Tag: Kisah Wali Paidi

Wali Paidi 40, Pergi Ke Barat Diajak Nabi Khidir

Permalink to Wali Paidi 40, Pergi Ke Barat Diajak Nabi Khidir
Berminggu – minggu sudah wali Paidi pergi entah kemana, ada yg mengatakan beliau pergi umroh, ada yg bilang beliau sedang ” bertapa ” nirakati bangsa dan negara supaya mempunyai wakil rakyat dan pemimpin yg baik, ada juga yg meyakini kalau beliau sekarang pergi bersama seorang yg misterius yg konon adalah Nabi Khidir

Wali Paidi 39, Jasadnya Menjadi Dua

Permalink to Wali Paidi 39, Jasadnya Menjadi Dua
Wali paidi tertunduk haru setelah mendengar kabar kalau kiai sepuh sakit dan harus opname dirumah sakit, dokter memutuskan kiai sepuh harus operasi tapi kiai sepuh tidak mau dioperasi Wali paidi meminta ijin kepada Allah supaya jasadnya menjadi dua, dan Allah mengabulkan permintaannya, jasadnya yg dhohir berada dirumah sedang jasadnya yg ghoib berada dirumas sakit mendampingi

Wali Paidi 38, Wali Kacangan

Permalink to Wali Paidi 38, Wali Kacangan
Wali paidi berdoa disamping makam seorang sesepuh yg bisa juga disebut sebagai kiai tapi lebih ketara seperti seorang kejawen, ngomongnya ceplas ceplos tanpa tendeng aling-aling, orang banyak menggapnya kejawen karena setiap ada orang yg mengeluhkan masalahnya pada beliau selalu dijawab dg ajaran2 jawa, bahkan sesepuh ini pernah bilang kepada wali paidi kalau dia tahu setiap

Wali Paidi 37, Pantulan Arsy

Permalink to Wali Paidi 37, Pantulan Arsy
Aku bergegas ke warungnya pak wi, guna mencari wali paidi, beliau biasanya berada diwarungnya pak wi jam segini, dan memang benar wali paidi sedang ngopi disitu. Setelah bersalaman aku duduk agak jauh dari beliau, karena kulihat ada dua orang yg sedang minta pendapat kepada beliau, kedua orang ini rapi, berpeci dan bersarung, wajahnya bersih bercahaya,

Wali Paidi 36, Wali Kacang Godog

Permalink to Wali Paidi 36, Wali Kacang Godog
Ketika wali Paidi enak- enak ngopi dan menikmati rokoknya lewatlah seorang penjual kacang godok, orang ini menjual kacang dg memakai pikulan, memakai sarung, baju taqwa dan memakai peci yg semuanya terlihat lusuh, ketika menjual kacang dia hanya diam tidak berteriak menawarkan dagangannya, kalau ada orang memanggil baru dia berhenti, kalau gak ada yg beli dia

Wali Paidi 2, Ilmu Melipat Bumi

Permalink to Wali Paidi 2, Ilmu Melipat Bumi
Setelah membaca doa, memejamkan mata, Wali Paidi kembali membuka mata. Dan betapa kaget, di sekelilingnya tiba-tiba banyak orang berlarian memakai baju gamis selutut serta bersorban. Tampak di tangan mereka senjataak. Terdengar suara bising peluru berseliweran.hasanal basri,Wafatnya Imam Syafii,ibnu arabi “Aduh, kesasar lagi aku ini. Tadi kesasar ke Kutub Selatan, sekarang kesasar lagi ke Afghanistan. Kok tak kesasar

Wali Paidi 35

Permalink to Wali Paidi 35
Wali Paidi 35, Sehabis dari makam gurunya wali paidi lansung menuju warung kopi di daerah botoran, ” loodst coffee ” warung kopi yg tertua dari loodst yg lain, seperti biasa wali paidi pesen kopi clasik karena hanya menu itu yg masih terasa kopi hehehe….

Wali Paidi 34

Permalink to Wali Paidi 34
Wali Paidi 34, Disebuah warung kopi ( loodst coffe Raden Wijaya ) duduklah wali paidi dipojok warung disebelahnya pintu masuk, wali paidi pesen kopi klasik satu cangkir, karena hanya menu itu yg menurut wali paidi yg terasa kopi. Lagi enak merokok datanglah temannya duduk disamping wali paidi, setelah bersalaman dan pesan kopi, temannya ini berkata

Wali Paidi 33, Dzikir Rokok

Permalink to Wali Paidi 33, Dzikir Rokok
Wali Paidi 33, Dzikir Rokok, Wali Paidi Dengan bersandarkan tembok Wali Paidi menikmati kopinya, sesekali dia menyedot rokoknya, “ Allah…Allah….Allah….” dzikir Wali Paidi mengiringi hembusan rokoknya. Wali Paidi mendoakan seluruh masyarakat di kampungnya, seluruh teman-temanya, guru-gurunya dan semua yang berhubungan dengannya, Wali Paidi bersiap-siap mau mengunjungi saudaranya yang baru mempunyai anak. Setelah merasa cukup ngopi

Wali Paidi 32, Mereka Seakan Sudah Dalam Kuburnya dan Menjerit Disiksa

Permalink to Wali Paidi 32, Mereka Seakan Sudah Dalam Kuburnya dan Menjerit Disiksa
Wali Paidi 32, Mereka Seakan Sudah Dalam Kuburnya dan Menjerit Disiksa,   Wali Paidi kaget, tiba-tiba Wali Paidi seakan-akan melihat mereka yang sedang bersenda gurau itu sudah mati berada dalam kuburnya dan menangis menjerit-jerit karena siksa. ” Ya Allah…ya Allah…astaghfirullah….” ucap Wali Paidi dengan kaget dan spontan. Ketika Sedang asyik buka Fb, terdengar hape jadulnya berbunyi, ” kring…kring……kring….”