KISAH SYEH ABDUL QODIR DAN KHANIS JIN DARI INDONESIA

Diposting pada

Daftar Isi

Khanis adalah nama salah satu makhluk astral (jin) lokal asli Nusantara yang disebut dalam manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

Makhluk ini biasa mengganggu manusia yang mengakibatkan sakit jiwa, ayan atau epilepsi, kesurupan (kerasukan) dan pingsan tak sadarkan diri.
Khanis  akronim kata khafiy (penyamar) dan annisa’ (perempuan),  sejenis kuntilanak, sundel bolong, jurik:

Khanis ialah jin yang menyamar menyerupai wujud perempuan dan lebih mudah merasuk ke dalam tubuh perempuan.

Dikisahkan dalam Manaqib Syekh Abdul Qadir, bahwa ada seorang penduduk Ishfahan, Iran, yang baru saja membeli seorang budak perempuan (amat).

Orang Ishfahan itu mendatangi Syekh Abdul Qadir al-Jailani untuk satu tujuan, yaitu untuk pengobatan budak perempuannya yang seringkali kesurupan dan tak sadarkan diri.

Budak perempuan itu telah diobati dengan segala cara, bahkan sudah dibawa ke banyak dukun dan paranormal, tapi hasilnya nihil.
Makanya, majikan budak itu menghadap Syekh Abdul Qadir al-Jailani supaya mau menolong dan mengobati penyakit aneh yang diderita budak perempuan itu.

Sang waliyullah itu lalu memberi tahu kepada orang Ishfahan yang menghadapnya: “Wahai saudara! budak perempuanmu mengidap penyakit karena diguna-guna melalui jin jahat dari lereng gunung atau lembah di daerah Sarandib, bernama Khanis,” kata Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

BACA JUGA:  SYEH ABDUL QODIR JAELANI DAN SEORANG PEM4BUK

Penyebutan nama Sarandib oleh Syekh Abdul Qadir al-Jailani mengingatkan kita pada penelitian Azyumardi Azra dan lainnya tentang Swarnadwipa, kerajaan tua di Jambi, Sumatera.

Hal itu berarti makhluk astral bernama Khanis itu merupakan jin asal Nusantara. Jin ini sangat takut mendengar nama besar Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

Disebut di dalam kitab Manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani berpesan kepada majikan dari Ishfahan itu:

“Kalau budak perempuanmu kumat kerasukan jin Khanis, maka perdengarkan ke arah telinga budakmu kalimat berikut ini: ‘Wahai Khanis, Syekh Abdul Qadir yang tinggal di Baghdad berkata padamu: jangan kembali dan berbuat macam-macam lagi, sebab kamu akan binasa!’.”

Lelaki asal Ishfahan lalu undur diri dan mengamalkan apa yang disampaikan waliyullah asal Baghdad. Selang 20 tahun kemudian, ia datang kembali menghadap Syekh Abdul Qadir al-Jailani.