SEBAGAI MANUSIA PERTAMA DI BUMI, SIAPA YANG MENIKAHKAN NABI ADAM DAN HAWA

Diposting pada

Daftar Isi

Nabi Adam dan Hawa lalu berkeliling menaiki unta dan akhirnya sampai di pintu surga dan mereka terdiam sebentar. Kemudian Allah memberi wahyu pada Adam, ini surgaku dan istana kemuliaanku, masuklah kalian dan makanlah apa yang ada sesuka hati kalian. Dan janganlah mendekat pada pohon ini niscaya kalian tergolong orang-orang zalim. Malaikat yang jadi saksi atas pernikahan mereka kemudian mengantar Adam dan Hawa masuk ke surga.

Para Malaikat Menjadi Saksi
Pernikahan Nabi Adam dan Hawa termasuk kisah yang menakjubkan karena Allah sendiri yang menikahkan mereka. Dilansir dari NU online, dalam Kitab Assab’iyyat fi Mawaidzil Bariyyat karangan Abi Nashr Muhammad bin Abdurrahman al-Hamadzany pada Hamisy-nya al-Majalisus Saniyyah halaman 111-112 dijelaskan:

فناداها ادم من أنت ولمن أنت فقالت حواء: خلقنى الله تعالى لأجلك فقال ائتينى قالت بل أنت فقام ادم وهب اليها فمن ذلك الوقت جرت العادة بذهاب الرجل الى المرأة فلما قرب منها وأراد أن يمد يده اليها سمع النداء ياادم أمسك فان صحبتك مع حواء لاتحل الابالصداقة والنكاح ثم أمر سبحانه وتعالى سكان الجنة بأن يزينوها ويزخرفوها ويحضروها موائدالنثار وأطباقها ثم أمر ملائكة السموات بأن يجتمعوا تحت شجرة طوبى فاجتمعوا ثم اثنى الله بنفسه على نفسه وزوجها ادم عليه السلام فقال الله تعالى الحمد ثنائى والعظمة ازارى والكبرياء ردائى والخلق كلهم عبادى وامائى اشهد ملائكتى وسكان سمواتى زوجت حواء بأدم بديع فطرتى .اهـ

BACA JUGA:  INILAH NAMA-NAMA 313 UTUSAN ALLAH (RASUL ALLAH)

“Setelah Allah menjadikan Hawa dari tulang rusuk Adam yang sebelah kiri, maka diserunyalah Hawa dengan katanya: ‘Siapa engkau? Dan untuk siapa engkau?’ Maka menjawablah Hawa: ‘Aku dijadikan Allah untuk keperluan engkau’. Maka kata Adam: ‘Marilah datang kepadaku’. Jawab Hawa: Tidak, engkaulah yang datang ke sini! Lalu berdirilah Adam, datang menghampiri Hawa.

Sejak mulai itulah berlaku adat laki-laki mendatangi wanita. Maka tatkala sudah mendekat Adam kepada Hawa, dan berkehendak Adam memanjangkan tangannya kepada Hawa didengarnyalah suatu seruan: “Hai Adam. Tahan dulu! Sesungguhnya pergaulanmu dengan Hawa itu belum halal, kecuali dengan maskawin dan nikah sah”. Allah memperintahkan semua penduduk surga menghiasi dan menghidangkan berbagai makanan lengkap dengan talamnya.

Kemudian Allah memerintahkan para Malaikat untuk berkumpul di bawah pohon kayu Thumba dan setelah berkumpul semuanya maka bertasbihlah Allah Ta’ala dengan memuji diri-Nya sendiri dan dinikahkanlah Adam. Maka Allah berfirman: “Alhamdu, itulah puji-Ku, kebesaran itulah kain-Ku, kesombongan itulah selendang-Ku, dan makhluk semua adalah hamba-hamba-Ku. Saksikanlah wahai para Malaikat dan penduduk langit-Ku, Aku telah kawinkan Hawa dengan Adam makhluk buatanku yang baru”.