KISAH JIN YANG PERTAMA KALI MENDENGAR AL QUR’AN

Diposting pada

Daftar Isi

Kisah Jin yang pertama kali mendengar Al-Qur’an mengingatkan kita kepada salah satu surat dalam Al-Qur’an. Dalam surat tersebut, Allah menceritakan kisah sekumpulan jin yang mendengarkan bacaan Al-Qur’an.

Kisah ini diabadikan dalam Surat Al-Jin terdiri atas 28 ayat (golongan surat-surat Makkiyyah). Di namai Al-Jin diambil dari perkataan Jin yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

قُلۡ اُوۡحِىَ اِلَىَّ اَنَّهُ اسۡتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الۡجِنِّ فَقَالُوۡۤا اِنَّا سَمِعۡنَا قُرۡاٰنًاعَجَبًا

“Katakanlah (Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan),” lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur’an).” (QS Al-Jin Ayat 1)

Sebelum Rasulullah diutus menjadi Nabi, bangsa jin kerap mencuri kabar dari langit untuk kemudian membohongi manusia lewat perantara lisan para dukun.

Setelah Al-Qur’an diturunkan kepada Baginda Rasulullah, para Jin kemudian mencari tau wahyu yang diturunkan itu. Mereka penasaran ingin mengetahui isi Al-Qur’an tersebut. Mereka pun berpencar ke penjuru bumi untuk mendengar bacaan Al-Qur’an tersebut.

Dikisahkan, ketika Rasulullah melaksanakan sholat subuh bersama para sahabat. Para jin mendengar lantunan itu dan merasa takjub lantaran tidak pernah mendengar untaian kata seindah itu sebelumnya.

“Demi Allah, inilah yang telah menghalangi kita dari mendengar berita-berita langit!” sahut mereka satu sama lain. Mereka pun kembali ke kaumnya.

“Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan,” ujar jin kepada pemimpinnya. Setelah itu, turunlah wahyu Surat Al-Jin ayat 1 kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dijelaskan dalam shahih Muslim, ketika Rasulullah berdiri dan membaca Al-Qur’an dan ketika itu Iblis melihat pintu-pintu langit ditutup dan tidak bisa lagi ditembus oleh Iblis dan pasukannya. Saat itu Iblis berkata: “Apa yang telah terjadi di barat dan timur sehingga kita tidak bisa lagi menembus langit?”.

Maka ketika mereka mencari di penjuru barat dan timur, mereka pun menemukan cahaya Rasulullah yang sedang berdoa dan membaca Al-Qur’an. Cahaya itu membuat para Jin berdesakan untuk mendengarkan bacaan itu kemudian mereka beriman.

Dalam tafsir Ibnu Katsir diceritakan bahwa saat itu ada beberapa raja Jin yang diperintahkan Iblis untuk melihat apa yang terjadi. Ketika para jin menjalankan tugasnya, justru mereka menyatakan beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Artikel Pilihan:  BERDIALOG DENGAN JIN YANG HIDUP DI MASA RASULLULLAH SAW

Para Jin itu pun berdesakan ingin mendengar suara indah yang keluar dari jiwa suci yang merindukan Allah dengan getaran iman. Para raja jin masuk Islam berkat suara indah Rasulullah yang mulia.

Sebab Turunnya Surat Al-Jin Ayat 1
Sementara pendapat Ibnu Jauzi rahimahullah dalam kitbanya Shifat ash-Shafwah dilansir dari muslimahdaily punya kisah lain dari sebab turunnya ayat di atas. Dari Sahal bin Abdillah, beliau berkata:

“Suatu hari, aku (Sahal) berada di pemukiman yang dulunya ditempati kaum ‘Ad. Tiba-tiba aku melihat perkampungan di permukaan tanah lapang yang berlubang. Di sana terdapat istana megah yang terbuat dari batu yang atap dan pintunya berlubang.

Aku melihat di lubang tersebut banyak jin bermukim. Karena penasaran, aku memutuskan untuk masuk ke istana guna melihat sesuatu di dalamnya. Tak lama, aku melihat seorang tua yang berbadan sangat besar memakai jubah dari wol yang sangat lembut. Ia tengah melaksanakan sholat menghadap Ka’bah.

Aku tidak terlalu kaget dengan besar badannya, tapi aku lebih kaget dengan apa yang dipakainya. Betapa lembut wol tersebut terlihat di hadapanku. Lantas aku memberi salam padanya, dan ia pun menjawab salamku.

“Wahai Sahal, sesungguhnya bukan badan yang membuat pakaian seorang lusuh. Akan tetapi, yang membuatnya lusuh dan usang adalah uap-uap dosa dan makanan haram. Sesungguhnya jubah ini telah melekat di tubuh saya selama 700 tahun. Dan dengan jumlah ini aku telah bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saya berimana pada keduanya,” ucap orang tadi seakan tahu isi benak Sahal.

“Siapa engkau?” tanyaku penasaran.

“Saya adalah Jin yang tentangnya diturunkan ayat Al-Jin Ayat 1,” jawab orang tadi