Syekh Subakir Meruqyah Gunung Tidar: Makhluk Ghaib Ngungsi ke Pantai Selatan

Diposting pada

Syeikh Subakir meruqyah (orang Jawa bilang menumbali) tiga titik sentral di tanah Jawa yang meliputi wilayah timur, barat, dan tengah. Khusus untuk kawasan bagian tengah Syeikh Subakir memilih kawasan Gunung Tidar yang letaknya tidak jauh dengan pusat peradaban Mataram Kuno. Konon setelah diruqyah Syeh Subakir, makhluk ghaib penghuni wilayah Gunung Tidar mengungsi kePantai Selatan.

Wilayah ini perlu diruqyah dalam rangka syiar agama Islam di pulau Jawa. Dalam Kitab Musarar Syekh Subakir (Asal-Muasal Tanah Jawa), Terjemahan, Mat Sukri, Asal-Muasal Tanah Jawa disebutkan pernyataan Syeikh Subakir sebagai berikut:

“Purwane kang ginupita, duk suwunge tanah Jawi, taksih wanalangkung pringga, isina amung dedemit, pari prayangan lan jin, miwah sagunging lelembut, kalawan brekakasan, gandarwo lan banaspati, ilu-ilu janggitan lawan kemamang.”

“Awal mula yang diceritakan, di saat kekosongan tanah Jawa, masih berupa hutan berbahaya, isinya hanya hantu, peri dan jin, serta segala makhluk halus, seperti dewa raksasa dan banaspati, ilu-ilu serta jerambang.”

BACA JUGA:  Sejarah dan Karomah Syekh Subakir Sang Penumbal Tanah Jawa

Tiga Titik Sentral

Dalam buku Melacak Jejak Syeikh Subakir: Riwayat Penumbalan Tanah Jawa dan Walisanga Generasi Pertama karya M. Romadhon disebutkan ada tiga titik sentral yang dijadikan prioritas oleh Syeikh Subakir untuk ditumbali, yakni timur, barat, dan tengah. “Untuk kawasan bagian tengah ini, dia memilih kawasan Gunung Tidar yang letaknya tidak jauh dengan pusat peradaban Mataram Kuno,” tutur Romadhon.

Menurutnya, ini adalah salah satu strategi Syeikh Subakir dalam mensyiarkan agama Islam. Syeikh Subakir memilih Gunung Tidar dimaksudkan untuk mengislamkan pusat dari kerajaan Hindu-Budha pada masa Dinasti Sailendra.

Selain itu Gunung Tidar terletak di pinggir selatan kota Magelang yang kebetulan berada tepat di bagian tengah Pulau Jawa tersebut memang berbentuk seperti kepala paku, sehingga Gunung Tidar sampai sekarang dikenal dengan nama “pakuning lemah Jawa”