KISAH WALI MASTUR, WALI ALLOH YANG DITUTUPI OLEH ALLOH DENGAN DIJADIKAN GILA SECARA DZOHIR

Diposting pada

Daftar Isi

Di kisahkan di suatu desa, ada seorang lelaki yang bernama fulan yang dianggap berkelakukan gila oleh sekitarnya entah dari mana asalnya, tak satupun dari penduduk desa itu mengetahuinya. Tiba-tiba saja hadir disana.

Kegilaannya biasa datang pada malam hari. fulan akan bersyair dalam kegilaannya. Pada siang hari, terkadang ia berlari berkeliling pasar atau ikut bermain dengan anak-anak. Para penduduk sudah biasa melihat tingkah lakunya. Mereka tidak khawatir pada anak mereka karena si fulan tidak pernah menyakiti orang lain terlebih lagi ia sangat sayang pada anak kecil.Wali mastur

Ada saja orang yang kasihan dan membawakan makanan untuknya buat berbuka puasa. Setahu mereka, fulan tidak pernah terlihat berbuka siang hari. Tiada putus puasanya. Yang lebih mengherankan lagi, fulan tidak mau tidur di sembarang tempat. Ia lebih suka tidur di emper satu-satunya masjid di desa itu. Ia selalu tidur pada pagi hingga petang dan berjaga pada malam hari.

Baca juga:  Abah Anom Suralaya, Sulthonul Auliya Zaman Ini

Suatu malam, kala kegilaannya datang fulan pun bersyair:

Wahai kekasih..
Padamu aku memuji
Padamu aku berbakti
Engkaulah yang aku cintai

Wahai kekasih..
Jangan kau tinggalkan aku
Jangan kau benci aku
Jangan kau cemburui aku
Karena cintaku hanya untukmu

Setelah bersyair berulang-ulang memuji kekasihnya iapun mengakhiri syairnya dengan menangis.

Siang itu singgahlah seorang musafir di masjid. Setelah sholat dhuhur ia keluar dan mendekati fulan yang sedang tidur. Ia mencoba membangunkannya. Tetapi fulan tetap saja nyenyak dalam tidurnya.

Baca juga:  Karomah KH Hasyim Asy'ari, Pendiri NU

” Wahai orang yang sedang tidur, tidakkah engkau ingin melaksanakan sholat dhuhur ? Janganlah engkau lewatkan waktu sholatmu dengan tidur panjangmu”, kata musafir itu sambil terus membangunkan fulan.

fulan akhirnya bangun dan menatap si musafir lalu berkata,

” Apa pedulimu denganku ? Aku sedang bermimpi bersama kekasihku. Tetapi engkau telah mengusik keasyikanku dengan sang kekasih”