rabiah

Rabiah Al-Adawiyah Sering Lihat Cahaya Menyatu ke Dalam Jiwa dan Tubuhnya

Diposting pada

Daftar Isi

Rabiah Al-Adawiyah bermimpi melihat cahaya menyatu ke dalam jiwa dan tubuhnya tatkala ia merasa sedih sepeninggal ayahnya. Mimpi itu berulang kali sepanjang dirinya belum memutuskan untuk lebih berpasrah diri kepada Allah SWT.

Muhammad Attiyah Khamis dalam bukunya berjudul Rabi’ah al-Adawiyah memaparkan setelah peristiwa meninggal orang tuanya, Rabi’ah sering menangis. Dia menangisi orang tuanya dan terkadang menangis tanpa sebab yang pasti.

Pada satu hari sang kakak sempat bertanya mengapa ia menangis tersedu-sedu. “Apa yang engkau sedihkan Rabi’ah?”

“Tak tahulah aku, tapi aku merasa sedih sekali, aku merasakan suatu kesedihan yang aneh. Tak tahulah apa sebabnya. Seolah-olah ada satu jeritan yang sangat dalam dari lubuk hatiku yang menyebabkan aku menangis. Bagaikan suatu munajat dalam pendengaranku, yang tak dapat aku hadapi, kecuali dengan mengucurkan air mataku,” jawab Rabi’ah di sela tangisannya.

BACA JUGA:  Rabiah al Adawiyyah : Kisah dan Jatidiri

Beberapa kejadian setelah tangisan-tangisannya, Rabi’ah sering bermimpi dengan mimpi yang sama berulang-ulang.

Rabi’ah sering bermimpi melihat cahaya yang terang yang menyatu ke dalam jiwa dan tubuhnya. Kejadian tersebut ternyata tidak hanya dalam bentuk mimpi.

Pada satu hari ketika Rabi’ah berada dalam perahunya, Rabi’ah mendengarkan sebuah suara yang merdu dalam bentuk lantunan al-Quran.

Lantas Rabi’ah pulang ke rumahnya untuk tidur dengan harapan ia mendapatkan mimpi sebelumnya. Ternyata kejadian itu menjadi nyata, tatkala ia melihat tempat tidurnya penuh dengan cahaya yang menyenandungkan kalimat-kalimat yang ia dengar sebelumnya.

Kejadian-kejadian tersebut semakin meyakinkan Rabi’ah dalam jalannya untuk terus beribadah kepada Tuhan