imam Ghozali,al Ghazali

Kisah Imam Ghazali Belajar Dari Pembegal

Diposting pada

Daftar Isi

Kisah Imam Ghazali Belajar Dari Pembegal

Imam Ghazali setiap menerima ilmu dari guru-guru nya selalu ditulis lalu di susun maka jadilah kitab-kitab Syarah.

Suatu hari ketika Imam Ghazali sedang bepergian untuk mencari ilmu dari ulama-ulama dengan membawa buku-buku yang pernah dia tulis. tiba-tiba di tengah perjalanan dihadang oleh Segerombolan Pembegal.

Kemudian oleh Pembegal harta Imam Ghazali di ambil, tak hanya itu kitab-kitab Imam Ghazali pun juga di ambil.

Imam Ghazali tampak sedih sekali: “Yaa Allah….kitab yang sudah aku tulis bertahun-tahun sekarang di ambil oleh Pembegal.”

Pembegal itu berkata: “kenapa engkau terlihat begitu sedih? Apakah karena hartamu yang aku ambil ini?.”

Baca juga:  SAAT WAFATNYA IMAM GHOZALI

“Aku sedih bukan karena hartaku kamu ambil, tapi karena kitab-kitab ku yang sudah aku tulis bertahun-tahun juga kamu ambil. Kalau kamu ambil kitabku itu maka ilmuku juga hilang.” Jawab Imam Ghazali

Pembegal itu kembali berkata: “berarti ilmu mu cuma ada dikertas ini, kalau kertas ini aku bakar, ilmumu juga terbakar, kalau kertas ini aku buang ke laut maka ilmumu juga ikut hilang di lautan. Berarti ilmumu tidak di dalam hatimu. Tapi ilmu mu ada di dalam kertasmu.”

Langsung Imam Ghazali tertegun, “Yaa Allah… Harusnya ilmu dihatiku bukan dikertasku.”

Setelah itu muncullah sebuah kata mutiara dari Imam Ghazali _”Al ilmu fis-shuduur laa fis-suthuur”_ (ilmu itu seharusnya didalam hati, tidak di dalam kertas).

Baca juga:  KATA KATA MUTIARA SUFI

Ini bukti bahwa Imam Ghazali juga mengambil pelajaran dari Seorang Pembegal, jadi mengambil pelajaran bisa dilakukan dari siapapun banyak orang tidak harus dari seorang kiyai, ulama tapi dari seorang Pembegal bisa mengambil hikmah dan pelajaran.

Karena tidak ada orang jelek secara utuh, pasti masih punya sisi-sisi kebaikan darinya. Itulah yang harus kita pelajari kebaikan-kebaikannya.