atau lebih masyhur dengan sebutan Gus Miek dikenal sebagai ulama karismatik namun juga nyeleneh. Akibatnya membuat beberapa orang merasa penasaran dan bertanya-tanya, diantara orang tersebut adalah seorang warga dari Malang, Jawa Timur. Hal ini dikisahkan oleh Gus Sabuth

Kisah Mbah Maksum Lasem Uji Kewalian Mbah Hamid Pasuruan

Permalink to Kisah Mbah Maksum Lasem Uji Kewalian Mbah Hamid Pasuruan
Kisah Mbah Maksum Lasem Uji Kewalian Mbah Hamid Pasuruan Mbah Maksum Lasem, salah satu pendiri NU , lahir di Lasem pada tahun 1868 dan wafat tahun 1972. Dalam hal usia, beliau lebih sepuh dari KH Hasyim Asy’ari. Walaupun demikian, Mbah Maksum sangat menghormati Kiai Hasyim Asy’ari, bahkan sempat berguru ke Tebu Ireng. Mbah Maksum sangat

Karomah KH. Hamid Pasuruan – Asmawi Memanen Uang

Permalink to Karomah KH. Hamid Pasuruan – Asmawi Memanen Uang
Asmawi Memanen Uang Asmawi gundah gulana. Ia harus membayar hutang yang jatuh tempo. Jumlahnya Rp. 300.000,- jumlah itu sangat besar untuk ukuran waktu itu. Hutang itu buat pembangunan masjid. Asmawi sempat menangis saking sedihnya. Darimana ia bisa memperoleh uang sebanyak itu? Pikirannya jadi buntu. Dia melapor ke Kiai Hamid. “Laopo nangis sik onok yai, (mengapa

Amaliah Wirid Harian Syaikh KH Hamid Pasuruan

Permalink to Amaliah Wirid Harian Syaikh KH Hamid Pasuruan
Amaliah Wirid Harian Syaikh KH Hamid Pasuruan. (Qabiltu Ijazah, Al-fateha) 1. Membaca “Hasbunallah Wani’mal Wakil” sebanyak 450 kali sehari semalam. Lalu ditutup dg “Ni’mal Maula Wani’mannashir”. Fadhilahnya, murah rizki, tercapai segala hajat dunia akhirat. 2. Membaca sholawat 1000 kali. Fadilahnya dibimbing hidupnya oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan tidak akan dimatikan kecuali sesudah mendapat

Kyai Hamid dan ‘Wali Gila’ di Pasar Kendal

Permalink to Kyai Hamid dan ‘Wali Gila’ di Pasar Kendal
Kyai Hamid dan ‘Wali Gila’ di Pasar Kenda Suatu saat ada tamu dari Kendal sowan kepada Mbah Hamid. Lantas Mbah Hamid menitipkan salam untuk si fulan bin fulan yang kesehariannya berada di Pasar Kendal, menitipkan salam untuk seorang yang dianggap gila oleh masyarakat Kendal