KEHIDUPAN SEHARI HARI DI ALAM JIN

Diposting pada

Daftar Isi

Secara umum, aktivitas jin hampir sama dengan aktivitas manusia. Mulai dari makan, minum, berketurunan, sampai dalam masalah pembebanan ibadah kepada mereka.

Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (adz-Dzariat ayat 56)

Sehingga diantara jin ada yang taat dan ada pula yang menyimpang dari kebenaran, sebagaimana manusia. Jin yang taat adalah yang benar-benar memilih jalan yang lurus. Kemudian ia akan mendapat surga dan segala yang telah Allah subhanahu wa ta’ala sediakan untuk kaum yang shalih. Sedangkan yang menyimpang dari petunjuk Nabi sholallohu alaihi wasallam maka ia akan menjadi bahan bakar bagi neraka Jahannam.

Golongan jin yang beriman adalah golongan yang Allah subhanahu wa ta’ala beri petunjuk mereka agar tidak mencuri berita dari langit. Sedangkan golongan yang membangkang dan tidak mau beriman masih terus membantu para dukun.

Mereka mencuri berita dari langit meskipun harus menghadapi para malaikat dan panah-panah api. Hanya saja bedanya jin hidup di alam gaib, yang mereka bisa melihat kita tetapi kita tidak melihat mereka.

Sebagaimana Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman :

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ

Baca juga:  Jin Suka Menjadi Makmum Sholat Dengan Manusia

“Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kalian dan suatu tempat yang kalian tidak bisa melihat mereka.” (al-A’rof ayat 27)

Keterangan: “Sesungguhnya iblis dan golongannya bisa melihat kalian dari suatu tempat yang (disana) kalian tidak bisa melihat mereka.” menunjukkan bahwa manusia tidak dapat melihat jin yaitu pada bentuk mereka yang asli, termasuk pakaiannya.

Walaupun demikian, Jin memiliki kemampuan beralih rupa atau bentuk, ke bentuk manusia dan hewan. Mereka pernah mendatangi kaum musyrikin dalam wujud Suraqah bin Malik untuk menjanjikan kemenangan bagi mereka. Demikian pula sejumlah sahabat, diantaranya Abu Hurairah rodhiallohu anhu pernah didatangi mereka dalam wujud orang tua yang ingin mencuri zakat yang sedang dijaganya.

Mereka dapat beralih rupa menjadi unta, keledai, sapi, anjing atau kucing. Seringnya mereka berubah bentuk menjadi anjing hitam dan kucing. Rasulullah sholallohu alaihi wasallam menyatakan, bahwa lewatnya anjing hitam di depan orang yang shalat memutuskan shalat orang itu. Rasulullah sholallohu alaihi wasallam menjelaskan sebabnya:

“Karena anjing hitam itu setan.”

Jin sering berubah menjadi hewan, lalu menampakkan diri kepada manusia. Karena itu Rasulullah sholallohu alaihi wasallam melarang m3m_8u_nuh ular yang muncul didalam rumah, sebab dikhawatirkan itu merupakan jelmaan jin yang telah masuk Islam.

Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abu Sa ‘id Al Khudri, dia berkata, Rasulullah sholallohu alaihi wasallam bersabda:

Baca juga:  KISAH SYEH ABDUL QODIR DAN KHANIS JIN DARI INDONESIA

“Sesungguhnya di Madinah ini ada segolongan jin yang telah masuk Islam. Jika kalian melihat satu dari mereka, maka mintalah kepada mereka untuk keluar (dalam jangka waktu) tiga hari. Jika ia tetap menampakkan diri kepada kalian setelah itu, maka bunuhlah ia, karena sesungguhnya dia itu setan.” ( HR.Muslim)

Rasulullah sholallohu alaihi wasallam mengecualikan untuk ular tertentu. Dari Abu Lubabah rodhiallohu anhu, Rasulullah sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“Janganlah kalian (langsung) m3m_8u_nuh ular (di dalam rumah), kecuali setiap ular yang terpotong (pendek) ekornya dan memiliki dua garis di punggungnya, karena ular jenis ini dapat menggugurkan kandungan dan membutakan mata. Maka bunuhlah ia.”

Jadi, dari penjelasan ini dapat kita simpulkan bahwa pada dasarnya aktivitas jin dan manusia adalah sama hanya berbeda alam. Dan jin ini termasuk perkara gaib yang wajib bagi kita mengimani keberadaannya. Di samping itu, kita tidak bisa melihat jin dalam bentuknya yang asli, termasuk pakaiannya.

Wallohu a’lam…

 Oleh : Tim Lajnah Ilmiyah Fajri FM