Seluruh Wali Di Muka Bumi ini Kenal Dengan Gus Dur

Permalink to Seluruh Wali Di Muka Bumi ini Kenal Dengan Gus Dur
Seluruh Wali Di Muka Bumi ini Kenal Dengan Gus Dur, demikian yang dutarakan Habib  kepada kedua muridnya. Pada suatu ketika Habibana Al-Walid Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri Tebet memanggil muridnya yang paling senior yaitu KH. Fakhrurrozi Ishaq dan Habib Idrus Jamalullail mengenai hal penghinaan yang dilakukan kedua muballigh itu kepada Gus Dur yang

Karomah Gus Dur: Wali Ini Kabur Saat Ditemui Gus Dur

Permalink to Karomah Gus Dur: Wali Ini Kabur Saat Ditemui Gus Dur
Diantara banyak karomah Gus Dur, salah satunya adalah beliau bisa mengetahui seorang yang mempunyai maqom wali meskipun wali tersebut menyutupi kewaliannya.  Kisah ini tentang seorang wali yang berusaha menutupi kewaliannya, akan tetapi Gus Dur mengetahui bahwa dia seoarang wali. Wali memang kekasih Allah, tetapi diantara wali sendiri terdapat tingkatan-tingkatan. Semakin tinggi tingkatan seorang wali, mereka

Dzun Nun al Mishri, Makrifat

Permalink to Dzun Nun al Mishri,  Makrifat
Dzun Nun al Mishri , lahir di Akhwim kawasan Mesir Hulu tahun 155 H meninggal pada tahun 245 H. Menurut beberapa riwayat, Dzun Nun al Mishri adalah seorang sufi yang terkenal dengan keluasan ilmunya, kerendahan hatinya, dan budi pekertinya yang baik. Dzun Nun al Mishri cenderung mengaitkan ma’rifat dengan syari’at, seperti katanya berikut: ” Tanda

Inilah Makna Syiiran Gus Dur Yang Sebenarnya

Permalink to Inilah Makna Syiiran Gus Dur Yang Sebenarnya
Makna Lugas dari Syiiran Gus Dur dalam bahasa Indonesia, sedangkan kandungan makna yang tersirat dalam syiiran Gus Dur, akan Kami Update di bagian bawah dari tulisan ini. Silakan simpan laman ini atau bisa juga di bookmark karena artikel akan kami update dengan uraian dari makna Syiiran Gus Dur .

Puisi Sufi : Ruh

RUH Wahai Ruh yang masih bertempat di raga manusia Bebaskan dirimu dari cengkeraman H4w4 N4fsoe Yang sekian lama kau dijajah, dikuasai, diperbudak, diperintah Kau dijerat dengan kesibukan duniawi

Keutamaan Surah Al-Ikhlas

Surah Al-Ikhlas adalah surah ke 112 dalam al Qur’an, tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 4 ayat dan pokok isinya adalah menegaskan keesaan Allah sembari menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4

Dzikir, Imam Al Ghozali

Imam  Al Ghozali berkata : Pertama-tama saya berupaya menempuh jalan tasawuf  dengan banyak wirid, dzikir, puasa, dan sholat. Kemudian ketika Tuhan melihat ketulusan niat-niat saya, Dia memerintahkan agar mengunjungi salah seorang wali Nya, beliau berkata kepada saya ( Al Ghozali ), ” Jauhkan dirimu / hatimu , dari segala keterikatan, kecuali keterikatan kepada Allah. Dan

Dialog Tuhan dan Musa as di Bukit Thursina

Permalink to Dialog Tuhan dan Musa as di Bukit Thursina
Dialog Tuhan dan Musa as di Bukit Thursina “Dan tatkala Musa datang untuk bermunajat pada waktu yang kami tentukan, dan Tuhan-Nya berbicara kepadanya, maka Musa berkata : Ya Tuhanku, nampakkan (Dirimu) kepadaku agar aku dapat melihat-Mu”. “Tuhan berfirman: “Kamu tidak akan dapat melihat-Ku, tetapi lihatlah bukit itu, bila bukit itu tetap di tempatnya (seperti semula)

Mencapai Makrifat Dzatullah

Permalink to Mencapai Makrifat Dzatullah
Makrifat Dzatullah, Dalam penglihatan kepada Allah walau sudah ditampakkan dengan jelas yang tidak teralingi lagi tak perlu diterangkan secara fulgar atau apa adanya. Sebagaimana pendapat Imam besar Al Ghazali, ilmu mukasyafah adalah ilmu yang tersembunyi, dan hanya diketahui oleh mereka yang benar-benar mengenal Allah.

Nur Ilahi seorang Wali

Permalink to Nur Ilahi seorang Wali
Tentang Nur Ilahi seorang Wali, Imam Ghozali  menjelaskan bahwa Wali adalah benar-benar ada, dan kita harus mempercayainya, seperti kita juga percaya  tentang adanya  nabi Allah. Dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Ghozali menegaskan. “Bahwa siapa-siapa yang membantah/mengingkari tentang adanya manusia tingkat Wali maka ia juga mengingkari adanya manusia tingkatan Nabi”.