Samson,Nabi Sam’un Ghozi AS

Siapakah Nabi Sam’un, Nabi Terkuat yang Paling Ditakuti

Diposting pada

Daftar Isi

Nabi Sam’un AS adalah seorang pahlawan berambut panjang, memiliki mukjizat dapat melemahkan besi dan merobohkan istana.

Nabi Sam’un berasal dari Bani Israil, kemudian diutus oleh Allah di tanah Romawi, untuk berperang melawan bangsa yang menentang ketuhanan Allah.

Beliau memiliki senjata pedang yang terbuat dari tulang rahang unta, yang bernama ‘Liha Jamal’, dengan pedang itu membuat Nabi Sam’un Al-Ghozi AS dapat mengalahkan ribuan orang kafir.

Kisah Nabi Sam’un AS pernah diceritakan Rasulullah SAW, ketika berkumpul bersama para sahabat di bulan Ramadhan.

Kemudian pada kitab Qishashul Anbiyaa, dikisahkan, bahwa Rasulullah Muhammad SAW tersenyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya, “Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?”

Rasulullah menjawab, “Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika dimana seluruh manusia dikumpulkan di mahsyar.”

“Ada salah seorang Nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Sam’un.”

Tak hanya digunakan untuk berperang, ternyata pedang beliau memiliki keajaiban lain, yaitu pada saat Nabi Sam’un AS merasa haus dan lapar, atas izin Allah dari pedangnya dapat muncul makanan dan minuman.

Karena kehebatan dan ketangguhannya ketika melawan musuh, Nabi Sam’un begitu disegani oleh orang-orang kafir.

Selain itu, ia juga termasuk sebagai ahli ibadah, tercatat Nabi Sam’un sanggup beribadah selama 1000 bulan, hampir tidak pernah lepas dari sholat malam dan siangnya berpuasa.

BACA JUGA:  Kisah Nabi Sam’un Ghozi AS - Samson

Beliau terkenal sebagai pembela agama Allah yaitu mengesakan Allah, berperang melawan kafir dengan berbekal senjata dari tulang rahang unta.

Kehebatan dan ketangguhan Nabi Sam’un dipergunakan untuk menentang penguasa kaum kafir pada masa itu, yakni raja Israil.

Dengan segala kehebatannya yang dimilikinya, ia dibenci oleh para musuhnya, terutama dari golongan orang kafir.

Berbagai cara dilakukan oleh raja Israil untuk menundukan Nabi Sam’un, namun tidak ada yang berhasil.

Setelah mendapatkan masukan dari para penasehatnya, raja Israil berencana untuk menghasut istri dari Nabi Sam’un untuk m3m_8u_nuh suaminya, dengan tawaran hadiah uang dan perhiasan yang berlimpah.

Karena tergiur dengan imbalan yang ditawarkan, istri Nabi Sam’un menyanggupi perintah untuk m3m_8u_nuh suaminya sendiri.

Maka orang-orang kafir memberikan ide kepadanya, agar mengikat tangan dan kaki Nabi Sam’un sewaktu tidur, untuk dibunuh beramai-ramai.