Sunan Gribig Tiap Hari Ke Tanah Suci

Sunan Gribig yang bernama asli Wasibagno Timur atau ada yang menyebutkan Syekh Wasihatno, merupakan keturunan Prabu Brawijaya V dari Majapahit. Yang mana disebutkan bahwa beliau adalah putra dari Raden Mas Guntur atau Prabu Wasi Jaladara atau Bandara Putih, putra dari Jaka Dolog adalah putra Prabu Brawijaya V raja terakhir kerajaan Majapahit. Ia adalah seorang ulama besar

Menelusuri Keturunan Nabi Khidir

Permalink to Menelusuri Keturunan Nabi Khidir
Dalam Alquran Nabi Musa dan Nabi Khidir bertemu di sebuah lokasi (Ilustrasi) Salah satu kekuatan utama dari Kitab az-Zahrun Nadhir fi Naba’il Khadir karya Ibnu Hajar al-Asqalani adalah menyebutkan banyak sumber referensi ulama terkemuka. Misalnya, seperti banyak dinukil pendapat Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim. Kekuatan lain dari buku ini adalah dilengkapi dengan pendapat sejarawan

Sunan Geseng Terbakar Hingga Gosong

Sunan Geseng Nama asli Sunan Geseng adalah : Raden Mas Cokro Joyo, Keturunan dari Prabu Brawijaya + Dewi Rengganis, Pangeran Sumono / Ki Ageng Pakotesan, Pangeran Kartosuro, Tumenggung Wirantoko, Tumenggung Wono Joyo, Raden Mas Cokro Joyo ( yang akhirnya setelah berguru Kepada Sunan Kalijaga bergelar SUNAN GESENG ) Dewi Rengganis : Putri dari P. Darmomoyo, Putra Nyai ageng Bagelen, Keturunan

Sunan Prawoto, Sultan Demak Ke empat

Sunan Prawoto/ Panembahan Prawoto I Sunan Prawoto adalah raja keempat Kesultanan Demak yang memerintah tahun 1546-1549. Nama aslinya ialah Raden Mukmin. Ia lebih cenderung sebagai seorang ahli agama dari pada ahli politik. Raden Mukmin Semasa Muda Naskah babad dan serat menyebut Raden Mukmin adalah putra sulung Sultan Trenggana. Ia lahir saat ayahnya masih sangat

Sunan Panggung Dibakar Hidup hidup

Sunan Panggung Sunan Kalijogo berputera Sunan Panggung dari hasil pernikahannya dengan Retna Siti Zaenab yang saudaranya Sunan Gunung Jati. Sunan Panggung muda, semula mempelajari Syari’ah sampai menguasai hal-hal syari’ah tersebut. Selanjutnya beliau juga mempelajari Thoriqoh, dan Sunan Panggung muda kemudian sangat-sangat tertarik dengan Hakikat dan Ma’rifat, dan diceritakan beliau juga sakti mandraguna disamping beliau adalah

Sunan Papak Cinunuk Garut

Raden Wangsa Muhammad hidup dipertengahan abad ke-19 M. Dikenal dengan nama Pangeran Papak atau Sunan Papak. Beberapa ratus tahun yang lalu di Kampung Cicunuk hidup seorang kiyai bernama Raden Muhammad Juari dari keluarga keturunan bangsawan Balubur Limbangan. Ia menikah dengan Nyi Raden Siti Injang dan berputera 7 orang, salah satunya (bungsu) bernama Raden Wangsa Muhammad.

Sunan Bejagung Digendong Jin Untuk Berhaji

Nama asli Sunan Bejagung adalah Sayyid Abdullah Asy’ari yang dikenal sebagai penyebar agama Islam di luar Wali Songo. Beliau dikenal juga bernama Syekh Asy’ari atau versi lain menyebut Syarif Asy¢ari Baidhowi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Sunan Bejagung Lor. Sunan Bejagung konon menikahi putri dari Eyang Pangeran Penghulu, seorang ulama yang bermukim di

Sunan Bungkul, Mpu Supo, Sayembara Delima

Sunan Bungkul mempunyai nama asli Ki Ageng Supo atau Empu Supo. Beliau sebenarnya adalah keturunan Ki Ageng dari Majapahit yang berkediaman di Bungkul Surabaya. Sunan Bungkul dikenal sebagai tokoh masyarakat dan penyebar agama Islam pada masa akhir kejayaan Kerajaan Majapahit di abad XV di tanah Jawa. Sumbangsih Sunan Bungkul dalam penyebaran Islam di tanah Jawa

Sunan Bayat, Sunan Pandanaran, Ki Ageng Pandanaran

Sunan Bayat (nama lain: Pangeran Mangkubumi, Susuhunan Tembayat, Sunan Pandanaran (II), Ki Ageng Pandanaran, atau Wahyu Widayat) adalah tokoh penyebar agama Islam di Jawa yang disebut-sebut dalam sejumlah babad serta cerita-cerita lisan. Tokoh ini terkait dengan sejarah Kota Semarang dan penyebaran awal agama Islam di Jawa, meskipun secara tradisional tidak termasuk sebagai Wali Sanga. Makamnya

Sunan Sendang Duwur Boyong Masjid dalam Semalam

Sunan Sendang Duwur Sunan Sendang Duwur bernama asli Raden Noer Rahmad adalah putra Abdul Kohar Bin Malik Bin Sultan Abu Yazid yang berasal dari Baghdad (lrak). Raden Nur Rahmad lahir pada tahun 1320 M dan wafat pada tahun 1585 M. Bukti ini dapat dilihat pada pahatan yang terdapat di dinding makam beliau. Beliau adalah tokoh