Kajian Tasawuf, Penyebab Kerasnya Hati

KASYAF DALAM ILMU TASAWUF

Diposting pada

“KASYAF DALAM ILMU TASAWUF”

Dibawah ini Alfakir akan mencoba menjelaskan sedikit akan apa dan bagaimana yang disebut ilmu Allah itu yaitu “kasyaf”. Karena dalam ilmu tasawuf, orang yang sudah sampai ke maqom hakikat maka biasanya Allah swt memberikan anugerah yaitu berupa kasyaf, laduni, dll.

Kasyaf maksudnya terbuka, yakni terbuka tabir pemisah antara hamba dengan Tuhan. Kasyaf juga bermaksud Allah membukakan seseorang supaya mampu melihat perkara yang tidak dapat dilihat orang lain.

Maka kasyaf dari sudut sufi dan tassawuf ialah:
terbukanya tabir hijab yang selama ini menutup pandangan kepada alam lain.

Telah dikatakan bahwa hijab yang menutup antara kita dan Allah sebanyak 70 ribu hijab, sedangkan hijab yang menutup antara Allah dan kita tidak ada apa-apanya. Allah akan membuka hijab ini satu persatu jika kita ikhlas.

A. KASYAF HAQ

adalah merupakan kasyaf pemberian dari Allah, di mana Allah telah membuka tabir baginya untuk melihat atau mengetahui perkara yang ghaib. Kasyaf jenis ini adalah kasyaf tanpa adanya keterlibatan makhluk jin. Biasanya kasyaf jenis ini ada dua keadaan.

1- Kasyaf tanpa diminta yaitu Allah memberikan kebolehan kasyaf kepada seseorang yang tidak meminta untuk menjadi kasyaf.
Tuhan berkuasa memberikan apa pun kepada siapa pun yang mencintainya.

2- Kasyaf sebagai Anugerah / karunia atas hambanya yang bertakwa.
yaitu Allah memberikan kasyaf kepada seseorang, lalu Allah menjadikan orang tersebut kasyaf.
Kebiasaannya para mukasyafah (Mereka yang kasyaf) di jalan ini telah melalui tahapan spiritual bahwa guru-guru mereka telah diijazahkan melalui jalan tatanan tatanan biasanya mereka tidak memiliki tujuan untuk mencari keagungan dan kelebihan dunia tetapi ingin menjadi ma rifatullah (mengenal Allah)

Walau bagaimana pun, kasyaf yang diberikan oleh Allah adalah karena Allah menyukai kita, atau juga Allah ingin menguji kita dalam bentuk pemberian kasyaf. Namun kita hendaklah menganggap ia sebagai ujian supaya tidak timbul sifat riak, ujub dan sombong diri.

Oleh karena itu, untuk menjaga karunia Allah, dan menjaga diri dari terkontaminasi sifat mazmumah, mukasyafah haq biasanya akan taat adab terhadap seorang kasyaf atau adab yang bersifat:

– Rahasiakan bahwa diri adalah kasyaf kecuali kepada orang yang paling dipercaya saja. Dan jika terungkap bahwa dia kasyaf, hanya diam diri, tidak menjawab ” iya ” dan tidak menjawab ” tidak “.

– Merahasiakan segala keburukan orang yang “terlihat” olehnya dan tidak boleh menceritakan keburukan orang lain. Dengan kata lainnya menjaga aib orang itu.

– Menjaga rahasia alam tidak sewenang-wenang untuk menceritakan apa yang ia lihat secara pribadi.

BACA JUGA:  JALAN MENUJU KHORQUL AWAAID

B. KASYAF AWAL BATHIL

Itu adalah kasyaf yang awalnya kasyaf bathil namun berubah menjadi kasyaf tanpa jin. Hal ini dikarenakan, jin yang menyebabkan seseorang kasyaf keluar tetapi orang tersebut masih memiliki kemampuan kasyaf. Ini karena mata terbuka tanpa tertutup. Seperti jin keluar kamar tapi tidak mematikan lampu.

C. KASYAF BATHIL-

Merupakan kasyaf yang diakibatkan oleh kehadiran makhluk jin dalam tubuh seseorang itu.
Tidak masalah jika orang tersebut mengalami gangguan, seperti menyenangkan, atau pernah belajar ilmu tertentu yang memiliki keterlibatan jin yang dapat menyebabkan dia kasyaf.

JENIS DAN MACAM-MACAM KASYAF “

Yaitu :

1-Kemampuan Mata Kasyaf untuk melihat supranatural.

2-Kemampuan Telinga Kasyaf untuk mendengar supranatural.

3- Kasyaf Hati/ Mata Basyirah- Kebolehan mengetahui sesuatu yang tersembunyi.

4- Kasyaf Ladunni- Kebolehan mendapat ilmu secara terus menerus dari Allah,
Yaitu tersingkapny hal gaib dan rahasia yg diturunkan Allah kdalm hati hambanya berupa khabar dll.

5-Kasyaf perasaan “perasaan” gaib, dan apa pun yang terjadi di alam sana. Biasanya jenis kasyaf ini bersentuhan dengan jenis kasyaf lain yang juga ada pada orang tersebut.

Kemampuan seorang yang mulai kasyaf akan melalui tahapan yang berikut:

Tahap Pertama- “Tahu”-
Pada peringkat ini, seseorang itu menjadi tahu akan keberadaan atau kejadian alam ghaib.

Tahap Kedua- “Rasa”-
Kemudian, dari peringkat tahu menjadi peringkat rasa, orang tersebut mulai merasai keberadaan dan kejadian alam ghaib.

Tahap Ketiga- “Mendengar”-
Kemudian dia akan mulai mendengar bunyi-bunyi yang berasal dari alam ghaib. Bunyi yang mulanya kedengaran sayup-sayup sahaja, kemudian akan meningkat kejelasannya dari masa ke masa.

Tahap Keempat- “Melihat”-
Maka dia akan mulai melihat lintasan gambar gambar, secara bertahap akan mulai pandai menggunakan penglihatan secara bermulay dan mulai melihat bayangan dan bentuknya, lalu gerakan, lalu gambar bergerak yang tidak jelas, maka gambarnya tidak jelas. Bergerak aman. Akhirnya gambar bergerak yang jelas lebih terang.

Setiap orang yang mulai kasyaf berbeda, ada yang melalui peringkat yang telah disebutkan tadi dengan cepat dan ada yang lambat pula. Ada juga yang hanya mendapat sejenis kasyaf saja contohnya hanya kasyaf telinga saja.

Walau apa pun ada hikmahnya dan sebab musababnya itu hanya Allah saja yang tahu.

Terkadang mereka yang menggunakan pandangan kasyaf melihat seolah pandangan mereka dilapisi oleh suatu warna. Maka ini adalah pencahayaan pandangan kasyaf dan juga dikenali sebagai bayangan yang dilihatnya.

Wallahua’lam.