KISAH MBAH IMAM KHOLIL SARANG DENGAN SEORANG WALIYULLAH YANG MENYAMAR MENJADI ORANG GILA

KISAH MBAH IMAM KHOLIL SARANG DENGAN SEORANG WALIYULLAH YANG MENYAMAR MENJADI ORANG GILA

Dulu di Sarang sekitar tahun 80 an ada orang yang sering berlalu-lalang disekitar pondok, kerjaannya hanya mondar-mandir kesana-kemari disekitar pondok, ia tidak mengenakan pakaian sama sekali, hanya celana pendek yang sudah usang dan sobek-sobek, ia tidur diemperan pasar.

Orang-orang Sarang memanggilnya Margik. Ia tidak bisa diajak bicara seperti layaknya orang gila, namun anehnya ketika bakda subuh ia selalu duduk didepan ndalem Mbah Imam Kholil sambil menunggu beliau keluar rumah. Anehnya lagi Mbah Imam selalu memberikan sisa minuman kopinya (kopi adalah minuman kesukaan beliau waktu itu) kepada Margik sambil mengajaknya bicara seperti orang normal, padahal Margik biasanya tak bisa diajak komunikasi oleh orang-orang sekitar, malah ia terkadang marah-marah dan melempar batu dengan tangan kirinya yang pasti mengenai sasaran. Pernah ia ditanyai oleh seseorang:

Baca juga:  Wali Paidi 17, Digoda Mulan Jameela

“margik ojo kok udoh ngonoku leh ketok aurote” (margik, jangan telanjang seperti itu, kelihatan auratnya),

ia lalu menjawab:

“Gih mpun, ampun diawasi, nek diawasi lak doso” (ya sudah, jangan dilihat, kalau dilihat ya dosa).

Seakan-akan ia paham tentang fiqih seperti layaknya santri. Setelah kepergian Mbah Imam Kholil ke Rahmatullah, Margik menyusul meninggal dan dikebumikan di pemakaman Jonke Sarang. Selang beberapa tahun setelah kewafatan Margik, seseorang ingin menguburkan jenazah di pemakaman Jonke, setelah ia menggali liang lahat ternyata didalamnya terdapat mayat yang masih utuh dan bersih, setelah dibuka kain kafannya ternyata mayat tsb adalah Margik yang dulunya sering berlalu-lalang disekitar pondok pesantren. Wallahu’alam mungkin beliau adalah salah satu waliyullah yang menyamar menjadi orang gila agar kewaliannya tidak diketahui oleh orang-orang kecuali setelah wafat.

Baca juga:  Inilah Tugas dan Tingkatan Wali Qutub

Sumber : Ust. Sa’dun (alumni MGS tempo dulu)

الفاتحة إلى جميع مشايخ وأولياء وعلماء سارانج بأن الله يعلي درجاتهم في الجنة وينفعنا بأسرارهم وأنوارهم وعلومهم في الدين والدنيا والآخرة ويجعلنا من حزبهم ويرزقنا محبتهم ويتوفانا على ملتهم ويحشرنا في زمرتهم في خير ولطف وعافية بسر لهم الفاتحة…

#serambisarang #santrisarang #aljaddimamkholil #manhajsarang #masyayikhuna

Tags: #Wali Gila

Leave a reply "KISAH MBAH IMAM KHOLIL SARANG DENGAN SEORANG WALIYULLAH YANG MENYAMAR MENJADI ORANG GILA"