KISAH NABI DANIAL, MAKAMNYA DISEMBUNYIKAN

Diposting pada

Daftar Isi

Kisah Nabi Daniel yang Makamnya Disembunyikan untuk Menjauhkan Umat dari Kemusyrikan

Dari ribuan nabi yang diturunkan Allah Swt, terdapat salah satu nabi yang kisahnya cukup menarik. Dialah Nabi Daniel yang diturunkan untuk membimbing kaum Bani Israil. Akan tetapi, makamnya harus disembunyikan dari semua orang untuk mencegah kemusyrikan.

Dikisahkan, Nabi Daniel gugur dalam perjuangan jihadnya di daerah Hurmuzan. Akan tetapi, jasad Nabi Daniel baru ditemukan beberapa ratus tahun kemudian oleh sahabat Abu Musa Al-Asy’ari di Baitul Mal, Hurmuzan.

Uniknya, meski Nabi Daniel telah meninggal selama ratusan tahun, jasadnya sama sekali tidak rusak dan tidak membusuk sedikit pun sehingga dapat langsung diidentifikasi. Adalah Abu Musa Al-Asy’ari yang ketika menemukan jasad tersebut langsung mengirim sebuah surat kepada sahabat Umar bin Khattab yang waktu itu menjadi khalifah.

Mendapat kabar penemuan jasad dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari, Umar bin Khattab lantas membalasnya dan memerintahkan agar jasad itu disembunyikan dari orang-orang.

Ibnu Taimiyyah menjelaskan balasan surat Umar bin Khattab itu, “Pada siang hari, galilah 13 lubang kubur kemudian makamkanlah pada malam hari di salah satu lubang tersebut. Sembunyikan kuburannya agar tidak menimbulkan fitnah (disembah-sembah dan dikeramatkan) oleh manusia.”

Baca juga:  NABI MUSA AS, PEMUDA YANG BERBAKTI KEPADA ORANG TUANYA DAN SEPASANG BABI

Kisah ini juga diriwayatkan oleh Ibu Abi Syaibah dari sahabat Anas, “Tatkala mereka (Abu Musa Al-Asy’ari) menaklukan Tustur, mereka menemukan jasad seseorang yang hidungnya panjang. Penduduk Hurmuzan beristi’anah (meminta bantuan) dan meminta hujan dengan perantara jasad tersebut. Abu Musa pun segera menulis surat yang ditujukan kepada sahabat Umar bin Khattab.

Umar lantas membalas surat tersebut, “Sesungguhnya jasad itu adalah nabi di antara para nabi. Api tidak akan membakar jasad para nabi dan bumi tidak akan merusaknya. Hendaklah engkau dan salah seorang sahabatmu menguburkannya di tempat yang tidak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali kalian berdua.”

Kemudian aku dan Abu Musa Al-Asy’ari pergi untuk menguburkannya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dengan sanad sahih)

Sementara itu, Ibnu Katsir mengatakan bahwa jasad yang ditemukan itu jelas Nabi Daniel. Hal itu dibuktikan dari waktu kematian dan kabar mengenai kapan masa hidupnya.

Baca juga:  Mukjizat Nabi Muhammad, Menghidupkan Orang Mati

Dalam Al-Bidayah Wan Nihayah dikatakan oleh Ibnu Katsir, “Waktunya (perkiraan lamanya meninggal) dekat dengan waktu kehidupan Nabi Daniel. Jika begitu, bisa dipastikan itu adalah Nabi Daniel karena sesuai dengan perkiraannya (lama meninggal dan waktu ditemukan jasadnya).”

Sedangkan dalam riwayat lain, Al-Baihaqi berkata, “Dari Khalid bin Dinar dari Abu ‘Aliyah, “Aku berkata kepada Abu Aliyah, ‘Apa yang kalian lakukan pada jasad Nabi tersebut?’. Abu ‘Aliyah menjawab, ‘Kami menggali kubur di sungai (airnya dibendung dahulu) sebanyak 13 lubang kubur yang terpisah-pisah. Ketika malam hari, kami menguburkannya dan kami ratakan semua kubur tersebut agar orang-orang tidak mengetahui dan tidak menggalinya kembali.”

Wallahu a’lam.