Menelusuri Jejak Manusia Makrifat

“Dunia itu musuh Allah. Dan orang kafir juga musuh Allah. Seorang pecinta tak akan mendekat pada kekasihnya, hingga kekasihnya menjauhi musuhnya.”

Akhirnya mereka itu masuk Islam semuanya di hadapan Syeikh.

Suatu hari sebagian para penempuh Jalan Sufi sedang berjalan di pelosok, tiba-tiba dirinya berbicara untuk suatu hajat, ternyata ia sudah ditepi sumur. Lalu ia lembarkan bejana air ke dalamnya untuk kepentingan minum. Namun disaat bejana keluar, sudah dipenuhi dengan emas. Bejana itu pun ia lempar ke dalam sumur sembari berkata, “Oh Tuhan Yang Maha Agung, aku tidak ingin selain diriMu…”

Ammar al-Qurasy ra mengatakan, “Suatu hari aku di pesolok desa, aku ingin memanggil karena suatu kebutuhan mendesak. Kuambil sapu tangan dari guruku, lalu kusobek dua belah. Aku pakai separo, dan aku basahi satu lagi. Yang terjadi malah muncul konflik dalam diriku soal kebutuhanku. Tiba-tiba seluruh desa itu menjadi perak semua. Aku pun berlalu sembari munajat, “Ilahi, aku mohon perlindungan darimu atas kehendak selain padaMu…”

Nabi Isa as, berkata, “Betapa eloknya bagi seseorang yang mengingat Allah, dan tidak ingat selain Allah swt. Betapa bagusnya seseorang yang takut kepada Allah dan tidak takut selain Allah. Baguslah seseorang yang memohon pada Allah dan tidak meminta kecuali kepada Allah swt.”

Imam Zainul Abidin Ali bin al-Hasan ra, mengatakan, “Ketika aku berada di tempat Abu Abdullah al-Husain as, kubaca sebagian kitab. Di tangannya ada sebilah gelati. Kulihat ada hurup yang salah, lalu kukatakan, “Coba pisaumu, akan kugunakan membenarkan huruf ini.”

Aku dapatkan pisau itu, dan disaat sudah selsai tugasku, kukembalikan.“Wahai Ali, jangan ulangi lagi seperti ini, anda akan terjatuh pada hinanya permintaan dan rendahnya cita-cita.!”

Baca juga:  al Qusyairi, Prinsip-Prinsip Tasawuf Ahlu Sunnah

Diriwayatkan bahwa Nabi saw, bersabda kepada Tsauban ra, “Wahai Tsauban jangan minta tolong kepada orang.” Maka Tsauban, jika cambuknya jatuh dari tangannya, ia tak pernah meminta tolong pada seseorang, dengan mengatakan “Ambilkan cambuk itu…” hingga ia sendiri turun dan mengambilnya.

Suatu hari seseorang sedang meminta mata uang Kisrah pada Sufyan ra, lalu orang itu diberi Dinar. Ia pun menanyakan kenapa diberi Dinar? Sufyan menjawab, “Jika ia tidak mengenal kadar dirinya, maka aku tidak meminta kehormatan diriku. Namun jika ini semua meninggalkan cita yang luhur, maka aku tidak meminta kemurahan.”

Cita-cita kaum ‘Arifin

Cita-cita kaum arifin bersambung dengan cintanya kepada Ar-Rahman, sedangkan hatinya memandang pada tempat-tempat kemuliaan dari Sang Maha Mulia. Tak ada istirahatnya di dunia, tanpa keluar dari dunia.

Hubaib al-Ajamy ra banyak muncul terlihat pada hari Tarwiyah di Bashrah, sedngkan di hari Arafah ia berada di Arafah. Lantas ditanyakan padanya, “Itu hanya sedikit sekali dari terbangnya Ahli Cita Luhur Ilahi…” jawabnya.

Ali Karromallahu Wajhah masuk masjid Rasulullah saw. Lalu melihat orang pelosok di masjid sedang bermunajat, “Ilahi, aku hanya ingin sedikit saja kesenangan dariMu.”

Beliau juga melihat Abu Bakr ash-Shiddiq ra, sedang bermunajat, “Ilahi, aku hanya ingin padaMu…”

Maka jauhlah berbedaan cita-cita jiwa mereka. Masing-masing membubung dengan citarasanya. Jika telah sampai pembubungan cita itu sampai pangkalnya, ia berhenti dan tidak lagi terbang melewati.

Allah swt berfirman, “Katakan, masing-masing beramal menurut format kemampuannya…” (Maksudnya menurut niat dan cita luhurnya.)Abu Yazid al-Bisthamy ditanya, “Aku dengar anda berjalan di atas air dan terbang di atas udara.”

“Orang beriman lebih memuliakan Allah Azza wa-Jalla ketimbang langit sap tujuh. Apa yang perlu dikagumi dari sekadar berjalan di air dan terbang di udara, seperti posisi burung dan ikan hiu?”

Baca juga:  Rabiah al Adawiyyah : Kisah dan Jatidiri

Suatu ayat, “Mereka itulah yang bergegas dalam kebaikan.” Dibacakan di hadapan Ibnul Mubarok, lantas beliau berkata, “Bukan dimaksudkan ialah bergegasnya fisik, atau bergegas meraih amal. Tetapi dimaksud ialah cita-cita yang mendahului cita-cita dalam segala kebajikan dan kehendak.”

Sebagian ‘arifin mengatakan, “Kasihan sekali mereka yang berakal. Mereka sibuk dengan memperbanyak amal, mereka memperbesar dan berbangga dengan amal. Bagi orang arifin,  melakukan amaliyah sebanyak amal seluruh penghuni langit dan bumi dari zaman Azali sampai kekal abadi nanti, maka amaliyah itu masih terasa kecil dan lebih rendah di mata mereka disbanding kecilnya atom di langit dan di bumi.”

Nabi saw, bersabda: “Janganlah kalian merasa banyak taat, dan janganlah kalian merasa sedikit dosamu.”

Suatu saat Nabi Musa as melewati pantai sepanjang laut. Lalu ia bermunajat, “Tuhanku, lelah sekali kedua dengkulku, dan berat sekali punggungku. Oh Kekasihku, apa yang hendak kau berlakukan padaku ini?”

Allah pun mengutus binatang Trenggiling untuk menjawabnya.“Wahai anak Imran, apakah kau berharap pada Tuhanmu, dengan ibadahmu padanya? Bukankah Allah telah memilihmu dan berbicara padamu, dan membuatmu dekat dan bermunajat padaNya? Demi Yang menciptakanku dan Melihatku, sesungguhnya aku berada di padang sahara ini sejak 360 tahun, selama itu aku bertasbih siang malam, sedikit pun aku tidak berpaling dariNya. Dan sejak tiga hari lalu aku tidak makan. Bahkan setiap saat gemeterlah tulang-tulangku.

Tags: #makrifat

MBAH MANGLI KIYAI YG MEMPUNYAI ILMU MELIPAT BUMI :
MBAH MANGLI KIYAI YG MEMPUNYAI ILMU MELIPAT BUMI : Kiai Haji Hasan Asy’ari
Pengalaman Spiritual: Banjir Besar Itupun Hilang Tiba Tiba
Pengalaman Spiritual ini ditulis di alami oleh sdr Mirva allahu akbar alahu akbar
Dzikirnya Para Malaikat
Malaikat yang pertama di ciptakan oleh allah adalah malaikat HAMALATUL ‘ARSY. Adalah empat malaikat
Wali Allah yang Nyleneh
Anda tahu Waliyullah Majdub? ‘Gelar’ Waliyullah Majdub diberikan kepada seorang wali yang memiliki

Tinggalkan pesan "Menelusuri Jejak Manusia Makrifat"