Kisah Amr bin Tsabit, Pria Tak Pernah Sholat tapi Dijamin Masuk Surga

Diposting pada

Daftar Isi

INILAH kisah Amr bin Tsabit, pria yang tidak pernah sholat tapi dijamin masuk surga. Ini tentunya atas kehendak Allah Subhanahu wa ta’ala.

Dikutip dari kanal YouTube Kumpulan Kisah Islami Pro, Kamis (4/11/2021), disampaikan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, kala itu ia sedang berkumpul di salah satu majelis bersama jamaah lainnya. Dia lalu berkata, “Ceritakan kepadaku sebuah kisah tentang seseorang yang masuk surga namun belum pernah sholat sama sekali.”

Kemudian suasana di majelis tersebut hening, dan tidak ada satu orang pun berbicara. Sebab, pertanyaan Abu Hurairah itu cukup berat.

Kemudian pertanyaan Abu Hurairah dibalikan kembali oleh salah satu jamaah, apakah ada orang yang masuk surga namun tidak pernah sholat. “Ushairim bani Abdil Asyhal Amr bin Tsabit bin Waqsy,” jawab Abu Hurairah.

Abu Hurairah menjelaskan namanya ‘Amr bin Tsabit. Ia merupakan seorang laki-laki yang berasal dari bani Abdil Asyhal. Selain itu juga sering dipanggil dengan nama Amr bin Uqaisy atau Ushairim.

Pernah suatu hari Amr bin Tsabit diajak memeluk Islam. Akan tetapi ia enggan masuk Islam dikarenakan kaumnya. Dahulu Amr bin Tsabit memiliki harta riba pada masa jahiliyah, dan tidak masuk Islam hingga ia mengambil harta tersebut.

BACA JUGA:  Kisah Abu Ubaidah al Jarroh, Sahabat Nabi Yang Terpercaya

Saat Perang Uhud terjadi yaitu pertempuran antara kaum Muslimin dan kafir Quraisy pada 625 Masehi. Ternyata Amr bin Tsabit juga ikut berperang.

Perang Uhud ini terjadi sekira 1 tahun lebih seminggu setelah Perang Badar. Pasukan Muslimin berjumlah 700 orang, sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang.

Kala itu Amr bin Tsabit memakai pakaian perang dan mengambil pedangnya untuk ikut bertempur di Perang Uhud. Saat kaum Muslimin melihat Amr bin Tsabit ada di tengah-tengah Perang Uhud, mereka langsung menjauh dan memintanya pergi.

Kemudian Amr bin Tsabit mengatakan dengan tegas bahwa ia sudah beriman kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Kemudian pasukan kaum Muslimin langsung mempersilakan dirinya bergabung ikut perang sampai terluka parah.