Serat Jangka Jayabaya: Sabdo Palon Tagih Janji Part 2, Isi Percakapan Syekh Subakir dengan Ki Semar

Diposting pada

Daftar Isi

Syekh Subakir mendapatkan izin oleh Ki Lurah Semar untuk menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa.

Namun Ki Semar meminta syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Syekh Subakir dalam menyiarkan Islam di Jawa.

Dimana terdapat empat syarat yang dihasilkan dari percakapan antara Sabdo Palon atau Ki Semar dengan Syekh Subakir.

Dilansir dari kanal YouTube Aliqul Channel, berikut rangkuman percakapan antara Syekh Subakir dengan Sabdo Palon.

Setelah berperang selama 40 malam 40 hari, dan keduanya sama kuat. Sabdo Palon menawarkan perundingan untuk menyelesaikan masalah mereka.

Berikut isi percakapan antara keduanya:

Syekh Subakir: Kisanak, siapakah kisanak ini, tolong jelaskan kepada saya

Sabdo Palon: Sabdo Palon, aku ini Sabdo Palon pamomong atau penggembala para ksatria leluhur tanah Jawa sejak zaman dahulu kala bahkan sejak zaman kedewatan. Dulu aku dikenal sebagai Sang Hyang Ismoyo Jati lalu dikenal sebagai Ki Lurah Semar Bodronoyo dan sekarang zaman Majapahit aku lebih dikenal sebagai Sabdo Palon.

Syekh Subakir: Jadi kisanak ini adalah danyang penguasa dari tanah Jawa ini, perkenalkan kisanak namaku Syekh Subakir yang berasal dari Tanah Syam Persia.

Sabdo Palon: Ada hajat apa jengandiko (kamu) rawuh (datang) ke tanah Jawa ini?

Syekh Subakir: Saya diutus oleh Sultan Muhammad yang bertahta di Negeri Istambul untuk datang ke Tanah Jawa ini. Saya tidaklah datang sendiri, kami datang dengan beberapa kawan yang sama-sama diutus oleh Baginda Sultan.

BACA JUGA:  MAKANAN JAWA ZAMAN KE ZAMAN

Sabdo Palon: Ceritakanlah selengkapnya kisanak, supaya aku tahu duduk permasalahannya.

Syekh: Baiklah, pada suatu malam hari Baginda Sultan Muhammad bermimpi menerima (wisik) wahyu dari Hyang Akaryo Jagad Gusti Allah Dzat Yang Maha Suci lagi Yang Maha Luhur. Diperintahkan untuk mengutus beberapa orang alim ulama ke Tanah Jawa ini, yang dimaksud orang alim ulama ini adalah sebangsa pendita, Brahmana, dan resi di Tanah Hindu. Pada bahasa kami disebut ulama.

Hasil dari percakapan keduanya menghasilkan empat perjanjian yang harus disetujui jika ingin menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa.

Syekh Subakir: Karena itulah mungkin Sang Maha Jawata Agung menyuruh Sultan Muhammad Turki untuk mengutus kami kesini. Jadi wahai Sang Danyang Tanah Jawa, ijinkan kami menebarkan wewarah suci ini di wewengkon (wilayah) kekuasaanmu ini.

Sabdo Palon: Baiklah kalau begitu, tapi ada syarat-syarat yang harus kalian patuhi.

Syekh Subakir: Apa syaratnya itu wahai Sang Danyang Tanah Jawa?