Nabi Sulaiman Mewarisi Kerajaan tapi Tidak Kekayaan Nabi Daud, Ini Penyebabnya

Diposting pada

Daftar Isi

Nabi Sulaiman as mewarisi kerajaan Nabi Daud as dengan tradisi militer yang kuat, namun tidak mewarisi kekayaannya. Selain itu, Nabi Sulaiman mewarisi kenabian ayahandanya itu.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dan kenabiannya, bukan mewarisi hartanya. “Karena seandainya Sulaiman mewarisi hartanya, tentulah tidak hanya khusus Sulaiman saja yang mewarisinya, melainkan anak-anak Nabi Daud yang lainnya pun ikut mewarisinya, karena sesungguhnya Nabi Daud mempunyai seratus orang istri,” ujar Ibnu Katsir.

Dalam Al-Qur’an disebutkan:

وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ عِلْمًا ۖ وَقَالَا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ
وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ ۖ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ

“Dan, sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman: dan keduanya mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman. Dan, Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata, ‘Hai manusia, Kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan Kami diberi segala sesuatu.” Sesungguhnya, (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata.” ( QS an-Naml : 15-16).

Menurut Ibnu Katsir, sesungguhnya para nabi itu tidak diwarisi hartanya, seperti yang diberitakan oleh Rasulullah SAW melalui salah satu sabdanya yang mengatakan:

نَحْنُ مَعْشَرَ الْأَنْبِيَاءِ لَا نُوَرَّثُ، مَا تَرَكْنَاهُ صَدَقَةٌ

Kami para nabi, tidak diwarisi; semua yang kami tinggalkan adalah sedekah.

BACA JUGA:  Kisah Nabi Daud: Berhasil Menaklukkan Jalut Hanya Dengan Batu dan Pelontarnya

Buku “Cara Kaya Seperti Nabi Sulaiman” karya Ahmad Zainal Abidin juga menyebutkan dalam surat an-Naml ayat 15-16 tersebut, tampak jelas bahwa Nabi Sulaiman menggantikan kenabian dan kerajaan dilengkapi dengan ilmu pengetahuan serta kitab Zabur yang telah diturunkan pada Nabi Daud.

Tradisi Militer
Kerajaan Nabi Daud as memiliki tradisi militer yang kuat. Nabi Daud pada mulanya adalah seorang penggembala kambing yang miskin, tapi berkat pertolongan Allah SWT, ia berubah menjadi komandan pasukan yang kuat dan pemimpin bijaksana yang disegani rakyatnya.

Tradisi militer pada era Nabi Daud sungguh sangat kuat. Pasukan Bani Israil yang pada mulanya lari terbirit-birit ketika berhadapan dengan musuh, menjadi pasukan yang sangat diperhitungkan semenjak dipimpin oleh Nabi Daud. Allah SWT berfirman:

وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ

“Dan, Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.” ( QS Shaad : 20 ).

Dalam catatan sejarah, Nabi Daud selalu memenangkan setiap peperangan. Allah SWT selalu menolong rakyat Nabi Daud yang termasuk orang yang bertauhid dan menyerahkan diri pada-Nya.