KATA KATA MUTIARA SUFI

Diposting pada

Kumpulan Kata kata Mutiara Sufi dan Ulama Terkenal, Abu Yazid Al-Busthami, Abul Qosim Al-Junaid, Imam Syafi’i, Imam Ghozali, Syeikh Abdul QadirJailani, Dzun Nun Al-Mishri

Kata Mutiara Sufi Dzun Nun Al-Mishri

  1. Taubat yang dilakukan oleh orang awam adalah karena dosa-dosanya. Sedangkan taubat yang dilakukan oleh orang yang khusyuk adalah kelalaian. Jadi mereka bertaubat jika memikirkan selain Allah
  2. Kebinasaan manusia itu disebabkan oleh 6 perkara, diantaranya adalah :
  3. Lemahnya cita-cita untuk akhirat.
  4. Tubuhnya tergadai karena siyahwatnya.
  5. Merasa hidupnya masih panjang.
  6. Mengutamakan keridhaan dan kesenangan manusia.
  7. Kurang memperhatikan contoh suri tauladan dari kehidupan orang terdahulu.
  8. Mengikuti hawa nafisunya dan meninggalkan sunnah Nabi.
  9. Ada tiga tanda bagi orang yang ridha, diantaranya adalah :
    Meniggalkan usaha sebelum terjadi ketentuan.
    Hilangnya rasa resah setelah terjadinya ketentuan.
    Kecintaan yang mendalam disaat menghadapi cobaan.
  10. Ada tiga tanda bagi orang yang ikhlas, diantaranya adalah :
    Keseimbangan sikap antara menerima pujian dan menerima celaan orang lain.
    Lupa melihat perbuatan itu dari dirinya.
    Lupa menuntut pahala di akhirat nanti.
  11. Apa yang dapat dilihat oleh mata dikarenakan dengan ilmu. Dan apa yang dapat diketahui dengan hati, maka diidentikan dengan keyakinan.
  12. “Allah swt telah menyediakan rezeki bagi hamba-hamba-Nya. Siapapun yang tidak
    mengetahui hikmah mengenai rezeki hariannya yang Allah berikan kepadanya, dia
    akan dianggap lalai.”
  13. “Cahaya spiritual yang Allah swt berikan kepadamu di jalan ini adalah Penunjuk Jalan yang menerangi Jalan menuju Kehadirat Ilahi tanpa rasa takut. Dalam
    thariqat ini, memuliakan sesuatu selain Allah swt adalah kafir.”Sufi adalah
    orang yang telah meninggalkan dunianya, Hari Akhiratnya, dan Kehadirat Ilahi di
    belakang dan mereka yang hidup menyatu dengan-Nya”. “Aku tidak ingin dikenal
    di dunia ini setelah Aku meninggalkannya, karena Aku tidak mengharapkan diriku
    mempunyai suatu eksistensi”.
  14. “Kesombongan tidak pernah memasuki hati seseorang tanpa mengakibatkan
    penurunan derajat pikirannya setara dengan meningkatnya jumlah kesombongan
    dalam hatinya. “Kesulitan mungkin akan menyentuh orang-orang yang beriman,
    tetapi kesulitan itu tidak akan mempengaruhi orang yang berdzikir.”
  15. “Setiap orang yang berjuang di jalan Allah akan disediakan rezeki baginya. Dan
    itulah yang Allah katakan dalam al-Qur’AN. “Setiap kali Zakariyya masuk untuk
    menemui Maryam di Mihrab, dia mendapati makanan di sisinya” [3:37].

dari Abu Yazid Al-Busthami
* Jangan tertipu dengan orang yang bisa berjalan di atas air atau duduk di atas udara. Tapi lihatlah bagaimana ia melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghindari larangan-larangan-Nya. Sebab setan dapat bergerak dari Timur ke Barat dalam sekejap saja.
* Pengikut sufi adalah anak-anak yang berada dala pengakuan yang Maha Benar (Allah).
* Puncak orang yang paling benar merupakan awal sifat-sifat kenabian dan tidak ada yang mengetahui akhir dari sifat-sifat kenabian itu.

Baca juga:  IMAM GHOZALI NUR ILAHI SEORANG WALI

Kata Mutiara Sufi Abul Qosim Al-Junaid

  1. Kamu tidak akan bisa mencapai hakekat “Ubudiyah” selama dirimu masih diperbudak oleh sesuatu selain Allah.
  2.  Untuk mengangkat derajat seseorang ke jenjang lebih tinggi, maka harus melalui empat masalah meskipun amal dan ibadahnya sedikit yaitu melalui kesempurnaan iman: Budi pekerti yang baik; Merendahkan diri; Pemurah; Dan Sifat-sifat penyantun.
  3. Rahmat Allah diberikan kepada orang fakir dalam tiga situasi: Saat ia makan; Saat ia bicara; Saat ia mendengar.
  4. Siapa saja yang menyebut asma Allah tanpa bersaksi dan diyakini Nya, maka kata yang diucapkan itu bohong belaka.
  5. Kiranya tujuanmu menjalankan sholat jangan hanya melaksanakan kewajiban saja, tanpa adanya perasaan bangga bertemu dengan Allah.
  6.  Iblis tidak akan pernah menyaksikan Allah sekalipun sangat taatnya, sedang Nabi Adam tidak kehilangan persaksiannya kepada Allah sekalipun ia berbuat kemaksiatan.
  7. Jalan apa saja yang ditempuh seseorang dalam mengerjakan ibadah adalah sesaat kecuali jalan yang ditempuh oleh Muhammad SAW. Dalam pada itu, siapapun yang tidak mengikuti petunjuk kitab suci Al-Qurán dan hadits nabi, maka janganlah ia mengikuti pendapatku. Hal itu karena pendapatku berasal dari Qurán –Hadits. (Imam al-Junaid).

 

Imam Syafi’i

  1. Akan kuberikan ilmu yang kumiliki kepada siapapun, asal mereka mau memanfaatkan ilmu yang telah kuberikan itu.
  2. Setiap manusia mempunyai orang yang dicintai dan yang dibenci. Tapi bagimu, jika ada maka berkumpullah kamu dengan orang-orang yang bertaqwa.
  3. Teman yang tidak membantu kesulitan seperti halnya musuh. Tanpa saling membantu maka hubungan teman tak akan lama. Telah kucari teman sejati dalam setiap masa, akan tetapi usahaku itu siasia belaka.
  4. Orang yang hanya sehari-harinya hanya sibuk mencari uang untuk kesejahteraan keluarganya, maka mustahil ia mendapat ilmu pengetahuan. .
  5. Kulupakan dadaku dan kubelenggu penyakit tamakku, karena aku sadar bahwa sifat tamak bisa melahirkan kehinaan.
  6. Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah.

Imam Ghozali

  1. Apabila secara kebetulan kamu menjadi orang yang dekat dengan penguasa, maka berhati-hatilah kamu seolah-olah kamu sedang berdiri di atas pedang yang tajam sekali. (Imam Ghozali)
  2. Jangan berteman yang hanya mau menemanimu ketika kamu sehat atau kaya, karena tipe teman seperti itu sungguh berbahaya sekali bagi kamu dibelakang hari.(Imam Ghozali).
  3. Orang-orang yang tidak mengikuti keinginan-keinginan hawa nafsunya, maka tidak akan mendapat pujian dari orang banyak. (Imam al-Ghazali)
  4. Hal-hal yang bisa menyebabkan badan lemah antara lain sebagai berikut: Banyak makan makanan yang rasanya masam, sering bersedih, banyak minum air tetapi tidak makan sesuatu, serta sering melakukan hubungan seksual. (Imam Ghazali)
  5. Barang siapa tidak peduli terhadap nasib agama, berarti ia tidak punya agama, barang siapa yang semangatnya tidak berkobar-kobar jika agama Islam ditimpa suatu bencana, maka Islam tidak butuh kepada mereka. (Imam al-Ghazali).
  6. Aku akan mencari ilmu hanya karena Allah, dan aku tidak akan mencari jika untuk selain Allah. (Imam al-Ghazali).
  7. Ciri-ciri ulama akhirat antara lain: dia sangat berhati-hati dalam memberi fatwa, bahkan bersikeras untuk tidak bertaqwa sama sekali. Apabila ditanya oleh orang tentang segala sesuatu yang diketahui baik yang bersumber dari Al Qurán, hadits, ijma’dan kiyas, maka ia menjelaskan sesuai dengan kemampuannya. Sebaliknya, jika ia tidak mengetahui secara pasti, maka dengan jujur ia berkata : aku tidak tahu. (Imam al-Ghazali).
Baca juga:  Imam Ghozali, Latihan Rohaniah seorang Sufi

 

Syeikh Abdul QadirJailani

  1. Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah segalanya kepada Allah. Penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintah-Nya dan larikanlah dirimu dari larangan-Nya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu setelah ia keluar. Untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus berjuang melawannya dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan bagaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga. ().
  2. Bagi orang berilmu yang ingin meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, maka kuncinya hendakalah ia mengamalkan ilmunya kepada orang-orang.
  3. Mengerjakan sesuatu sesuai dengan ketentuan hukum syara’ berarti menuju jalan kebahagiaan baik di dunia lebih-lebih di akhirat. Dan hendaklah kamu merasa takut jika kamu berpisah dengan orang-orang yang ahli di bidang agama.
  4. Jalan yang diajarkan syariát islam adalah jalan yang paling tepat dalam pengerjaan ibadah kepada Allah. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah istiqomah dalam mengerjakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya.

 

AbuSulaiman ad-Darani

  1. Biasakan hatimu untuk bertafakur dan biasakan matamu dengan sering menangis. ().
  2. Pangkal dari seluruh kebaikan di dunia maupun di akhirat adalah taqwa kepada Allah.
  3. Hati-hatilah terhadap senda gurau, karena tidak sedikit bahaya yang terdapat didalamnya. Berapa banyak senda gurau anatara dua sahabat yang berakhir pada perkelahian.
    Dunia adalah perniagaan, pasarnya ialah menyendiri, modalnya adalah taqwa, dan labanya adalah surga.