RAHASIA MAKRIFAT NABI KHIDIR AS

RAHASIA MAKRIFAT NABI KHIDIR AS

Cuplikan naskah asli buku RAHASIA MAKRIFAT NABI KHIDIR AS

Dalam penglihatan kepada Allah walau sudah ditampakkan dengan jelas yang tidak teralingi lagi tak perlu diterangkan secara fulgar atau apa adanya. Sebagaimana pendapat Imam besar Al Ghazali, ilmu mukasyafah adalah ilmu yang tersembunyi, dan hanya diketahui oleh mereka yang benar-benar mengenal Allah. Karena itulah mereka hanya mempergunakan simbol-simbol khusus serta tidak memperbincangkannya diluar kalangan sendiri sebagaimana kata Imam Al Ghozali selanjutnya: Pengetahuan-pengetahuan yang begini, yang hanya dikemukakan melalui isyarat, tidak diperkenenkan untuk diketahui setiap manusia.

Begitulah halnya dengan orang yang pengetahuan tersebut tersingkap padanya, dia tidak boleh mengungangkapnya kepada orang yang pengetahuan tersebut tidak tersingkap atasnya. Dengan pernyataan ini barangkali Imam Ghozali bermaksud menghindarkan dirinya, dan para sufi lainnya dari kekeliruan-kekeliruan Al Busthami dan Al Hallaj yang mengungkapkan hakikat realitas-reallitas tauhid secara fantastis. Sebab dari penyaksiannya seorang sufi bisa mendaki berbagai peringkat yang tidak mampu diungkap secara ucapan. Dan setiap kali seseorang berusaha mengungkapnya dalam ucapannya niscaya terkandung kekeliruan-kekeliruan nyata.

Baca juga:  Galau, Berarti Masih Terhalang MenyaksikanNya

Maka bagi orang yang tidak memahaminya, menurut Imam Ghozali hendaklah tidak melewati batas yang dinyatakan sebagai berikut: “Hal itu sungguh telah lalu, dan aku lupa lagi maka mending dia sangka dan hal itu jangan Tanya lagi”.

Berkatalah Syekh Syathibi: Adapun ciri-ciri Ahlul Ma’rifat ialah orang yang hatinya bagaikan cermin yang dapat terlihat di dalamnya hal-hal yang ghoib dari pada yang selain Dia (Allah), dan sinar hatinya tiada lain kecuali nurul iman dan nurul yaqin. Maka atas sekedar kekuatan imannya, bersinarlah nur hatinya. Dan atas dasar kadar kekuatan sinar nur hatinya dapatlah dia bermusyawarah dengan Al Haqqu la ala……………….

Baca juga:  Wuquf al Qolbi, Wuquf Dalam Diri

Dan atas kadar kekuatan musyawarah maka dapatlah ia berma’rifat dengan Asmaullah, Sifatullah dan atas kadar kekuatan Makrifatullah dengan keduanya itu, dapatlah ia mencapai Makrifat Dzatullah Yang Maha Agung. (Kunci Memahami Ilmu Tasawuf hal. 231).

Atas kadar kekuatan Makrifat Dzatullah maka sang hamba mencapai sebagai Insanul Kamil / manusia dengan sifat yang sempurna (sifat sempurna). Atas kadar sifat sempurna maka ia tenggelamlah kedalam sifat kesempurnaan Allah. Karena pengabdiannya sebagai hamba Allah. Dengan tenggelamnya kedalam sifat kesempurnaan Allah itu maka sang hamba mencapailah pada Maqom Hakikat Ketuhanan.

Pada taraf seperti itu, keindraan mulai fana’/ lenyap maka berkuasalah perasaan batin dalam suatu keadaan “Masiwallah” yakni dalam wujud Allah semata-mata. Akal fikirannya tidak jalan lagi melainkan tiba pada Maqom / derajat tertinggi dan Maha Agung. Ketika itu ia telah beroleh kelezatan yang belum pernah terlihat mata, tidak pernah terdengar telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati sanubari manusia, tidak mungkin disifati atau dinyatakan dengan kata-kata.

Baca juga:  Tajalli, Melihat Allah Tampak Secara Nyata

Tetapi tiap orang akan tahu sendiri bilamana ia telah mencapai maqom itu. Siapa yang belum merasakannya maka ia belum mengenalnya, artinya siapa yang belum mengenal hakikat makrifat maka ia belum sampai kepada maqom tertinggi. Biarlah maqom itu mencarimu dan janganlah kamu mencari maqom itu, karena dia diciptakan untuk manusia yang sudah mencapainya

Nabi Khidir, Makrifat Dzatullah

Sumber: Buku Rahasia Makrifat Nabi Khidir – Penulis M. Ali

RAHASIA MAKRIFAT NABI KHIDIR AS

Tags: #Kunci Memahami Ilmu Tasawuf #Maqom Hakikat Ketuhanan #Ma’rifat Dzatullah

ILMU LADUNI NABI KHIDIR
Nabi Khidir merupakan Hamba Allah yang sangat khusus, karena beliau adalah salah satu hamba Allah
Cara Untuk Bertemu Rasulullah Saw Dari Al Habib Umar Bin Hafidh.
Resep Untuk Bertemu Rasulullah Saw Dari Al Habib Umar Bin Hafidh. . سئل
PESAN DARI PENGHUNI LANGIT
PESAN DARI PENGHUNI LANGIT Syekh Abdul Qadir Al-Jailani berpesan, Allah SWT berfirman: “Dan
Mutiara Habib Umar Bin Hafidz
Mutiara Habib Umar Bin Hafidz “Sebagaimana engkau membersihkan wajahmu agar indah dipandang orang,

Leave a reply "RAHASIA MAKRIFAT NABI KHIDIR AS"