Ajaran Tasawuf: Mahabbah, Syauq

* Ajaran Tasawuf Mahabbah: kecenderungan kepada Allah secara paripurna, mengutamakan urusan-Nya atas diri sendiri, jiwa dan hartanya, sepakat kepada-Nya lahir dan batin, dengan menyadari kekurangan diri sendiri (Syaikh alMuhasibiy). Rabi’ah berkata: “Orang yang mahabbah kepada Allah itu tidak habis rintihan kepada-Nya sampai ia dipanggil ke sisiNya.

* Ajaran Tasawuf  Syauq: yaitu kerinduan hati untuk selalu terhubung dengan Allah dan senang bertemu dan berdekatan denganNya ( Abu Abdullah bin Khafif ). Sebagian Ulama’ berkata: ” Orang-orang yang Syauq merasakan manisnya kematian setelah dialami, sebab terbuka tabir yang memisahkan antara dirinya dengan Allah.

* Ajaran Tasawuf Unsu : tertariknya jiwa kepada yang dicintai ( Allah ) untuk selalu berada di dekatNya. ( Abu Sa’id al Karraz). Syeh Malik bin Dinar mengatakan, “Barangsiapa tidak unsu dengan muhadatsah kepada Allah, maka sedikitlah ilmunya, buta hatinya dan sia-sia umurnya.

* Ajaran Tasawuf Qurbun : dekat hatinya seseorang dengan Allah Ta’ala, sehingga dalam melakukan segala hal merasa selalu dilihat olehNya. Syeh Abu Muhammad Sahl mengatakan, “Tingkat paling rendah dalam tingkatan Qurb adalah rasa malu melakukan maksiat”

* Ajaran Tasawuf Haya’: Rasa malu dan rendah diri, demi mengagungkan Allah (Syaikh Syihabuddin), Syaikh dzun Nun alMisri mengatakan, “Mahabbah membikin orang berucap, Haya’ membikin diam, dan Khauf membikin gentar”.

* Sakar: Gejolak mabuknya hati sewaktu disebut Allah (Syaikh Abu Abdullah)

* Ajaran Tasawuf Wushul: terbukanya tabir hati dan menyaksikannya pada hal-hal yang diluar alam ini (alam dhohir) (Syaikh Abu Husein anNuriy)

* Ajaran Tasawuf Qona’ah: menerima cukup dengan yang ada tanpa keinginan berusaha memperoleh yang belum ada (Syaikh Abu Abdullah).

Baca juga:  Asmaul Husna 61 – 80

Tags: #al-Kharroz #al-Muhasibi #allah #Dzun Nun al-Mishri #islam #Malik bin Dinar #Rabiah #sufi #tasawuf #yang

Kajian Tasawuf, Penyebab Kerasnya Hati
Mengenai Kajian Tasawuf, Penyebab Kerasnya Hati, Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Bada’i
TIPU DAYA IBLIS SAAT HARI RAYA
Rasulullah SAW pernah bersabda: اِجْتَهِدُوْا يَوْمَ الْفِطْرِ فِي الصَّدَقَةِ وَأَعْمَالِ الْخَيْرِ وَالْبِرِّ مِنَ
KAROMAH KAROMAH WALI ALLAH
Mengenai Karomah Karomah Karomah Wali Allah, Berdasarkan kitab Al-Tabaqat al-Kubra karya Imam 'Abdul Rauf
SUMBER BAU HARUM PARA WALI
“SUMBER BAU HARUM PARA WALI” Syaikh Abu Hasan Ali Asy-Syadzili qs. memberi nasehat:
  1. author

    m imron pribadi9 tahun ago

    senang dengan adanya email dari walijo. tapi artikelnya kurang lengkap dan tuntas dalam pembahasannnya. thank.

    Balas
    • author
      Penulis

      Walijo9 tahun ago

      Mas Imron, trima kasih sarannya, Insya Allah akan di bahas dengan lebih lengkap pd artikel lain.

      Balas
  2. author

    khanom8 tahun ago

    stiap kali mbaca artikel tasawuf hati sy trasa tenang karena semua tentang Alloh, “hanya dengan mengingat Alloh hati mnjadi tenang.”

    Balas
  3. author

    mosadis118 tahun ago

    Kembalilah kpd jalan Allah dgn kembali memahami Al-Quran bukan melagukan atau sebagai sebuah dendangan sahaja. Dan jangan berlebihan dalam mencari ilmu yg digali dari kitab2 ulamak yg telah lama pergi krna akan membuat kita jauh dari kenyataan dan kebenaran Al-Quran…

    Kerna kiamat adalah dalam pengetahuan Allah dan Dia lah yg menunjukan jalan yg benar yg menjadi miliknya…fahami ayat 31 surah an’am…

    Balas
    • author

      Zaini8 tahun ago

      Asalamkm.maaf kalo salah mohon pentunjuknya mas. .Qur’an&hadis masih universal yg masih membutuhkan penjabaran lebih luas&rinci. .Ulama2 dulu adl warisatul anbiya. .tinggal kita prcya ato tdk.jazakumulahukhoiratiwasa’adatidunya wal akiroh.wasalam

      Balas

Tinggalkan pesan "Ajaran Tasawuf: Mahabbah, Syauq"