Sosok Ajisaka, Pendekar Paling Sakti Mandraguna Pertama di Pulau Jawa

Diposting pada

Daftar Isi

Sosok Ajisaka adalah Pendekar paling sakti mandraguna pertama di pulau Jawa. Ajisaka berasal dari India, dan menjadi raja pertama di Pulau Jawa

Dijelaskan dari cerita kuno yang menyebutkan Ajisaka di masa lalu masuk ke tanah Jawa, Ajisaka perlahan satu persatu mahkluk gaib yang di Pulau Jawa, akan tetapi ada suatu daerah yang tidak bisa dia kuasai, yaitu adalah Alas Purwo.

Ajisaka adalah salah satu tokoh penting yang merupakan cikal bakal Raja di tanah Jawa.

Ajisaka bermukim di daerah Jawa Tengah, yang pada masa itu menurut sebuah cerita kuno yang menyebutkan ada daerah yang bernama Shang Werdita Sangkala.

Ajisaka, juga dikatakan aslinya dari India, dan datang ke tanah. Ia memiliki sebuah selendang yang selalu diikat di kepalanya.

Meski kelihatan selendang itu kecil, tetapi kalau dibentangkan, bisa sepanjang Pulau Jawa.

Dan di sepanjang selendang itulah tanah yang dapat dikuasai oleh Ajisaka.

Dipercaya bahwa, Ajisaka mendapatkan wahyu Suryaloka atau wahyu untuk membentuk suatu Negeri atau kerajaan dan keturunannya akan menjadi Raja penerusnya.

Wahyu Suryaloka sendiri diberikan karena semasa Ajisaka, Suatu Negeri yang dibangun akan mengalami bencana yang dapat meruntuhkan kerajaan tersebut.

Kemudian Ajisaka melakukan ritual dan bertapa mendapatkan petunjuk agar masuk ke dalam Alas Purwo.

Singkatnya Ajisaka mengutus pasukan ke Alas Purwo sebanyak tiga kali, tetapi semua pasukannya gugur, Sampai akhirnya Ajisaka berangkat sendiri memimpin pasukan kerajaan masuk ke Alas Purwo.

BACA JUGA:  Walisongo Ternyata Jumlahnya Tidak Sembilan,

Setelah sampi di Alas Purwo tepatnya di bibir pantai, semua pasukan Ajisaka menghilang, dan hanya Ajisaka sendiri yang masih hidup. Kemudian Ajisaka masuk ke dalam Alas Purwo dan bertemu dengan Suryadharma atau lebih dikenal dengan Bathara Wisnu yang lagi menjelma menjadi manusia.

Bathara Wisnu menyarankan bahwa Ajisaka untuk tidak masuk ke Alas Purwo, sebelum masuk Alas Purwo disuruh masuk ke Alas Ketonggo terlebih dahulu.

Tetapi karena Ajisaka sudah terkena rayuan dan pengaruh oleh aura hitam yang keluar dari pintu dimensi ghaib tersebut, maka Ajisaka tidak mau menuruti saran dari Bathara Wisnu dan meneruskan perjalanan ke Alas Purwo.

Belum sempat masuk pintu gerbang Alas Purwo, Ajisaka langsung menghilang, dan langsung masuk ke dimensi alam ghaib sebagai salah satu penunggu Alas Purwo.

Ajisaka bertemu dengan sosok penunggu bernama Sosok Kala. Sosok Kala adalah salah satu penguasa yang mempunyai tugas sebagai penyebar sengkala. Sosok Kala mempunyai Kerajaan yang bernama Purwakala, dan Sosok Kala adalah salah satu petugas alam.
Jadi setiap orang atau bahkan dewa sekalipun tidak akan bisa tembus masuk ke Purwakala.