KAROMAH SYEKH ALGUTBUL AQTHOB ABDURRAHMAN AS-SEGGAF BIN MUHAMMAD MAULADDAWILAH

Diposting pada

Daftar Isi

AS-SYEKH ALGUTBUL AQTHOB ABDURRAHMAN AS-SEGGAF BIN MUHAMMAD MAULADDAWILAH

Beliau adalah salah satu wali Allah di Tarim Hadramaut Yaman. Beliau tiap hari bisa mengkhatamkan al-qur’an 8 kali khataman, sampai-sampai karena al-qur’an sudah mendarah daging di tubuhnya ketika beliau tidur pun beliau membaca al-qur’an, dan yang lebih mengherankan lagi ranjangnya terdengar membaca al-qur’an. Subhanallah…

Beliau mempunyai Masjid yang bernama Masjid As-Seggaf. Ketika beliau membangun masjid tersebut dihadiri Rasulullah ﷺ, Rasulullahﷺ berada di pengimamannya dan imam 4 berada pada tiap tiangnya.

Ada yg mengatakan yg dimaksud imam 4 adalah imam 4 madzhab dan ada yg mengatakan khulafaur rasyidin. Tak heran jika masjid tersebut terkenal dengan masjid al-qur’an.

Beliau mempunyai putra yang semuanya menjadi Wali Quthub. Diantaranya adalah Sayyidi as-Syaikh Umar al-Muhdlor yang mempunyai masjid al-Muhdlor dimana menara masjidnya menjadi menara masjid tertinggi sedunia yang terbuat dari tanah liat.

Syaikh Umar al-Muhdlor bisa membaca “Ya Lathif” 1.000 kali tanpa nafas. Tak heran, jika masjidnya berdiri kokoh beserta orang-orang yg meramaikan masjidnya.

BACA JUGA:  KAROMAH BUKAN DERAJAT PALING LUHUR

Diantara putra Syaikh Abdurrahman as-Seggaf adalah Syaikh Abu Muroyyim, dimana amal beliau amat sangat banyak sekali, sampai-sampai ada ulama’ yg mengatakan, “seandainya amalnya Abu Muroyyim diletakkan di atas gunung maka gunung itu akan hancur”.

Diantara penerus dari Syaikh Abdurrahman as-Seggaf adalah al-Habib Muhammad bin Alawi Alaydrus (Habib Sa’ad) dimana beliau wafat dalam keadaan sedang mengajar kitab Ihya ulumuddin di masjid, sedang kitab ihya’ masih ada di tangan beliau.

Beliau mempunyai banyak karangan kitab. Diantaranya adalah kitab “an-niyyat” dimana al-Habib Umar bin Hafidz berkata tentang kitab tersebut, “seandainya Habib Sa’ad hanya mempunyai satu karangan kitab yaitu kitab “an-niyyat” maka itu lebih dari cukup”.

Semoga kita dikumpulkan dengan orang-orang sholeh, para kekasih Allah, Aamiin.