KISAH IBRAHIM BIN ADHAM, BURUNG YANG PATAH SAYAPNYA

Diposting pada

Daftar Isi

KISAH WALIYULLAH IBRAHIM BIN ADHAM

Syaqiiq al-Balkhi adalah teman Ibrahim bin Adham yang dikenal ahli ibadah, zuhud dan tinggi tawakalnya kepada Allah. Hingga pernah sampai pada tataran enggan untuk bekerja.

Penasaran dengan keadaan temannya, Ibrahim bin Adham bertanya,

“Apa sebenamya yang menyebabkan Anda bisa seperti ini?”

Syaqiiq menjawab,

“Ketika saya sedang dalam perjalanan di padang yang tandus, saya melihat seekor burung yang patah kedua sayapnya.

Lalu saya berkata dalam hati, aku ingin tahu, dari mana burung itu mendapatkan rizki. Maka aku duduk memperhatikannya dari jarak yang dekat.

Tiba-tiba datanglah seekor burung yang membawa makanan di paruhnya. Burung itu mendekatkan makanan ke paruh burung yang patah kedua sayapnya untuk menyuapinya.

BACA JUGA:  KISAH LENGKAP PERJALAN SUFI IBRAHIM IBN ADHAM

Maka saya berkata dalam hati, ;
“Dzat yang mengilhami burung sehat untuk menyantuni burung yang patah kedua sayapnya di tempat yang sepi ini, pastilah berkuasa untuk memberiku rejeki di manapun aku berada.”

Maka sejak itu, aku putuskan untuk berhenti bekerja dan aku menyibukkan diriku dengan ibadah kepada Allah.

Mendengar penuturan Syaqiiq tersebut Ibrahim berkata,

“Wahai Syaqiiq, mengapa kamu serupakan dirimu dengan burung yang cacat itu?.
Mengapa Anda tidak berusaha menjadi burung sehat yang memberi makan burung yang sakit itu?,