Kisah Abu Ubaidah al Jarroh, Sahabat Nabi Yang Terpercaya

Diposting pada

Daftar Isi

Abu Ubaidah al Jarroh, yang meninggal pada pada 18 H.  Abu Ubaidah al-Jarroh, berkata: “Betapa banyak orang yang mencuci bajunya, tapi mengotori agamanya. Dan betapa banyak orang yang memuliakan dirinya sendiri, tapi dia dalam pandangan dirinya tidak ada artinya. Maka bersegeralah kalian memperbaiki keburukan-keburukan lama dengan kebaikan-kebaikan baru.

Abu Ubaidah,karomah Umar bin Khattab,Karomah Abu Bakar

Sebab sekiranya diantara kalian ada yang berbuat keburukan sebanyak apa yang diantaranya dengan langit, lalu dia berbuat sesuatu kebaikan, maka kebaikannya itu akan membumbung tinggi diatas keburukan-keburukannya, sehingga dia mampu mengubahnya.”

Dalam ucapan Abu Ubaidah al-Jarroh di atas, beliau mengemukakan pentingnya pembersihan batin seseorang, dan bertaubat dari keburukan-keburukan yang dilakukannya.

Sebab hal tersebut akan membukakan pintu gerbang harapan terhadap ampunan Allah, seandainya dia ingat betapa satu kebaikan akan membumbung tinggi di atas semua keburukan.

Dia memiliki wajah yang tenang. Paras yang berwibawa. Badan yang kurus. Postur yang tinggi. Alis yang tipis… Sedap dipandang mata. Enak untuk dilihat. Damai terasa di hati. Dia juga adalah orang yang ramah. Suka rendah hati. Pemalu. Akan tetapi dalam situasi serius ia bagai seekor singa yang menerkam. Dia serupa dengan mata pedang yang begitu indah dan berkarisma, dan juga tajam dan dapat membabat layaknya pedang. Dialah Amin ummat Muhammad, ‘Amir bin Abdullah bin Al Jarrah Al Fihry Al Qurasy yang dipanggil dengan nama Abu Ubaidah. Abdullah bin Umar ra pernah mendeskripsikan sosoknya dengan ucapannya: Tiga orang dari suku Quraisy yang paling terkemuka. Memiliki akhlak yang paling baik. Paling pemalu. Jika mereka berbicara denganmu maka mereka tidak akan berdusta. Dan jika engkau berbicara dengan mereka, mereka tak akan mendustaimu. Ketiganya adalah: Abu Bakar As Shiddiq, Utsman bin Affan dan Abu Ubaidah bin Al Jarrah.

Abu Ubaidah adalah termasuk orang pertama yang masuk ke dalam Islam. Ia masuk Islam sehari setelah Abu Bakar. Ia memeluk Islam karena jasa Abu Bakar. Abu Bakar mengajak Abu Ubaidah, Abdurrahman bin Auf, Utsman bin Mazh’un1 dan Al Arqam bin Abi Al Arqam datang menghadap Nabi Saw dan menyatakan dihadapan Beliau kalimat kebenaran. Dan mereka semua menjadi pilar pertama tempat dibangunnya kerajaan Islam yang agung.

BACA JUGA:  METODE UNTUK MAKRIFAT DENGAN ALLAH

Abu Ubaidah mengalami pengalaman keras yang dirasakan kaum muslimin selagi berada di Mekkah sejak pertama hingga akhir. Dia juga merasakan penderitaan kaum muslimin pada masa-masa awal atas segala penderitaan, sakit dan kesedihan yang tidak pernah dirasakan oleh para pengikut agama di muka bumi ini. Namun ia tetap teguh menghadapi ujian ini, dan senantiasa mentaati dan membenarkan Allah dan Rasul-Nya dalam segala kondisi. Akan tetapi ujian yang diderita oleh Abu Ubaidah pada perang Badr adalah sebuah penderitaan yang tidak dapat digambarkan oleh siapapun.

Ketika perang Badr, Abu Ubaidah menyerang di antara barisan dengan begitu berani dan tak memiliki kegentaran sedikitpun. Kaum musyrikin jadi takut dibuatnya. Ia berputar-putar di medan laga seolah tidak takut mati. Para penunggang kuda suku Quraisy menjadi gentar dibuatnya dan merekaberusaha menjauhi diri dari Abu Ubaidah setiap kali bertemu. Akan tetapi ada seorang di antara mereka yang senantiasa mengajak duel Abu Ubaidah ke mana saja ia pergi, dan Abu Ubaidah senidiri selalu menjauhkan diri darinya. Orang tersebut terus mendesak dan menyerang, sementara Abu Ubaidah selalu menjauh darinya. Orang tersebut akhirnya menutup semua jalan bagi Abu Ubaidah, dan berdiri membatasi ruang gerak Abu Ubaidah sehingga tidak dapat m3m_8u_nuh musuh Allah lainnya. Saat Abu Ubaidah sudah merasa geram, maka Abu Ubaidah melayangkan pedangnya ke arah kepala orang tadi sehingga terbelah dua; dan akhirnya orang itu tewas dihadapan Abu Ubaidah. Tidak usah Anda –wahai pembaca yang budiman- menebak siapakah orang yang tewas ini. Bukankah sudah aku katakan bahwa pengalaman keras yang dirasakannya sudah tak terbayangkan lagi? Engkau akan pusing dibuatnya jika engkau mengetahui bahwa orang yang tewasw adalah Abdullah bin Al Jarrah ayah dari Abu Ubaidah.