KAROMAH SYEH ABDUL QODIR, MELEMPAR SANDAL SEJAUH 23 PERJALANAN UNTUK MENOLONG MUSYAFIR DARI PERAMPOK

Diposting pada

Daftar Isi

Syaikh Abdul Qadir Jailani RA merupakan seorang Waliyullah yang memiliki kemuliaan yang sangat istimewa, sampai-sampai pakaian beliau tidak pernah dihinggapi seekor lalat pun.

Hal itu menunjukkan dan membuķtikan bahwa Syaikh Abdul Qadir Jailani RA adalah pewaris sang eyangnya, yakni Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Suatu ketika ada seseorang menanyakan tentang sebab musabab hal tersebut, Syaikh Abdul Qadir Jailani RA pun menjawab, “Untuk apa lalat hinggap pada diriku yang tidak ada tujuan untuk memperoleh kenikmatan dunia dan madunya akhirat.”

Di samping itu, pada hari ahad tanggal 3 Shafar tahun 555 H, Syaikh Abu Umar Utsman Ash-Shairafi dan Syaikh Abu Muhammad Abdul Haqqi Al-Harimi berwudhu bersama Syaikh Abdul Qadir Jailani RA, kemudian mereka melaksanakan shalat dua rakaat.

Setelah salam, tiba-tiba Syaikh Abdul Qadir Jailani RA berteriak sekeras-kerasnya sambil melemparkan sandalnya ke udara hingga tidak terlihat oleh pandangan mata, demikian juga dengan sandal yang satunya, kedua sandalnya dilemparkan ke udara hingga lenyap dari pandangan mata.

Kemudian, Syaikh Abdul Qadir Jailani RA pun duduk dan tidak ada seorang pun yang berani bertanya kepada beliau, selang dua puluh tiga hari kemudian datanglah sekelompok musafir dari negeri seberang, mereka berkata kepada kedua Syaikh tersebut:

Baca juga:  MENCEGAH KEBUTAAN KOLBU

“Kami mempunyai nadzar kepada Syaikh Abdul Qadir Jailani RA, jadi izinkanlah kami menghadap beliau.”

Kedua Syaikh tersebut menyampaikan kedatangan para musafir itu, lalu Syaikh Abdul Qadir Jailani RA berkata:

“Ambillah nadzar yang dibawa oleh mereka.”

Para musafir tersebut langsung menyerahkan barang nadzarnya, dan berikut sepasang sandal milik Syaikh Abdul Qadir Jailani RA.

Inilah yang sangat mengherankan, sepasang sandal yang pernah dilemparkan oleh beliau dua puluh tiga hari sebelumnya, kini berada di tangan para musafir tersebut.

Oleh sebab itu, kedua Syaikh tersebut penasaran dan menanyakan apa yang terjadi pada Syaikh Abdul Qadir Jailani RA.

Salah seorang dari musafir tersebut menceritakan:

“Pada hari ahad tanggal 3 Shafar yang lalu, ketika kami dalam perjalanan, tiba-tiba ada sekawanan perampok yang dipimpin oleh dua orang, perampok tersebut merampas semua harta benda kami dengan paksa.

Kami pun menyelamatkan diri ke jurang, di tempat tersebut kami memohon pertolongan kepada Allah, dan berunding mengajak teman-teman untuk berwasilah kepada Syaikh Abdul Qadir Jailani RA, jika kami selamat dan semua harta benda kami yang telah dirampas dapat kembali, kami bernadzar karena Allah dengan memberikan sebagian harta kami kepada beliau.

Ternyata, nadzar kami dikabulkan oleh Allah, tidak lama kemudian kami mendengar suara yang sangat keras memekakkan telinga hingga dua kali, suata tersebut mendesing memenuhi jurang, kami pun melihat mereka lunglai, gemetar, dan ketakutan.

Baca juga:  SYEH ABDUL QODIR AL JILANI, SAPI YANG BERBICARA

Namun, kami menduga ada perampok lain yang merebut hasil rampasan mereka, tiba-tiba salah seorang di antara perampok tersebut mendatangi kami dan berkata:

“Kemarilah! Ambillah kembali semua harta kalian dan lihatlah apa yang telah membuat kami menjadi bingung.”

Kemudian, kami diajak melihat ke dua orang pimpinan mereka yang ternyata telah tewas, di sampingnya terdapat sepasang sandal yang masih basah oleh air.

Itulah yang membuat para perampok menjadi ketakutan, sehingga semua harta yang telah mereka rampas dikembalikan kepada kami.

Mereka pun berkata, “Peristiwa ini sangat menggemparkan dan tidak pernah terjadi sebelumnya.”

Sumber cerita: Perjalanan hidup Syaikh Abdul Qadir Jailani RA.
Menelisik sisi kehidupan sang Wali Allah
Penulis, Ustad Abdurrahim. Hal, 54, 59, 60, 61.