Saat Wafatnya Imam Ghozali

Saat Wafatnya Imam Al-Ghozali

Imam Ghozali terbangun pada dini hari dan sebagaimana biasanya melakukan shalat dan kemudian beliau bertanya pada adiknya, “Hari apakah sekarang ini?”

Adiknya pun menjawab, “Hari senin.”

Beliau kemudian memintanya untuk mengambilkan sajadah putihnya, beliau menciumnya, menebarkannya dan kemudian berbaring diatasnya sambil berkata lirih, “Ya Allah, hamba mematuhi perintahMu,”

… dan beliau pun menghembuskan nafas terakhirnya. (14 Jumadil Akhir tahun 505 H )

Di bawah bantalnya mereka menemukan bait-bait berikut, ditulis oleh Al-Ghazali ra. barangkali pada malam sebelumnya. :

“Katakan pada para sahabatku, ketika mereka melihatku mati.
Menangis untukku dan berduka bagiku.
Janganlah mengira bahwa jasad yang kau lihat ini adalah aku.
Dengan nama Allah, kukatakan padamu, ini bukanlah aku.
Aku adalah jiwa, sedangkan ini hanyalah seonggok daging
Ini hanyalah rumah dan pakaian ku sementara waktu.
Aku adalah harta karun, jimat yang tersembunyi.
Dibentuk oleh debu, yang menjadi singgasanaku.
Aku adalah mutiara, yang telah meninggalkan rumahnya.
Aku adalah burung, dan badan ini hanyalah sangkar ku.
Dan kini aku lanjut terbang dan badan ini kutinggal sbg kenangan.

Baca juga:  Ruh Manusia Tidak Terpisah Dengan Tuhan

Puji Tuhan, yang telah membebaskan aku
Dan menyiapkan aku tempat di surga tertinggi,
Hingga hari ini , aku sebelumnya mati, meskipun hidup diantara mu.

Kini aku hidup dalam kebenaran, dan pakaian kubur ku telah ditanggalkan.
Kini aku berbicara dengan para malaikat diatas,
Tanpa hijab, aku bertemu muka dengan Tuhanku.
Aku melihat Lauh Mahfuz, dan didalamnya ku membaca
Apa yang telah, sedang dan akan terjadi.

Biarlah rumahku runtuh, baringkan sangkarku di tanah,
Buanglah sang jimat, itu hanyalah sebuah kenang2an, tidak lebih.

Baca juga:  Abu Said al-Kharroz Pengalaman Spiritualnya Sering Ditemui Rosul

Sampingkan jubahku, itu hanyalah baju luar ku,
Letakkan semua itu dalam kubur, biarkanlah terlupakan
Aku telah melanjutkan perjalananku dan kalian semua tertinggal.Imam Ghozali

Rumah kalian bukanlah tempat ku lagi.
Janganlah berpikir bahwa mati adalah kematian, tidak, itu adalah kehidupan,

Kehidupan yang melampaui semua mimpi kita disini,
Di kehidupan ini, kita diberikan tidur,
Kematian adalah tidur, tidur yang diperpanjang

Janganlah takut ketika mati itu mendekat,
Itu hanyalah keberangkatan menuju rumah yang terberkati ini
Ingatlah akan ampunan dan cinta Tuhanmu,

Baca juga:  Fudhail bin Iyadh, Perampok Yang Menempuh Jalan Sufi

Bersyukurlah pada KaruniaNya dan datanglah tanpa takut.
Aku yang sekarang ini, kau pun dapat menjadi
Karena aku tahu kau dan aku adalah sama
Jiwa-jiwa yang datang dari Tuhannya

Badan badan yang berasal sama
Baik atapun jahat, semua adalah milik kita
Aku sampaikan pada kalian sekarang pesan yang menggembirakan
Semoga kedamaian dan kegembiraan Allah menjadi milikmu selamanya.”

Sumber:
www.ghazali.org

#Semoga Allah meridhai beliau dan membuatnya ridha.
#Alfatihah

Tags: #al-Ghozali #imam ghazali

Syaikh Abdul Qadir Al – Jilani, Saat Setan Mengaku Allah
Syaikh Abdul Qadir Al – Jilani Selamat dari ulah sesat Syaiton Syaikh Ibnu
Tiga Ulama Sufi Melamar Rabiah Adawiyah
Nama Rabi’ah al-’Adawiyah harum di mata banyak orang. Kealimannya, kerendahhatiannya, dan hidup zuhudnya
Nabi Khidir dan Abdul Qadir Al-Jailani
Nabi Khidir dan Abdul Qadir Al-Jailani Pada saat Abdul Qadir Al-Jailani pertama kali
KALIMAH-KALIMAH MUTIARA SUFI SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI
KALIMAH-KALIMAH MUTIARA SUFI SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI Syekh Abdul Qadir Al Jailani mengatakan:

Leave a reply "Saat Wafatnya Imam Ghozali"