SUNAN KUDUS WALIYUL ILMI

Diposting pada

Daftar Isi

Sunan Kudus, Waliyyul Ilmi & Ulama Ahli Nasabnya Walisongo
=====================================
Sunan Kudus….Siapa yang tidak kenal nama wali yang satu ini, Jika menyebut nama Walisongo, rasanya akan sangat aneh jika nama Sunan Kudus tidak disebut.

Dalam ziarah ziarah makam walisongo, nama Sunan Kudus menjadi daftar “buruan” penting para penziarah. Saya sendiri tahun 2012 saat melakukan perjalanan religi 9 wali, menjadikan makam Sunan Kudus menjadi tempat yang wajib harus saya datangi, karena kalau saya tidak datangi betapa “kurang ajarnya” saya, karena melalui didikan dan binaaan beliaulah leluhur saya menjadi orang yang mengerti luar dalam tentang agama Islam.


Leluhur saya dan Sunan Kudus memang seperti mata rantai yang tidak terpisahkan. Dalam sejarah Kesultanan Demak khususnya keluarga besar Kadipaten Jipang Panolan yang adipatinya Pangeran Aria Penangsang Azmatkhan, orang yang paling didengar dan dipatuhi kata-katanya adalah Sunan Kudus, tidak heran dalam catatan sejarah tentang Sunan Kudus, leluhur saya merupakan anak angkat, santri terbaik dan kesayangan dari Sunan Kudus. Bukan itu saja hubungan itu diperkuat dengan adanya putri Sunan Kudus yang menikah dengan Pangeran Arya Penangsang, Kedekatan mereka memang sangat terkenal, sehingga tidak heran saking dekatnya mereka, ketika fitnah melanda cucu Raden Fattah tersebut, nama Sunan Kudus ikut ikutan diseret, padahal Sunan Kudus dan muridnya itu justru berusaha menghindari adanya konflik konflik di Kesultanan tersebut. Dan orang yang paling berjasa dalam menyelamatkan keturunan cucu Raden Fattah tersebut adalah Sunan Kudus. Melalui nasehat beliaulah akhirnya cucu Raden Fattah tersebut hijrah kenegeri Sumatra Selatan demi menghindari perang saudara dan fitnah yang melanda keluarga besar Kadipaten Jipang Panolan tersebut. Dan walaupun keduanya sudah terpisah lokasi, namun ternyata hubungan kekeluargaan tetap terjalin. Sekalipun sejarah berkata lain tentang nasib Aria Penangsang yang dikatakan tewas, namun fakta sesungguhnya bahwa keturunan Aria Penangsang tetap masih lestari, itu karena jasa Sunan Kudus dan keluarga besarnya. Sehingga dengan adanya fakta seperti ini rasanya sangat keterlaluan jika makam Sunan Kudus tidak saya kunjungi.

Sunan Kudus adalah keturunan ke-25 dari Nabi Muhammad SAW. Beliau merupakan keturunan Ahlul Bait dari jalur Bani Alawi yang ada di Hadramaut Yaman.

Adapun Nasab dari Sunan Kudus adalah sebagai berikut : Sunan Kudus/Sayyid Ja’far Shodiq Azmatkhan/Waliyul Ilmi/Senopati Kesultanan Demak bin Sunan Ngudung/Raden Usman Haji/Senopati Demak bin Fadhal Ali Murtadha/Raja Pandita/Raden Santri/Empu Prapanca bin Ibrahim Zainuddin Al-Akbar As-Samarqandy/Ibrahim Asmorokondi bin Husain Jamaluddin Al Akbar Jumadhil Kubro bin Sultan Ahmad Syah Jalaluddin bin Abdullah Amir Khan bin Abdul Malik Azmatkhan bin Alwi Ammul Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali’ Qasam bin Alwi Atsani bin Muhammad Shohibus Souma’ah bin Alwi Al Awwal bin Ubaidillah/Abdullah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa Arrumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin/Ali Al-Ausath/Ali As-Sajjad bin Al-Husain As-Shibti/Abu Syuhada bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra/Al-Batul binti Nabi Muhammad Rasulullah

BACA JUGA:  Sunan Kalijaga, Dzikir

Sunan Kudus adalah salah satu wali yang paling menonjol dalam jajaran walisongo. Nama besar beliau ini bahkan pernah menggetarkan Syarif Mekkah pada masanya. Dengan doanya Sunan Kudus wabah penyakit yang sedang melanda Mekkah pada masa itu berhasil disembuhkan, padahal sebelumnya Syarif Mekkah tersebut tidak terlalu menganggap jati diri seorang Sunan Kudus, namun berkat keikhlasan doa beliau akhirnya wabah tersebut lenyap.

Sunan Kudus disamping sebagai seorang ulama, beliau juga terkenal ahli dalam ilmu filsafat, tatanegara, keperwiraan (militer) bahkan puisi. Itu masih ditambah dengan kealimannya dalam ilmu Tauhid, Ushuluddin, Mantiq dan Fiqh, sehingga dengan kemampuannya yang nyaris sempurna dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan ini, gelar WALIYUL ILMI disematkan padanya. Gelar itu juga merujuk pada kecerdikannya dalam berdakwah, ketika beliau berhasil menarik umat Hindu dan Budha ke dalam Islam tanpa paksaan. Inilah yang disebut para ahli sejarah islam sebagai jejak penting warisan Sunan Kudus dalam bidang toleransi sosial.

Namun dibalik kemampuan beliau dalam berbagai disiplin ilmu baik agama maupun yang umum, tidak banyak yang tahu jika beliau sesungguhnya juga seorang ulama ahli nasab yang mumpuni dan ini kelak diturunkan kepada keturunannya, tidak heran banyak keturunan Sunan Kudus disamping alim sebagai ulama, kemampuan ilmu nasab mereka sangat luar biasa. Gelar waliyul Ilmi pada Sunan Kudus sebenarnya sudah mengisyaratkan itu. Sunan Kudus adalah Naqib Nasab pada masa walisongo khususnya Nasab keluarga besar walisongo. Bukan saja itu nasab-nasab lainpun beliau kuasai dengan baik. Jadi tidak benar jika penjagaan nasab tidak dilakukan keluarga besar walisongo.

Sejak masa walisongo, Sunan Kudus sudah melakukan itu, bahkan tugas penjagaan nasab itu dilakukan itu bukan saja dari masa sunan kudus namun itu sudah dilakukan sejak masa Sayyid Abdul Malik Azmatkhan yang merupakan leluhur walisongo. Kenapa demikian? Karena catatan Sanad Ilmu Nasab Sunan Kudus bermuara kepada Sayyid Abdul Malik kemudian dilanjutkan kepada ayahnya Imam Alwi Ammul Faqih dan terus sampai ke Rasulullah SAW. Semua nasab-nasab keluarga besar walisongo Sunan Kuduslah yang memelihara, menjaga, meneliti, mencatat dan sudah tentu mentahqib lalu mensyahkannya, sehingga dengan fungsinya sebagai Naqib maka banyaklah yang selamat nasab-nasab keluarga besar walisongo.

Keluarga walisongo memang mempunyai catatan nasab masing masing, namun demikian dari masing-masing keluarga walisongo itu terkumpul menjadi satu di tangan Sunan Kudus. Untuk menjadi seorang ahli nasab seperti Sunan Kudus tidaklah semua ulama bias mencapainya. Oleh karena tidak perlu heran dengan kemampuannya yang kompleks itu beliau sampai sampai dijuluki WALIYUL ILMI.