KISAH PELAWAK KIRUN DIAJAK ZIARAH GUS DUR

Diposting pada

Daftar Isi

“Kisah Pelawak Kirun Diajak Ziarah oleh Gus Dur”

#KisahGusDur
Dalam Haul Gus Dur yang ke-10 di Wonosobo, Kirun, menceritakan pengalamannya bersama Gus Dur.

Kirun mengatakan sering diajak ziarah oleh Gus Dur malam-malam di makam dan petilasan wali yang wingit. Ada banyak makam yang pernah didatangi Gus Dur dan Kirun seperti pesarena Kebo Kenongo, di Alas Purwo Banyuwangi, Joko Tingkir, di lereng Gunung Sindoro Sumbing dll

Suatu saat Kirun bertanya kepada Gus Dur. “Gus, kita ini kenapa toh kok sering datang ke tempat-tempat seperti ini. Kita ini cari apa to, Gus? Iya njenengan bisa berkomunikasi dgn mereka. Lha aku?”

“Cari teman. Teman yang sudah mati itu kadang bisa jadi teman yang lebih baik dari pada dengan yang masih hidup. Orang mati tidak membahas politik, tidak menjelekkan orang lain.”

Baca juga:  Inilah Makna Syiiran Gus Dur Yang Sebenarnya

“Lha makanya tadi saya ketemu Kuntilanak, Gus.”

“Dimana?” tanya Gus Dur.

“ Dia mainan hp di atas kuburan, Gus.”

“Lha terus bagaimana?”

“Saya tanyai dia, Gus. Eh Kuntilanak kok kamu mainan hp di atas kuburan.”

“Jawab apa dia?” tanya Gus Dur

“Iya, Pak. Saya kalau mainan di bawah kuburan tidak ada sinyal. Jadinya saya main hp di sini.”

Suatu ketika, menurut penuturan Kirun, Gus Dur menjelaskan mengapa sering mengajaknya ziarah

“Mas, Kirun. Sampean itu ndak usah bingung-bingung. Saya suka mendatangi petilasan dan kuburan itu ada maksudnya.”

“Maksudnya nopo, Gus?” tanya Kirun

“Maksudnya itu begini. Sebenarnya petilasan dan kuburan itu sudah didatangi orang. Kalau nanti saya datang ke sana, biasanya yang datang menjadi semakin banyak. Ritual-ritual yang menyimpang dari ajaran Islam itu bisa hilang. Biar ndak keliru arah. Karena yang mendatangi semakin banyak. Biasanya akan membutuhkan tempat salat. Kalau sudah begitu biasanya akan dibangun mushalla atau masjid yang bisa dipakai untuk salat.”

Baca juga:  GUS DUR DAN MALAIKAT IZRAIL

“Oh. Begitu.”

“Nah, selanjutnya biasanya kalau sudah didatangi banyak orang, akan ada banyak masyarakat sekitar yang biasanya berjualan, baik berjualan kopi, teh, makanan dan lainnya sehingga bisa memperbaiki perekonomian masyarakat sekitar. Akhirnya tempat-tempat itu bukan hanya digunakan untuk ziarah tetapi juga bisa mendatangkan rezeki.”

Oleh Rizal Mubit via @alif__id
Dari @ulamanusantara