Saat Saat Nabi Muhammad Wafat, Yang Sangat Mengharukan

 

Setelah mereka mendengarkan ucapan perpisahan Nabi Muhammad saw, mereka para sahabat menjerit dan menangis seraya berkata, “Wahai Rosullullah, Engkau adalah seorang Utusan untuk Kami sekalian , menjadi kekuatan dalam pertemuan Kami dan sebagai penguasa yang mengurus perkara Kami, bila mana Engkau telah pergi dari Kami, kepada siapakah Kami kembali dalam segala persoalan?”
Rosullullah bersabda,”Telah kutinggalkan kamu sekalian pada jalan yang benar dan diatas jalan yang terang dan telah kutinggalkan pula untuk kamu sekalian dua penasehat yang satu pandai bicara yang satunya diam saja, yang pandai bicara adalah al-Qur’an dan yang diam adalah ajal atau kematian. Apabila ada persoalan yang sulit bagimu, maka kembalilah kamu sekalian kepada Al-Qur’an dan kepada sunnah. Dan kalau hati kamu keras membatu maka lunakkan dia dengan mengambil tamsil ibarat dari hal ihwal mati.

Sesudah itu maka Rosullullah saw menderita sakit mulai akhir bulan Shafar selama delapan belas hari. Para sahabat pun menengok silih berganti. Sedang penyakit yang diderita mulai hari pertama sehingga akhir hayatnya ialah pusing kepala.

Rosullullah mulai menjadi Rosullullah pada hari senin dan wafat juga pada hari senin. Tatkala pada hari senin, penyakit beliau bertambah berat. Maka setelah Bilal selesai adzan subuh, dia pergi menghampiri pintu rumah Rosullullah saw sambil mengucapkan salam, “Assalamu alaika ya Rosullullah!” Siti Fatimah menjawab, “ Rosullullah masih sibuk dengan dirinya sendiri” Bilal terus kembali masuk ke Masjid, dia tidak memahami kata-kata Fatimah.

Ketika waktu subuh makin terang, Bilal datang lagi menghampiri pintu rumah Rosullullah saw dan salam seperti semula. Rosullullah mendengar suara Bilal itu, maka beliau bersabda: ‘’ Masuklah hai Bilal, aku masih sibuk terhadap diriku sendiri dan penyakitku rasanya bertambah berat. Maka suruhlah Abu Bakar agar sholat berjamaah dengan orang-orang yang hadir.

Bilalpun keluar sambil menangis dan meletakkan tangannya diatas kepala, sambil mengeluh, “Aduh musibah, susah, terputus harapan, telah habis hilang tempat tujuan, andaikata ibuku tidak melahirkan aku.”

Bilal terus masuk masjid dan berkata,”Hai sahabat Abu Bakar, sungguh Rosullullah menyuruh engkau agar sholat bersama-sama dengan orang yang hadir, karena Beliau sibuk mengurusi dirinya yang sedang sakit. Ketika Abu Bakar melihat mihrab (tempat sholat imam) kosong dan Rosullullah tidak hadir, maka Abu Bakar menjerit keras sekali dan jatuh tersungkur karena pingsan.

Maka ributlah kaum muslimin, sehingga Rosullullah mendengar keributan mereka, dan bertanya kepada Fatimah, “Hai Fatimah mengapa pagi ini, dan apakah keributan di sana itu?” Siti Fatimah menjawab, “Keributan di sana itu ialah kaum muslimin sendiri , karena engkau tidak hadir”. Maka Rosullullah saw memanggil Ali dan Fadhan bin Abbas, lalu beliau bersandar kepada keduanya dan keluar rumah menuju masjid lalu sholat bersama-sama dengan mereka dua rekaat.

Selesai sholat beliau berpaling ke belakang dan bersabda, ”Hai kaum muslimin, Kamu semua dalam pemeliharaan dan pertolongan Allah, oleh sebab itu bertaqwalah kepada Allah serta mentaatinya, maka sesungguhnya saya akan meninggalkan dunia ini. Dan di hari ini hari pertamaku di akhirat dan hari terakhir bagiku di dunia”.
Lalu Rosullullah saw berdiri dan pulang ke rumahnya. Kemudian Allah ta’ala memberi perintah kepada malaikat kematian, ”Turunlah Engkau kepada KekasihKu dengan sebaik-baiknya bentuk, dan lakukan dengan halus dalam mencabut ruhnya, kalau dia mengijinkan kamu masuk, masuklah dan kalau tidak mengijinkan maka janganlah masuk dan kembalilah”.

Tags: #nabi muhammad #Rosullulah #Rosullullah Wafat

  1. author

    zack9 years ago

    subhanalloh, Ya habiballoh sungguh mulia dirimu di saat ajal menjemput kau masih memikirkan ummatnya,mudah2an kita mendapatkan syafaatnya . Amiin

    Reply
  2. author

    tsunami jepang9 years ago

    semoga sariat islam akan ditegakan,ada pemimpin islam sesuai ajaran bukan mengakui nabi setelah engkau wahai kekasih ALLAH,izinkan kami dan berkahi kami wahai baginda rasul

    Reply
  3. author

    syaffa reo9 years ago

    Yaa Mudaawilulaluum…… Salamun ‘alaik yaa Nabiyullah khaidir as.. Salamun ‘alaik yaa Rasuulillah… ,tajul khalwatiyah.*

    Reply
  4. author

    Mahameru9 years ago

    Allohumma sholli wassalim’ala sayyidina MUHAMMAD, ya sayyidi.. ya Nabiyulloh Khidir alaihi salam…”

    Reply
  5. author

    DIKI'S9 years ago

    sungguh bergetar hatiku membacanya… apalagi saat-saat sakaratulmaut rasulullah, kekasih allah pun merasakan sakitnya..apalagi kita?? allahuakbar!! jika memang keberadaan nabi khidir as ada disaat itu..wallahuallam hanya allah SWT yang tahu keberadaannya…
    Cuma, kenapa dimasa rasulullah,SAW tidak pernah membahasnya??

    Reply
  6. author

    Abd.m.lubis9 years ago

    Ya Allah berikanlah hidayah,ampunan,syurgamu,kebahagiaan dunia akhirat bagi yg menulis artikel ini,Demi Allah saya benar2 menangis membaca tulisan anda semoga rahmat dan hidayah Allah selalu bercucuran utk anda. Amiin ya robbal’alamiin.

    Reply
  7. author

    AzzaM9 years ago

    Subhanalloh… Artikel yg sgt bagus…. Saya bacanya Smp mo nangis…dan bergetar hati ini….

    Reply
  8. author

    subki9 years ago

    Ya Allah… jadikanlah hambamu ini orang yang selalu menyebut nama-Mu dan selalu mencintai Rasul-mu yang Agung Muhammad Rasulullah SAW

    Reply
  9. author

    am6972998 years ago

    subkhanallah….alhamdulillah…astaghfirullah…

    Reply
  10. author

    Agus8 years ago

    Terimakasih., semoga ini menjadikan kita semkin beriman menuju pencerahan hidup di bumi ini

    Reply
  11. author

    junedi abdulfatah8 years ago

    Subhanallah, walhamdulillah, walaa’ilaaha’illallah wallahu’akbar…..semoga Allah menempatkannya di tempat yang tinggi.

    Reply
  12. author
    Author

    Walijo8 years ago

    Rasulullah bersabda; “Telagaku itu sepanjang perjalanan sebulan dan sudut-sudutnya sama. Airnya lebih putih dari susu, aromanya lebih harum dari kasturi, dan pundi-pundinya seperti BINTANG – BINTANG Di Langit. Siapa yang minum dari telaga itu tidak akan haus selamanya.” (HR. Bukhari-Muslim)

    Reply
  13. author

    adit8 years ago

    jalek

    Reply
  14. author

    [email protected]8 years ago

    Sungguh kemuliaan hanya milik Allah.Dan rosulnya membagi jalan yang benar buat kita.

    Reply
  15. author

    ahmad trimo7 years ago

    terimakasih atas ilmunya saudaraku,semoga terbalas kebaikan anda

    Reply
  16. author

    basuki7 years ago

    subhaanalloh….!

    Reply
  17. author

    basuki7 years ago

    Subhanallah, walhamdulillah, walaa’ilaaha’illallah wallahu’akbar

    Reply
  18. Doa-Doa Yang Dikabulkan - - Walijo dot Com7 years ago

    […] Abi Hurairah ra berkata, bersabda Rasulullah saw: Tiga do’a yang diijabah, tidak ada keraguan padanya: Do’a orang yang dizhalim, do’a orang […]

    Reply

Leave a reply "Saat Saat Nabi Muhammad Wafat, Yang Sangat Mengharukan"