Syekh Jangkung, Bertapa Mengambang Di Laut Selama 8 Tahun

Syekh Jangkung (atau Saridin ) di sebut-sebut sebagai putra Sunan Muria dengan istri yang bernama Dewi Samaran. Versi lain menyebutkan bahwa nama asli beliau adalah Raden Syarifudin putra dari Raden Singa Parna (Syeh Syafi’i) bersama ibu Robi’ah Attaji (Sekar Tanjung). Seperti dalam penafsiran Pondok Pesantren yang terletak di sekitar area makam. Syeh Jangkung,Saridin
Makam beliau berada di Ds. Landoh kec. Kayen Kab. Pati. Disekitar makam tersebut juga terdapat beberapa makam:
a. Makam istri-istri beliau RA. Retno Jinoli dan RA. Pandan Arum
b. Makam bakul legen, Prayoguna dan Bakirah.

Syekh Jangkung yang begitu melegenda,
1). Babad tanah Jawa menuturkan bahwa pengasuh Saridin sejak kecil adalah Ki Ageng Kiringan, akan tetapi versi lain menyebutkan, saridin diasuh Ki Ag Kiringan itu kurang benar sebab Ki Ag. Kiringan hidup pada masa Pakubuwono II + 1700 sedangkan Saridin wafat tahun 1563 tepatnya tgl 15 rajab. dan mereka memprediksi, kemungkinan besar pengasuh saridin adalah Ki Ag. Dharmoyono (Ki gede Miyono atau Ki Anut). Karena berdasarkan penelitian dan penemuan benda-benda bersejarah di sekitar makam Ki Anut lebih mendekati kebenaran.
Siapakah Ki Ag. Dharmoyono atau Ki gede Miyono itu?
[Data dari juru kunci Ki gede Miyono]:
Ki Ageng Dharmoyono (Ki Gede Miyono) adalah seorang pendatang, dari Tuban Jawa Timur, datang ke Miyono, pada waktu itu disebut Desa Tohyaning. Beliau merupakan cucu dari R. Ahmad Sahur Bupati Wilotikto Tuban, dan ibunya Dewi Sari (Sarifah) adik kandung Raden Sahid (Sunan Kalijaga). Ayah Ki Ageng Dharmoyono adalah bernama Empu Supo (Supo Madu Rangin), Kakeknya bernama Empu Supondriyo (Dharmokusumo) bin Maulana Ainul Yaqin (Sunan Giri).

Baca juga:  Kisah Habib Umar bin Thoha bin yahya Indramayu Mengimami Sholat Jamaah Di Jabal Qof.

2). Di dalam cerita memang tidak disebutkan siapa nama mboke Momok, namun bila kita melihat di sekitar area makam saridin yang menyebutkan bahwa disana terdapat beberapa makam istri-istri saridin (Syeh Jangkung) diantaranya:
RA. Retno Jinoli dan RA. Pandan Arum. Maka kemungkinan besar yang disebut mboke Momok adalah RA. Pandan Arum.
Karena kalau kita lihat dari namanya, beliau ini bukanlah cuma rakyat biasa?

3). Bupati Pati memvonis saridin telah bersalah, karena pembunuhan atas kakak iparnya sendiri dan pada akhirnya akan dihukum mati. Saat hukuman itu tiba dengan izin Allah saridin dapat meloloskan diri, Saridin jadi kejar-kejarannya prajurit Pati hingga sampailah saridin di Panti Kudus.
Disinilah timbulnya kejanggalan dan terasa aneh memang?

Tags: #Saridin #Syeh Jangkung

Leave a reply "Syekh Jangkung, Bertapa Mengambang Di Laut Selama 8 Tahun"