SAAT SAAT NABI MUHAMMAD WAFAT

Diposting pada

Saat-saat Jenazah Rosullullah Muhammad dimandikan

Diriwayatkan, bahwa Ali telah membaringkan jenazah Rosullullah saw untuk dimandikan tiba-tiba ada suara dari sudut rumah yang mengatakan dengan keras sekali, “Muhammad jangan engkau mandikan karena dia sudah suci dan disucikan” maka timbullah keragu-raguan pada diri Ali terhadap suara itu. Kata Ali, “Siapa Engkau sebenarnya, karena sesungguhnya Nabi Muhammad saw telah memerintahkan untuk memandikan.”
Tiba-tiba ada suara lain yang mengatakan, “Wahai Ali, mandikanlah dia,karena sesungguhnya suara yang pertama tadi adalah suara Iblis terkutuk, sebab dengki terhadap Muhammad saw maka dia bermaksud agar beliau dimasukkan ke dalam kubur tanpa dimandikan”.
Kata Ali, “Semoga Allah membalas kebaikan kepadamu, sebab Engkau telah memberitahukan bahwa tadi itu suara iblis terkutuk, maka siapakah Engkau?” Suara itu menjawab, “Saya adalah Nabi Khidir, menghadiri jenazah Nabi Muhammad saw.”
Selanjutnya Ali ra, memandikan Jasad Nabi Muhammad saw, Fadhal bin Abbas dan Usamah bin Zahid ra yang menuangkan air dan malaikat Jibril telah datang dengan membawa obat penahan kehancuran jasad dari surga. Kemudian mereka mengkafani beliau serta menguburnya di kamar Siti Aisyah ra, di tengah malam Rabu, sedang Siti Aisyah ra berdiri di atas kubur Nabi Muhammad saw sambil berkata, “Hai orang yang belum pernah mengenakan pakaian dari sutra, dan belum pernah tidur di atas ranjang yang empuk, hai orang yang keluar dari dunia sedang perutnya belum pernah kenyang meskipun dengan roti, dengan gandum kasar; hai orang yang memilih tidur di atas tikar daripada balai/ranjang; hai orang yang tidak tidur sepanjang malam karena takut siksa neraka Sa’ir”
Kisah Rosullullah Muhammad saw wafat terdapat dalam kitab Duratun Nasihin, Pengajian ke 16

19 komentar.

  1. subhanalloh, Ya habiballoh sungguh mulia dirimu di saat ajal menjemput kau masih memikirkan ummatnya,mudah2an kita mendapatkan syafaatnya . Amiin

  2. semoga sariat islam akan ditegakan,ada pemimpin islam sesuai ajaran bukan mengakui nabi setelah engkau wahai kekasih ALLAH,izinkan kami dan berkahi kami wahai baginda rasul

  3. Yaa Mudaawilulaluum…… Salamun ‘alaik yaa Nabiyullah khaidir as.. Salamun ‘alaik yaa Rasuulillah… ,tajul khalwatiyah.*

  4. sungguh bergetar hatiku membacanya… apalagi saat-saat sakaratulmaut rasulullah, kekasih allah pun merasakan sakitnya..apalagi kita?? allahuakbar!! jika memang keberadaan nabi khidir as ada disaat itu..wallahuallam hanya allah SWT yang tahu keberadaannya…
    Cuma, kenapa dimasa rasulullah,SAW tidak pernah membahasnya??

  5. Ya Allah berikanlah hidayah,ampunan,syurgamu,kebahagiaan dunia akhirat bagi yg menulis artikel ini,Demi Allah saya benar2 menangis membaca tulisan anda semoga rahmat dan hidayah Allah selalu bercucuran utk anda. Amiin ya robbal’alamiin.

  6. Ya Allah… jadikanlah hambamu ini orang yang selalu menyebut nama-Mu dan selalu mencintai Rasul-mu yang Agung Muhammad Rasulullah SAW

  7. Subhanallah, walhamdulillah, walaa’ilaaha’illallah wallahu’akbar…..semoga Allah menempatkannya di tempat yang tinggi.

  8. Rasulullah bersabda; “Telagaku itu sepanjang perjalanan sebulan dan sudut-sudutnya sama. Airnya lebih putih dari susu, aromanya lebih harum dari kasturi, dan pundi-pundinya seperti BINTANG – BINTANG Di Langit. Siapa yang minum dari telaga itu tidak akan haus selamanya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *