KISAH SEORANG NABI YANG TERTIDUR SELAMA 100 TAHUN, NABI SIAPA DIA?

Diposting pada

Daftar Isi

Pada zaman nabi, banyak hal luar biasa akan suatu kehendak Allah SWT. Salah satunya di zaman ketika syariat diturunkan kepada Nabi Musa AS.

Saat itu di Bani Israil, seorang utusan Allah SWT bernama Uzair mengalami kejadian yang luar biasa. Dia adalah seorang nabi yang tertidur selama 100 tahun dan dibangunkan kembali oleh Allah SWT. Seperti apa kisahnya?

Kesehariannya, Uzair senang mengembara dari satu daerah ke daerah lain dengan seekor keledai kesayangannya yang menjadi alat transportasi. Saat itu ia tiba di sebuah kawasan bekas permukiman.

Tempat ini diketahuinya adalah salah satu negeri yang makmur di wilayah ini. Namun, azab menimpa penduduk setempat lantaran kedurhakaan mereka terhadap perintah Allah SWT.

Alhasil, tersisa hanya puing-puing bangunan. Nabi Uzair berhenti sejenak di antara reruntuhan sebuah rumah. Keledai tunggangannya diistirahatkan di dekatnya.

Setelah mengeluarkan bekal, ia berkata sembari menghela napas, “Ya Allah, kini aku bersandar di rumah yang dindingnya telah rusak. Di sinilah dahulu ada orang-orang hidup dan tinggal. Satu sama lain menganggap sebagai teman atau lawan. Namun, tulang-tulang mereka kini sama sekali tak tersisa. Bagaimana mungkin penghuni puing-puing ini kembali berkumpul dan hadir sebagai manusia-manusia yang hidup?”

Setelah menghabiskan selembar roti dan minum, ia pun berbaring dan tertidur lelap. Sehari, sepekan, sebulan, setahun, dirinya tak kunjung bangun dari tidurnya. Puluhan tahun berganti bahkan, jiwa sang nabi masih hanyut dalam tidurnya.

BACA JUGA:  KISAH NABI UZAIR ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ TERTIDUR 100 TAHUN

Sampai pada akhirnya, genap 100 tahun berlalu. Oleh Allah SWT, Nabi Uzair dibangunkan dari tidurnya. Kemudian, Allah SWT mengutus satu malaikat kepadanya. “Berapa lama engkau tertidur?” kata malaikat itu. “Mungkin sehari atau setengah hari saja,” jawab Nabi Uzair santai.

“Tidak. Sungguh, engkau berada di sini selama 100 tahun. Allah membuatmu tertidur, mematikanmu, lalu menghidupkanmu kembali. Itu agar engkau mengetahui jawaban dari pertanyaanmu, ketika engkau merasa heran akan kebangkitan yang dialami oleh orang-orang yang mati,” kata sang malaikat.

Mendengar itu, Nabi Uzair terkejut. Ia melihat keadaan sekeliling. Semua bekalnya—dengan kehendak Allah—masih utuh, tak berubah sama sekali. Hanya, keledainya telah menjadi tulang belulang. Ia pun berdoa kepada Allah SWT. Atas kuasa-Nya, keledai itu bangkit kembali.

“Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala-galanya,” ucap Nabi Uzair seraya bersujud.

Sambil menunggangi hewan itu, Nabi Uzair pun kembali ke kampung halamannya.